WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} }

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Selasa, 19 Agustus 2025

Empat Tersangka Pencurian Pupuk di Belitang Hilir Ditangkap

Tersangka Pencurian Pupuk.

SEKADAU, Polda Kalbar - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau mengamankan empat tersangka kasus pencurian pupuk milik sebuah perusahaan perkebunan di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Penangkapan dilakukan pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.


Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin mengatakan, kasus ini berawal dari laporan PT Parna Agro Mas yang kehilangan 30 karung pupuk pada 4 Agustus 2025.


“Unit Jatanras Satreskrim bergerak cepat dan berhasil menangkap empat tersangka berinisial MA (28), I (23), E (26), dan HY (32). Sementara satu tersangka lain berinisial L masih dalam pencarian,” ujar IPTU Zainal, Selasa (19/8).


Dari hasil penyelidikan, diketahui MA yang bekerja sebagai security perusahaan ikut berperan dalam mengatur aksi pencurian. Bersama tiga rekannya, ia berulang kali mengambil pupuk dari gudang perusahaan dan menjualnya kepada kelompok penadah yang kini masih ditelusuri. Hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.


Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil, dokumen kendaraan, dua gerobak sorong, serta bukti administrasi penggunaan pupuk perusahaan. Akibat pencurian tersebut, perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp39,5 juta.


“Keempat tersangka saat ini telah ditahan di Polres Sekadau dan dijerat Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP jo Pasal 64 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” tegas IPTU Zainal.


Ia menambahkan, penyidik masih mengejar seorang tersangka lain serta mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan penadah pupuk curian. (*).

Minggu, 17 Agustus 2025

Camat Sekadau Hilir Hadiri Upacara HUT ke-80 RI, Tekankan Nilai Perjuangan Para Pendahulu

Upacara HUT RI Ke-80 di Kantor Camat Sekadau Hilir.

SEKADAU HILIR, Wartacyber.com – Camat Sekadau Hilir, Gustar Indarto menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025. Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” yang selaras dengan visi pemerintah pusat maupun daerah dalam mempersiapkan generasi unggul menyongsong satu abad Indonesia merdeka.


Dalam wawancara usai kegiatan, Gustar Indarto menyampaikan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa.


 “Harapan di HUT RI ke-80 ini, kita sebagai penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan. Melalui upacara yang khidmat, kita diajak untuk mengingat jasa para pendahulu, sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka agar Indonesia semakin maju dan sejahtera,” ujarnya. 17 Agustus 2025.



Camat Sekadau Hilir juga berpesan kepada seluruh kepala desa di wilayahnya untuk turut melaksanakan upacara dengan penuh semangat. Menurutnya, peringatan HUT RI bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat agar generasi penerus tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.


 “Saya juga menyampaikan kepada seluruh kepala desa, selamat melaksanakan upacara dengan penuh khidmat. Semoga semangat HUT RI ke-80 ini semakin memperkuat persatuan dan kecintaan kita kepada bangsa,” tambah Gustar.


Peringatan HUT RI ke-80 di Sekadau Hilir berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, mencerminkan tekad masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan demi Indonesia yang lebih maju. (Nv).



Kamis, 14 Agustus 2025

Wakil Ketua DPRD Soroti Seringnya Pemadaman Listrik Mendadak

Wakil ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Handi.


Sekadau Kalbar, Wartacyber.com - Akhir-akhir ini intensitas pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Sekadau meningkat. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari para konsumen.


Wakil Ketua DPRD Sekadau, Handi termasuk salah satu yang cukup resah dengan kerapnya mati lampu secara tiba-tiba. Termasuk Kamis 14 Agustus 2025 malam sekitar pukul 22.30 WIB.


"Saya sering ditelepon teman-teman atau konsumen PLN mengapa sering mati lampu akhir-akhir ini. Kita juga tidak tahu apa kendala yang dihadapi PLN Sekadau," ujar Handi (14/8) malam.


Padahal menurutnya, pihak PLN rutin melakukan pemeliharaan setiap minggu.


"Setahu saya setiap hari Sabtu dilakukan pemeliharaan rutin. Tapi mengapa malah sering terjadi pemadaman. Padahal sebelumnya hal seperti ini jarang terjadi," tutur Handi.


Menurut Handi, pemadaman listrik secara mendadak baik karena faktor teknis maupun non teknis, seharusnya dapat diminimalisir. Sebab kata dia, pada saat pemeliharaan rutin pihak PLN dapat mengidentifikasi dimana letak kelemahan baik pada jaringan ataupun mesin dan sebagainya.


"Apalagi kalau padamnya di malam hari, ketika konsumen sangat membutuhkan penerangan listrik. Kalau ada kejadian tak terduga seperti jaringan tertimpa pohon tumbang, kita bisa memaklumi. Tapi tidak masuk akal juga kalau terlalu sering ada pohon tumbang," sebut Handi.


Ia meminta manajer PLN Sekadau sebagai penanggungjawab agar segera memaksimalkan pelayanan kepada konsumen. Terlebih PLN merupakan salah satu BUMN.


"Dalam waktu dekat kami (DPRD) akan memanggil manajer PLN Sekadau untuk meminta penjelasan beserta solusinya. Kita sebagai pelayan masyarakat tidak bisa membiarkan hal seperti ini terus terjadi," pungkas Handi. (Tim).

Kamis, 07 Agustus 2025

Dukung Penetapan DPT Kongres Persatuan PWI 2025, Kundori Tegaskan Hanya Ketua Definitif Berwenang Rekom Peninjau

Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori.

PONTIANAK – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Kundori, menyambut baik dan bersyukur atas keputusan resmi panitia Kongres Persatuan PWI 2025 yang telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan aturan keikutsertaan peninjau dalam kongres mendatang.


Kundori menyebut, keputusan itu merupakan langkah bijak dan berani yang telah lama dinantikan, terutama oleh daerah-daerah yang selama ini terdampak langsung akibat dinamika yang terjadi.


"Kami bersyukur karena apa yang selama ini kami harapkan dari daerah, tak terkecuali Kalbar, yakni persatuan akhirnya terwujud. Ini menunjukkan kebijaksanaan panitia kongres yang benar-benar ingin menjaga marwah PWI," ujar Kundori, Kamis (7/8/2025).


Menurutnya, penetapan DPT yang arif dan berlandaskan semangat persatuan menjadi bukti bahwa panitia ingin mengembalikan marwah dan normalitas organisasi.


“Langkah ini tidak hanya adil, tapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan integritas yang menjadi semangat utama PWI sebagai organisasi profesi pers tertua di Indonesia,” tegas Kundori.


Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang memutuskan bahwa penunjukan peninjau dalam Kongres Persatuan PWI 2025 harus berdasarkan rekomendasi resmi dari Ketua PWI Provinsi definitif, sebagai bentuk hak prerogatif kepemimpinan di daerah.


“Terima kasih kepada panitia yang telah menegaskan bahwa keikutsertaan peninjau hanya sah bila atas rekomendasi ketua definitif. Ini penting untuk menjaga tertib organisasi dan menghindari manuver-manuver liar,” ucapnya.


Karena itu, Kundori dengan tegas menyatakan bahwa PWI Kalbar di bawah kepemimpinannya tidak akan memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak yang mengaku sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalbar maupun kepada kelompok yang selama ini dianggap telah merusak citra organisasi.


"Komplotan tersebut sudah terlalu jauh. Mereka tidak hanya mengganggu roda organisasi, tapi juga telah merusak nama baik, marwah, dan citra PWI Kalbar. Tidak mungkin kami beri ruang pada kongres yang tujuannya justru memulihkan dan menyatukan,” tegas Kundori.


Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Kalbar, Gusti Yusri, turut menyambut baik keputusan SC dan OC Kongres Persatuan PWI 2025. Ia menilai, keputusan itu sudah tepat dan patut dijalankan oleh seluruh anggota PWI tanpa pengecualian.


"Semua pihak wajib tunduk dan patuh pada aturan yang telah diputuskan dan disahkan oleh panitia. Ini bentuk kedewasaan berorganisasi," kata Gusti Yusri.


Sejalan dengan Kundori, ia berharap Kongres PWI 2025 nanti bisa berjalan dengan lancar dan damai, sesuai semangat persatuan yang diusung. "Mudah-mudahan ini jadi titik balik, sekaligus semangat baru bagi seluruh insan pers yang tergabung dalam PWI," pungkasnya.


*DPT Sah, 87 Hak Suara Dipastikan Berlaku di Kongres PWI 2025*


Seperti diberitakan sebelumnya, panitia resmi menetapkan DPT yang akan digunakan dalam Kongres Persatuan PWI 2025 pada 29–30 Agustus mendatang di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Kabupaten Bekasi.


Total terdapat 87 hak suara dari seluruh provinsi dan satu daerah otonom. Jumlah ini berkurang satu dari sebelumnya karena Provinsi Banten yang tadinya memiliki tiga suara, kini hanya memiliki dua suara—masing-masing untuk dua kubu yang telah disahkan SC.


DPT ini mengacu pada struktur suara dalam Kongres PWI XXV di Bandung, dan digunakan sebagai dasar sah pemilihan Ketua Umum mendatang.


Selain menetapkan jumlah suara, panitia juga mengatur mekanisme keikutsertaan peninjau yang hanya dapat menghadiri pembukaan dan penutupan kongres. Peninjau ini juga harus direkomendasikan oleh Ketua PWI Provinsi definitif masing-masing. (*)

Empat Penambang Emas Ilegal Ditangkap

Penambang Emas Ilegal.

SEKADAU, Polda Kalbar - Polres Sekadau berhasil mengamankan 4 orang pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beraktivitas di aliran Sungai Sekadau. Keempat orang tersebut masing-masing berinisial IM (38), IN (29), MU (45), dan KS (32). 

Kapolres Sekadau, AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU Zainal Abidin, mengatakan keempat tersangka diamankan pada Selasa, 5 Agustus 2025. Tersangka melakukan aktivitas PETI di aliran Sungai Sekadau, tepatnya di Dusun Bangau, Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau.


"Petugas menyusuri Sungai Sekadau dan mendapati adanya kegiatan penambangan emas yang dilakukan di aliran sungai," ujar IPTU Zainal, Kamis (7/8).


Setelahnya, petugas mengamankan para tersangka dan barang bukti yang digunakan untuk aktivitas PETI. Diketahui jika keempat tersangka merupakan warga Kabupaten Melawi.


IPTU Zainal menyebut, pengungkapan kasus ini juga merupakan respons cepat Polres Sekadau terhadap keluhan masyarakat mengenai dugaan pencemaran Sungai Sekadau karena aktivitas PETI. 


Akibat perbuatannya itu, keempat tersangka dikenakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. 


Polres Sekadau terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI. Mengingat aktivitas tersebut memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya.


"Kepolisian telah melakukan berbagai upaya penghentian atau penertiban, baik itu persuasif maupun penegakan hukum. Termasuk memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI," jelas ITU Zainal.


Untuk itu, Polres Sekadau terus mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan. Masyarakat juga diminta melapor jika mengetahui adanya aktivitas PETI.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika mengetahui adanya aktivitas PETI, segera laporkan kepada pihak kepolisian," pungkasnya. (Tim).

Catat Sejarah Baru di Kalbar, Kabupaten Sekadau Resmi ODF

ODF Kabupaten Sekadau.

Sekadau, Wartacyber.com – Kabupaten Sekadau mencatat sejarah baru sebagai daerah pertama di Provinsi Kalimantan Barat yang mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS). Deklarasi tersebut berlangsung di Aula Institut Teknologi Keling Kumang, Kamis (7/8/2025), dengan mengusung tagline BEGAWAI AM (Bersama, Bergandeng, Bekerja Mewujudkan Sanitasi Higienis dan Aman).


Momentum ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama masyarakat, mitra pembangunan, serta seluruh pihak terkait dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau yang juga Ketua Panitia, Mohammad Isa, memaparkan bahwa keberhasilan ini melibatkan 58.675 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya, 1.158 KK telah memiliki akses sanitasi aman, 49.834 KK dengan sanitasi layak, 5.613 KK menggunakan sanitasi bersama, dan 1.246 KK masih memiliki akses sanitasi yang belum layak.


Dukungan besar datang dari Wahana Visi Indonesia (WVI), yang sejak 2011 telah bermitra dengan pemerintah dan masyarakat Sekadau, awalnya di 12 desa dan kini meluas menjadi 16 desa. Yakobus Runtuwene, Director Disaster Management WVI, mengungkapkan bahwa program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) digulirkan untuk menekan kasus diare yang sempat tinggi di Sekadau dan berdampak pada kesehatan anak. Desa Pantok menjadi pelopor deklarasi ODF pada 2018, hingga akhirnya pada tahun ini seluruh Kabupaten Sekadau resmi menyandang status ODF.


“Terima kasih kepada semua pihak yang mau bekerja sama menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kami akan terus melanjutkan program air dan sanitasi, dengan fokus pada penyediaan air minum di 94 desa di Sekadau,” kata Yakobus.


Apresiasi juga datang dari Indah Hidayat, Ketua Tim Kerja Penyetaraan Air dan Sanitasi Dasar Kementerian Kesehatan RI. Ia menilai pencapaian Sekadau ini sejalan dengan target RPJMN untuk menghentikan praktik BABS di seluruh kabupaten/kota.


Bupati Sekadau, Aron, mengingatkan bahwa perjuangan menuju ODF telah dimulai sejak 2018, dimulai dari Desa Pantok, kemudian merambah ke tingkat kecamatan pada 2023, dimulai dari Kecamatan Nanga Taman, disusul Nanga Mahap, Sekadau Hulu, Belitang, Belitang Hilir, Sekadau Hilir, hingga Belitang Hulu. “Kebanggaan kita adalah menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Barat yang mendeklarasikan ODF,” ujarnya.


Sementara itu, Christianus Lumano, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Ekonomi, menyampaikan bahwa target RPJMD 2025–2029 mencakup 100% akses air minum layak, 15% air minum aman, 90% sanitasi layak dengan 15% aman, serta 0% rumah tangga yang masih BABS. Ia menegaskan, pencapaian Sekadau ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait air bersih dan sanitasi.


Dengan deklarasi ini, Sekadau menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Kalbar seperti Sambas, Singkawang, dan Pontianak yang siap menyusul dalam mewujudkan lingkungan sehat dan bebas BABS. (Tim).

Minggu, 03 Agustus 2025

Kepala BPRPD Apresiasi Baksos Kesehatan dan Donor Darah

Baksos dalam rangka HUT Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau.

Sekadau, Wartacyber.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-75, Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 3 Agustus 2025, dan diikuti antusias oleh umat paroki.


Koordinator kegiatan sosial, Henyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian panitia terhadap kesehatan umat serta sebagai momen berbagi dalam suasana sukacita ulang tahun gereja.


“Kami panitia ingin berbagi rasa dengan umat sekalian dalam menyambut hari ulang tahun gereja kita yang tercinta ini, yang akan mencapai puncaknya pada 13 Agustus mendatang. Kami juga berterima kasih kepada umat yang telah datang dan memeriksakan kesehatannya,” ujar Henyanto, yang juga menjabat sebagai Koordinator Penanaman Modal di Dinas DPMPTSP Kabupaten Sekadau.


Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sekadau, Iwan Karantika, turut hadir dan memberikan apresiasi atas antusiasme umat dalam mendonorkan darah. Ia menekankan pentingnya ketersediaan darah yang sangat dibutuhkan masyarakat setiap harinya.


“Sesuai dengan tugas kami, PMI terus berupaya menyediakan darah bagi masyarakat Kabupaten Sekadau dan sekitarnya. Berdasarkan pengalaman, setiap hari selalu ada permintaan darah,” ungkap Iwan Karantika yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Retribusi dan Pajak Daerah (BPRPD). Kabupaten Sekadau.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat Katolik yang telah berpartisipasi dalam aksi donor darah ini. “Setetes darah yang didonorkan dapat menyelamatkan nyawa manusia,” tutupnya.


Kegiatan sosial ini menjadi salah satu rangkaian dari perayaan ulang tahun Paroki yang tidak hanya mengedepankan aspek spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam bidang kesehatan. (Tim).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

PEMDA