WARTA CYBER: Advertorial -->
Tampilkan postingan dengan label Advertorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Advertorial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2026

PWI Kalbar Buka Rekrutmen Anggota Baru, OKK ke-6 Digelar di Sanggau

PWI Kalbar.


Pontianak  — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat membuka rekrutmen calon anggota baru melalui pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-6 tahun 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sanggau pada 28 Oktober 2026.


Ketua PWI Kalbar, Kundori, mengatakan OKK merupakan salah satu tahapan penting bagi wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI.


“OKK adalah wadah untuk menjaring anggota baru dan persyaratan untuk menjadi anggota PWI, sebagaimana diamanatkan AD/ART,” kata Kundori saat rapat pengurus PWI Kalbar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (29/9/2026) malam.


Menurut Kundori, rekrutmen peserta OKK terbuka bagi wartawan di Kalimantan Barat yang memenuhi persyaratan dan ketentuan organisasi.


Salah satu persyaratan utama, kata dia, calon peserta merupakan wartawan yang telah menjalankan tugas jurnalistik minimal satu tahun, bertugas dan berdomisili di Kalimantan Barat, serta bekerja pada perusahaan media massa yang berbadan hukum pers.


“Yang paling utama adalah wartawan minimal telah satu tahun bekerja sebagai wartawan, bertugas dan berdomisili di Kalimantan Barat, dan juga bekerja pada media massa berbadan hukum pers. Ini harus dibuktikan dengan akta perusahaan,” jelasnya.


PWI Kalbar mengimbau wartawan yang berminat bergabung untuk mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan sebelum mengikuti proses seleksi dan OKK.


Pelaksanaan OKK diharapkan menjadi ruang pembekalan bagi calon anggota mengenai wawasan kewartawanan sekaligus pemahaman terhadap organisasi PWI, sehingga anggota baru memahami kode etik, profesionalitas, serta tata kelola organisasi sebelum menjadi bagian dari PWI.


Persyaratan Calon Anggota Muda PWI


Adapun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta pendaftaran anggota muda PWI antara lain:


1. Fotokopi akta notaris perusahaan pers Pasal 3 dan bukan PT perorangan.

2. Mengisi formulir pendaftaran.

3. Surat rekomendasi dari PWI kabupaten/kota bagi daerah yang telah memiliki kepengurusan.

4. Fotokopi ijazah terakhir, minimal berpendidikan SLTA.

5. Surat pernyataan pemohon di atas materai.

6. Surat keterangan dari pemimpin redaksi atau stempel redaksi tempat bekerja di atas materai.

7. Bukti karya jurnalistik minimal tiga tulisan atau berita dalam tiga bulan terakhir.

8. Fotokopi kartu pers dari media tempat bekerja.

9. Sertifikat atau kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW), jika ada.

10. Kartu Tanda Penduduk (KTP).

11. Pas foto berwarna ukuran 2 x 3 centimeter sebanyak empat lembar.

12. Fotokopi sertifikat Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK).

13. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setelah dinyatakan lulus.

14. Membayar biaya atau iuran administrasi pendaftaran sesuai ketentuan.


Pendaftaran dan Formulir Hubungi CP. 0853-4740-1801 (Marupek)

Selasa, 22 September 2026

Sah! Taufik Terpilih Aklamasi Ketua PWI Sintang Masa Bakti 2026-2029

Pengukuhan PWI Sintang.

Sintang – Taufik Hidayat, terpilih aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sintang masa bakti 2026-2029 dalam Konferensi Kabupaten (Konferenkab) I yang digelar Selasa (22/9/2026) di Pendopo Wakil Bupati Sintang. 

Taufik beserta jajaran pengurus lainnya langsung di kukuhkan dan dilantik oleh Ketua PWI Kalbar Kundori dengan disaksikan jajaran pemerintah kabupaten Sintang. 


Taufik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi hingga terbentuknya kepengurusan definitif PWI Kabupaten Sintang.


“Proses kita cukup panjang. Tadi estimasi sidang sekitar satu jam, ternyata tidak cukup. Tetapi saya bersyukur hari ini PWI Sintang kembali memiliki kepengurusan definitif,” ujar Taufik, Pemred RRI Sintang ini.


Menurutnya,  keberadaan PWI di Kabupaten Sintang harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, jumlah anggota bukan menjadi ukuran utama, melainkan kualitas, kompetensi dan profesionalisme wartawan.


“PWI Sintang ke depan tidak boleh hanya menjadi organisasi tempat berkumpulnya wartawan. PWI harus menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, ruang berdiskusi sekaligus ruang perjuangan bersama bagi insan pers,” tegas Taufik.


Ia juga menyampaikan sejumlah program yang ingin diwujudkan selama masa kepemimpinannya, di antaranya peningkatan kompetensi wartawan, penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, keterlibatan wartawan dalam isu-isu strategis daerah, kegiatan sosial serta regenerasi organisasi.


“Kita ingin membawa PWI yang lebih terbuka, komunikatif, profesional dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.


Menurut Taufik, hubungan baik antara insan pers dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat perlu terus dibangun.


Namun, hubungan kemitraan tersebut, kata dia, tidak boleh menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.


“Hubungan yang baik harus dibangun agar komunikasi publik berjalan dengan baik. Kritik dapat disampaikan secara konstruktif dan masyarakat memperoleh informasi yang benar, berimbang serta dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.


Tingkatkan Kompetensi Wartawan


Salah satu fokus utama kepengurusan baru PWI Sintang adalah meningkatkan kompetensi wartawan, khususnya wartawan muda.


Taufik menyebut masih banyak wartawan muda di Sintang yang perlu mendapatkan ruang untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik, termasuk melalui pendidikan dan uji kompetensi.


Ia juga menyampaikan rencana kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka ruang peningkatan kapasitas wartawan, termasuk pemanfaatan fasilitas dan jaringan yang tersedia.


“Banyak wartawan muda. Kita ingin meningkatkan kualitas mereka, dari wartawan muda menjadi wartawan yang semakin profesional dan kompeten,” ujarnya.


Selain peningkatan kompetensi, Taufik juga ingin memperkuat kerja sama dengan berbagai stakeholder. Menurutnya, PWI harus mampu memberikan kontribusi lebih luas terhadap pembangunan daerah.


Ia mencontohkan berbagai persoalan daerah seperti kawasan gambut, daerah aliran sungai, kebakaran hutan dan lahan, wilayah perbatasan serta daerah terpencil sebagai isu yang perlu mendapat perhatian insan pers.


“Wartawan itu tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal. Karena itu, kita harus peka melihat persoalan yang ada di sekitar kita dan mampu mengemasnya menjadi karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya.


Taufik juga mendorong agar wartawan Sintang mampu menghasilkan karya jurnalistik yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.


Ia sendiri tercatat pernah memperoleh Anugerah Adinegoro, penghargaan jurnalistik bergengsi di lingkungan PWI.


“Pengalaman-pengalaman itu harus ditularkan kepada teman-teman. Banyak hal menarik di lingkungan kita, terutama daerah perbatasan, daerah terpencil, kebakaran hutan dan lahan. Itu semua bisa menjadi cerita yang kuat,” ujarnya.


PWI Kalbar: Sintang Cetak Sejarah


Ketua PWI Provinsi Kalimantan Barat, Kundori, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Taufik Hidayat beserta seluruh jajaran pengurus PWI Kabupaten Sintang yang baru.


Kundori mengatakan, terbentuknya kepengurusan definitif PWI Sintang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi PWI di Kalimantan Barat.


“Ini menjadi sejarah baru. PWI Provinsi Kalbar sudah bisa membentuk kepengurusan definitif di Kabupaten Sintang,” kata Kundori.


Ia berharap status kepengurusan definitif tersebut dapat dijaga dengan baik dan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi PWI di Sintang.


Kundori juga menyampaikan bahwa PWI Kalbar akan terus mendorong peningkatan kompetensi anggota melalui berbagai kegiatan, termasuk pembekalan dan uji kompetensi.


Ia mengingatkan bahwa menjadi anggota organisasi profesi wartawan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga harus dibarengi pemahaman mengenai kode etik jurnalistik dan profesionalisme.


“Ke depan, anggota harus mendapatkan pembekalan sehingga memahami kode etik dan etika jurnalistik serta memiliki kapasitas dalam menjalankan profesinya,” ujarnya.


Kundori juga membuka peluang bagi wartawan di Sintang untuk mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan PWI Kalbar, termasuk agenda UKW yang direncanakan berlangsung di Sanggau.


Selain itu, ia berharap PWI Sintang dapat berperan dalam berbagai agenda organisasi PWI, termasuk kegiatan olahraga wartawan tingkat nasional.


Dalam struktur organisasi PWI, Ketua PWI Kabupaten Sintang juga menjadi bagian dari pleno PWI Provinsi Kalimantan Barat sehingga memiliki ruang untuk ikut serta dalam pembahasan organisasi di tingkat provinsi.


Pemkab Sintang Dorong Pers Tetap Jadi Mitra Kritis


Sementara itu, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, yang menutup rangkaian kegiatan menyampaikan ucapan selamat kepada Taufik Hidayat dan seluruh pengurus PWI Kabupaten Sintang periode 2026–2029.


Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi wadah bagi wartawan muda maupun masyarakat yang memiliki minat di bidang jurnalistik.


“Semoga di bawah kepemimpinan kepengurusan PWI yang baru ini, teman-teman wartawan dan anak-anak muda dapat terakomodasi dengan baik. PWI juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat dan keinginan menjadi jurnalis,” kata Florensius Ronny.


Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan PWI Sintang periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi bagi Kabupaten Sintang.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi kepengurusan PWI periode sebelumnya,” ujarnya.


Florensius menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang terbuka terhadap kritik dan masukan dari insan pers.


Menurutnya, pemerintah membutuhkan informasi dari berbagai perspektif sebagai bahan evaluasi dan pembanding dalam menjalankan pemerintahan.


“Jangan karena di pendopo wakil bupati lalu tidak boleh mengkritik pemerintah. Boleh. Itu merupakan informasi bagi kami. Mungkin keterbatasan kami membuat laporan dari struktural yang ada selalu terlihat baik. Karena itu kami membutuhkan masukan sebagai pembanding dan pembantu,” jelasnya.


Namun, ia mengharapkan kritik dan masukan yang disampaikan insan pers tetap bersifat konstruktif dan berlandaskan etika jurnalistik.


Florensius juga mengingatkan pentingnya penerapan kode etik jurnalistik di tengah perkembangan media sosial dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.


“Bagaimana memberikan kritik, masukan dan pendapat tentu ada etikanya. Saya yakin teman-teman PWI memahami hal tersebut,” katanya.


Ia berharap PWI Kabupaten Sintang yang baru dapat menjadi rumah bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. 

Selasa, 01 September 2026

BPBD Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan dan Sampah Sembarangan

 40 titik panas dan kebakaran.

TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) meminta masyarakat tidak menambah risiko dengan membakar lahan maupun sampah sembarangan. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops BPBD Kaltara, Rony Haryanto, S.T., M.T., mengatakan pencegahan Karhutla sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana, yakni tidak menyalakan api sembarangan. 

“Jangan membakar lahan dan jangan membakar sampah sembarangan. Api kecil bisa cepat meluas kalau kondisi mendukung,” kata Rony di Command Center Pusdalops BPBD Kaltara, Senin (31/8). 

Imbauan itu disampaikan ketika sejumlah wilayah Kaltara masih menghadapi ancaman kebakaran dan kabut asap. Sekitar 40 titik panas dan kebakaran terpantau berada di sejumlah lokasi, termasuk Selimau, Kelurahan Jelarai Selor, Karang Tigau, dan Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. 

Ronny menyebutkan bahwa lahan gambut menjadi salah satu perhatian karena api dapat lebih sulit ditangani. Kondisi semakin menantang ketika akses menuju lokasi terhambat jalan yang terputus atau jembatan yang mengalami kerusakan. 

Di tengah kondisi tersebut, petugas terus bergerak. Tim terpadu dari Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Polres, Kodim/TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Bulungan, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, dan Pemerintah Kabupaten Bulungan melakukan pemadaman serta penanganan di lokasi yang membutuhkan. 

Namun bagi Rony, upaya petugas tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya api. 

“Yang paling penting adalah mencegah. Jangan sampai api muncul karena pembakaran yang sebenarnya bisa kita hindari,” ujarnya. 

BPBD juga terus memantau perkembangan titik panas melalui data satelit dan informasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Personel ditempatkan secara bergantian untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. 

Meski jumlah titik panas di Kabupaten Bulungan mulai berkurang, pengawasan tetap dilakukan, terutama di kawasan gambut yang rawan dan berdekatan dengan laut. 

Sementara kabut asap yang terbawa angin juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar. 

Di atas semua itu, Rony kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai api membesar. Jika menemukan kebakaran lahan, informasi harus segera disampaikan kepada petugas. 

“Begitu melihat ada kebakaran, segera laporkan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat petugas bisa bergerak,” pungkasnya. (dkisp).

Senin, 31 Agustus 2026

Gerak Jalan Pelajar Meriahkan HUT ke-81 RI di Malinau, Tanamkan Nasionalisme dan Kedisiplinan

Gerak Jalan Tingkat Pelajar.

MALINAU, Wartacyber.com
– Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar Gerak Jalan Tingkat Pelajar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., mewakili Bupati Malinau Wempi W. Mawa, SE., MH.

Kegiatan berlangsung di Desa Malinau Kota, RT 4, tepatnya di depan Masjid An-Nur, Sabtu (29/8/2026) pagi. Gerak jalan diikuti para pelajar dengan penuh semangat sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Dalam sambutan Bupati Malinau Wempi W. Mawa yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, disampaikan bahwa kegiatan gerak jalan bukan hanya sebagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan.

Lebih dari itu, gerak jalan menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, kekompakan, kebersamaan, sportivitas, serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda.

“Para pahlawan telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurutnya, generasi penerus bangsa saat ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif, di antaranya melalui prestasi, pendidikan, kerja keras, menjaga persatuan, serta memberikan pengabdian bagi bangsa dan daerah.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang maupun kalah bukan menjadi tujuan utama, melainkan bagaimana kegiatan tersebut mampu membangun kebersamaan, kedisiplinan serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kebersamaan, menunjukkan kedisiplinan dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan,” pesannya.

Bupati Malinau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ketua panitia beserta jajaran, kepala sekolah, para guru, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan Gerak Jalan Tingkat Pelajar tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sekaligus menjadi momentum untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin, kompak, sportif, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

(Prokompim Kab. Malinau).

Minggu, 23 Agustus 2026

SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi

Uji Kompetensi Wartawan Siber.

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya menguasai satu keterampilan, tetapi dituntut mampu mengolah informasi dalam berbagai format, melakukan verifikasi secara ketat, hingga memahami perilaku audiens di ruang digital.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan ekosistem media siber nasional untuk menghadapi tantangan disinformasi sekaligus menjaga ruang publik yang sehat.

Menurut Firdaus, konvergensi antara media penyiaran publik dan media siber menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga kedaulatan informasi di Indonesia.

Jurnalis Dituntut Kuasai Banyak Keterampilan

Era digital membuat pekerjaan jurnalistik semakin kompleks. Jurnalis RRI maupun wartawan media siber dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi audio, video, fotografi, pengolahan data, serta teknologi peliputan bergerak.

Firdaus menyebut terdapat sejumlah kompetensi penting yang harus diperkuat.

Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan memiliki kemampuan profesional, menjaga independensi, integritas, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu menguasai teknologi peliputan menggunakan perangkat bergerak, mulai dari pengambilan foto, perekaman audio berkualitas hingga produksi video berita menggunakan smartphone.

Ketiga, fact-checking atau kemampuan verifikasi. Jurnalis dituntut mampu memeriksa data, menggunakan perangkat investigasi digital dan memastikan informasi yang disebarkan kepada publik terbebas dari hoaks maupun manipulasi.

Keempat, digital analytics dan GEO. Kemampuan membaca perilaku audiens serta mengoptimalkan distribusi berita di ekosistem digital menjadi bagian penting dari kompetensi jurnalistik modern.

Namun, Firdaus mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik.

"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional," kata Firdaus.

RRI dan SMSI Dinilai Memiliki Peran Strategis

RRI memiliki posisi sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jangkauan hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan.

Sementara SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi ribuan perusahaan media siber terbesar yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Keduanya dinilai memiliki kekuatan yang saling melengkapi. RRI memiliki jaringan penyiaran publik, sedangkan SMSI memiliki jaringan media siber yang kuat di tingkat daerah.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Dorong UKW dan Kolaborasi Newsroom

Dalam pemaparannya, Firdaus menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan RRI bersama SMSI.

Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta menyusun dan memperbarui materi UKW sesuai perkembangan kebutuhan jurnalistik.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi wartawan, tetapi juga memperkuat distribusi informasi pembangunan dan mengangkat potensi serta aspirasi masyarakat daerah ke panggung penyiaran publik nasional.

Media Siber dan Penyiaran Publik Harus Bersinergi

Firdaus menilai tantangan media ke depan bukan sekadar persaingan mendapatkan perhatian audiens, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terverifikasi dan berkualitas di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Karena itu, kolaborasi antara media penyiaran publik dan media siber dianggap penting untuk membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.

"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Firdaus.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. (Rilis).

Kontingen Jamnas XII Sekadau Tiba di Pontianak, 37 Peserta Kembali dengan Selamat

Kontingen Jambore Nasional.

PONTIANAK
– Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Sekadau tiba dengan selamat di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Minggu (23/8/2026).

Kontingen yang berjumlah 37 orang tersebut terdiri dari 32 Pramuka Penggalang dan lima orang pembina pendamping. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Inspektur Daerah bersama Ketua Kwarcab Sekadau, Hermansyah, di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, kontingen Jamnas XII asal Kwarcab Sekadau akhirnya kembali ke Kalimantan Barat menggunakan kapal laut KM Kelimutu dari Tanjung Priok, Jakarta.

Sebelumnya, kontingen dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau pada 10 Agustus 2026 di halaman Kantor Bupati Sekadau. Dari Sekadau, rombongan menuju Pontianak dan selanjutnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Jakarta.

Setibanya di Jakarta pada 11 Agustus 2026, kontingen mulai mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas XII, termasuk mendirikan tenda dan mempersiapkan berbagai perlengkapan.

Kegiatan Jamnas XII secara resmi dibuka pada 13 Agustus 2026 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 20 Agustus 2026 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso.

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, kontingen Kwarcab Sekadau bertolak dari Tanjung Priok menuju Pontianak pada 21 Agustus 2026 menggunakan KM Kelimutu.

Setelah tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak, seluruh anggota kontingen dilaporkan dalam kondisi sehat. Selanjutnya, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sekadau menggunakan bus DAMRI untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

Ketua Kwarcab Sekadau, Hermansyah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kontingen yang telah mengikuti Jamnas XII dengan baik.

“Selamat kepada seluruh kontingen. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Jambore Nasional dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memberikan kontribusi bagi perkembangan gerakan kepramukaan di Kabupaten Sekadau,” ujar Hermansyah.

Ia mengatakan, para peserta yang dikirim mengikuti Jamnas XII merupakan putra-putri terbaik Pramuka Penggalang dari Kabupaten Sekadau.

Hermansyah juga mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh anggota kontingen dapat kembali dalam keadaan sehat setelah menjalani perjalanan dan kegiatan selama kurang lebih 13 hari.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh kontingen dalam keadaan sehat. Tentu perjalanan selama 13 hari cukup melelahkan, terlebih anak-anak Pramuka harus berpisah dengan orang tua. Hari ini mereka akan melanjutkan perjalanan pulang ke Sekadau untuk kembali bertemu dengan orang tua masing-masing,” katanya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti Jamnas XII dapat menumbuhkan semangat, kemandirian, persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi para Pramuka Penggalang bagi kemajuan gerakan Pramuka di Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Inspektur Daerah, Awan Yuda Setiawan, berpesan kepada para alumni Jamnas XII Cibubur Tahun 2026 agar dapat menjadi panutan bagi teman-temannya di sekolah.

Ia berharap para peserta mampu membawa semangat kepramukaan yang diperoleh selama mengikuti Jamnas untuk diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

“Alumni Jamnas XII Cibubur Tahun 2026 harus bisa menjadi panutan bagi teman-temannya di sekolah dan mampu menggerakkan jiwa Pramuka di sekolah masing-masing,” pesan Awan Yuda Setiawan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya para peserta memiliki karakter yang baik, disiplin, berjiwa empati, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Jamnas XII, para peserta diharapkan dapat menjadi generasi muda yang mampu memberikan teladan positif serta turut mengembangkan gerakan Pramuka di Kabupaten Sekadau. (Tim).

Sabtu, 22 Agustus 2026

SMSI Kalbar Dorong Penataan Legalitas, Evaluasi Kepengurusan dan Penguatan Program Jaga Desa

Video conference.

Pontianak,Sabtu 22/08/2026 - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Barat terus mendorong penguatan kelembagaan dan penataan administrasi organisasi, khususnya kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.

Pembahasan organisasi tersebut digelar melalui video conference (vicon) dan dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Barat, Muhamad Khusyairi. Turut hadir Sekretaris SMSI Kalimantan Barat, Ahmad Dani, bersama jajaran pengurus,di ikuti juga Ketua SMSI Kabupaten / Kota .

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh kepengurusan SMSI di kabupaten/kota terdata dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masing-masing daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperjelas legalitas organisasi sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dan komunikasi SMSI dengan pemerintah daerah.

Kepengurusan SMSI kabupaten/kota yang belum terdaftar di Kesbangpol diminta segera menindaklanjuti kelengkapan administrasi. Pengurus diharapkan mempersiapkan dokumen organisasi, termasuk surat keputusan (SK) kepengurusan dan persyaratan administrasi lainnya.

“Ke depan kita ingin SMSI di kabupaten/kota dapat terdaftar di Kesbangpol. Dengan demikian, legalitas organisasi lebih jelas dan komunikasi dengan pemerintah daerah juga semakin baik,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pembahasan tersebut.

Selain penataan legalitas, SMSI Kalimantan Barat akan melakukan evaluasi terhadap kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. Evaluasi mencakup jumlah anggota, kesiapan struktur kepengurusan, serta pelaksanaan dan perkembangan program kerja organisasi. Evaluasi tersebut direncanakan pada Oktober atau November mendatang.

Dalam vicon tersebut, Program Jaga Desa juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari peran SMSI dalam mendorong keterlibatan media terhadap perkembangan desa, termasuk ikut mengawal pembangunan dan berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Sekretariat SMSI diminta melakukan monitoring terhadap perkembangan dan pelaksanaan Program Jaga Desa agar berjalan sesuai dengan arah dan tujuan organisasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.

Selain itu, SMSI pusat nantinya akan memberikan petunjuk dan arahan kepada jajaran pengurus daerah terkait langkah serta kinerja organisasi ke depan. Arahan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas pelantikan maupun kegiatan seremonial, tetapi juga menyangkut penguatan peran SMSI dalam berbagai persoalan sosial serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Penataan organisasi di tingkat kabupaten/kota diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dengan kepengurusan yang tertata, legalitas yang jelas, anggota yang aktif, serta program kerja yang terukur, SMSI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai organisasi perusahaan media siber secara profesional dan berkelanjutan. 

Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Bersama Forkopimda Pastikan Sinergi di Lapangan

Peninjauan Karhutla oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kubu Raya – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan komitmen langsung pemerintah dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.

Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di Kalimantan Barat, Presiden langsung menuju Lanud Supadio untuk menerima laporan terkini mengenai kondisi Karhutla sekaligus memantau upaya penanganan yang dilaksanakan oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur terkait.


Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito turut hadir bersama jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan soliditas dan kesiapan seluruh komponen daerah dalam mendukung arahan Presiden untuk mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

Presiden mendapatkan laporan mengenai perkembangan situasi Karhutla, termasuk hasil pemantauan titik panas dan kondisi di sejumlah wilayah yang terdampak. Berdasarkan laporan BNPB yang disampaikan kepada Presiden, pemantauan selama 24 jam menunjukkan adanya titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terindikasi sebagai titik api dan asap, dengan konsentrasi di antaranya berada di wilayah Ketapang, Kubu Raya dan Kayong Utara.

Presiden juga meninjau secara langsung operasi penanganan Karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Langkah tersebut merupakan bagian dari operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, masyarakat serta unsur terkait lainnya.

Selain penanganan di darat, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kementerian Kehutanan menyampaikan bahwa operasi terpadu pengendalian Karhutla di Kalimantan melibatkan berbagai kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan dan masyarakat. Di Kalimantan Barat, OMC sebelumnya telah dilaksanakan pada 13–17 Agustus 2026 dan peluang pelaksanaan kembali terbuka pada 23–27 Agustus 2026 sesuai kondisi atmosfer.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan Barat menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sumber daya negara bergerak secara terpadu dalam menangani Karhutla. Presiden sebelumnya telah memberikan instruksi kepada jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung ke daerah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan penanganan berlangsung cepat dan efektif. Untuk Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin upaya penanganan bersama pemerintah daerah.

Pangdam XII/Tpr bersama seluruh jajaran TNI di wilayah Kalimantan Barat siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanganan Karhutla. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel serta perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi Karhutla. Kehadiran langsung Presiden di Kalimantan Barat diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan sehingga dampak Karhutla terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi dapat diminimalkan. (Pendam XII/Tpr).

Turnamen Menembak Bupati Cup 2026 Diikuti 100 Lebih Peserta

Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026.

SEKADAU – Bupati Sekadau, Aron, membuka kegiatan Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup Tahun 2026, bertempat di Penanjung Island Sekadau, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Panitia Pelaksana, Sukaran, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga bertujuan mempersiapkan atlet menembak yang akan berlaga pada Porprov 2026.

“Tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov mendatang, sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” ujar Sukaran.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan didukung oleh para donatur. Turnamen dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Namun, apabila seluruh pertandingan dapat diselesaikan dalam satu hari, maka kegiatan akan diselesaikan pada hari ini.

Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Kabupaten Sekadau, Fransisco Wardianus alias Mejeng, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan olahraga menembak di Kabupaten Sekadau.

“Perbakin sudah menyelenggarakan tiga event di tahun 2026,” katanya.

Menurutnya, Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026 diikuti lebih dari 100 peserta. Para peserta bertanding dalam dua kelas, yakni PCP dan Uklik.

“Peserta lebih dari 100 orang. Ada dua kelas, yaitu PCP dan Uklik. Kegiatan ini juga untuk mempersiapkan diri mengikuti Porprov 2026,” jelasnya.

Ia menargetkan atlet menembak Sekadau mampu meraih medali emas pada Porprov 2026. Para atlet yang menunjukkan prestasi terbaik dalam turnamen ini akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Porprov.

Ketua KONI Kabupaten Sekadau, Sunardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan olahraga di Kabupaten Sekadau.

Ia mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet dan peserta yang mengikuti turnamen.

“Selamat bertanding kepada para atlet. Bagi yang menang, selamat. Bagi yang kalah jangan berkecil hati. Yang terpenting junjung tinggi sportivitas,” pesannya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Sekadau terhadap pelaksanaan Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sekadau, kami mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Aron.

Aron juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun dalam kondisi efisiensi, kegiatan olahraga dan pembinaan atlet tetap dapat dilaksanakan dengan baik melalui dukungan berbagai pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang ada di Kabupaten Sekadau. Meskipun dalam kondisi efisiensi, kegiatan ini dapat kita laksanakan dengan baik,” katanya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga konsentrasi selama pertandingan. Menurutnya, olahraga menembak membutuhkan persiapan dan konsentrasi yang tinggi.

“Saya berharap kepada peserta, menembak membutuhkan konsentrasi. Kunci sukses dalam lomba adalah persiapan yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, Aron meminta seluruh peserta dan panitia mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh senjata dalam kondisi aman sebelum pertandingan dimulai.

“Saya berharap sportivitas dijunjung tinggi dan senjata harus aman. Sebelum mulai, semua senjata harus dicek dengan baik,” tegasnya. (Nv).

Jumat, 21 Agustus 2026

Partai Demokrat Sekadau Gelar Bakti Sosial dan Tanam Pohon di GKII Tiberias

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Sekadau, Wartacyber.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di lingkungan rumah ibadah GKII Tiberias Sekadau, Jalan Keling Kumang, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (21/08/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan rumah ibadah, penanaman pohon, serta penyerahan tong sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, Aron, S.H., mengatakan, rangkaian kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam rangka memperingati HUT Partai Demokrat ke-25 dan HUT RI ke-81, kami pengurus Partai Demokrat melaksanakan beberapa kegiatan bakti sosial di lingkungan rumah ibadah yang ada di Kota Sekadau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pada hari ini dilaksanakan di GKII Tiberias Sekadau dengan melibatkan pengurus dan kader Partai Demokrat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan rumah ibadah.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan bakti sosial di GKII Tiberias Sekadau, dengan membersihkan lingkungan rumah ibadah, melakukan penanaman pohon, serta menyerahkan tong sampah,” lanjutnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari besar, tetapi juga dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Partai Demokrat Kabupaten Sekadau untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan lingkungan, sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (ST).

Kamis, 20 Agustus 2026

Polres Sekadau Tetapkan Oknum Perawat Jadi Tersangka Pencabulan Remaja Laki-laki

Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbuatan Cabul.

SEKADAU, Polda Kalbar - Seorang oknum perawat berinisial AH (50) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perkosaan dan perbuatan cabul terhadap remaja laki-laki berusia 15 tahun di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Tersangka kini ditahan di Rutan Polres Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin mengatakan, kasus tersebut menjadi perhatian publik, terutama setelah informasi mengenai kasus itu beredar di media sosial. Penanganannya dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sekadau.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di tempat praktik tersangka di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. Kasus tersebut diketahui keluarga setelah ibu korban mendapat kabar bahwa anaknya berada di IGD RSUD Sekadau. Setelah menjalani pemeriksaan medis, korban menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya kepada keluarga yang kemudian melaporkannya ke Polres Sekadau pada Senin (3/8/2026).

"Unit PPA Satreskrim kemudian menindaklanjuti laporan dengan memeriksa korban, pelapor dan sejumlah saksi, melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, visum et repertum, serta mengamankan sejumlah barang bukti," ungkap IPTU Zainal, Kamis (20/8).

Setelah melalui gelar perkara dan berdasarkan dua alat bukti yang sah, penyidik menetapkan AH sebagai tersangka pada Senin (10/8). Tersangka kemudian memenuhi panggilan penyidik pada Selasa (18/8) dan menjalani pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukum.

IPTU Zainal menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik melakukan penangkapan dan penahanan terhadap AH untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Penahanan dilakukan berdasarkan dua alat bukti yang sah.

"AH disangkakan dengan Pasal 473 ayat (4) dan/atau Pasal 473 ayat (1), Pasal 473 ayat (2) huruf b, Pasal 473 ayat (3) huruf a, b dan c, dan/atau Pasal 414 ayat (1) huruf b dan Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," tuturnya.

Penyidikan masih berlanjut dan korban juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau.

"Kami memahami kasus ini mendapat perhatian masyarakat. Kami mengimbau agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mempercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian," pungkas IPTU Zainal. (Humas).

Saksikan Ajang Bergensi, Turnamen Menembak 22-23 Agustus di Sekadau

 *Yuk! Sukseskan Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026*


Perbakin Kabupaten Sekadau.

Sekadau - Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Sekadau siap menggelar Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajang olahraga menembak tersebut akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan Penanjung Island, Kabupaten Sekadau. Turnamen ini terbuka bagi para pecinta olahraga menembak dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Dalam kompetisi tersebut, panitia mempertandingkan dua kategori utama, yakni Uklik Treepose jarak 17 meter dan PCP Treepose jarak 33 meter. Selain memperebutkan Piala Bupati Sekadau, peserta juga berkesempatan membawa pulang total hadiah sebesar Rp14 juta.

Persiapan pelaksanaan turnamen terus dimatangkan. Pada Selasa (18/8/2026), jajaran panitia melakukan survei lokasi untuk memastikan kesiapan arena pertandingan, termasuk area menembak dan lokasi bagi penonton.

Ketua Panitia Pelaksana, Sukaran, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis kegiatan telah dipersiapkan dengan baik.

“Kita sudah persiapan lokasi. Mulai dari tempat menembak dan lokasi penonton,” ujar Sukaran saat meninjau lokasi kegiatan.

Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Kabupaten Sekadau, Fransisco Wardianus atau yang akrab disapa Mejeng, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pematangan mental atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026.

Menurutnya, meskipun sejumlah nomor yang dipertandingkan dalam turnamen tidak seluruhnya masuk dalam cabang resmi Porprov, kompetisi tersebut tetap penting untuk meningkatkan pengalaman dan mental bertanding para atlet.

“Meski kelas yang dipertandingkan di turnamen ini tidak semuanya ada di Porprov, minimal ini menjadi ajang mengasah mental bertanding atlet kami. Mental bertanding sangat penting sebelum menghadapi kejuaraan yang sesungguhnya,” kata Mejeng.

Ia menegaskan, Perbakin Kabupaten Sekadau telah memasang target untuk menyumbangkan prestasi pada Porprov Kalbar 2026, dengan membidik satu medali emas.

“Kami menargetkan satu medali emas di Porprov 2026. Atlet-atlet Perbakin Sekadau sudah siap berlaga dan terus menjalani persiapan,” tegasnya.

Ketua KONI Kabupaten Sekadau, Sunardi, menyambut baik pelaksanaan Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026. Ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Porprov Kalbar 2026.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Perbakin. Kegiatan ini kami harapkan berjalan dengan lancar,” kata Sunardi.

Menurutnya, cabang olahraga menembak menjadi salah satu cabang yang akan berpartisipasi dalam Porprov Kalbar 2026. Karena itu, kesiapan atlet harus terus ditingkatkan melalui berbagai kompetisi.

“Untuk atlet penembak juga menjadi unggulan kita dalam ajang Porprov nanti. Sehingga perlu disiapkan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Penasehat Perbakin Kabupaten Sekadau, Syafi’i Yanto. Ia berharap turnamen menembak tingkat Kalimantan Barat tersebut dapat berlangsung sukses dan memberikan kesan positif bagi para peserta maupun masyarakat yang hadir.

Sebagai tuan rumah, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga nama baik Kabupaten Sekadau selama pelaksanaan turnamen.

“Dengan terlaksananya event turnamen menembak dengan sukses, maka akan menciptakan image yang baik untuk luar Sekadau,” tegasnya. (rls)

Jumat, 14 Agustus 2026

Wujudkan Sekadau Bersih dan Asri, Demokrat Gelar Aksi Lingkungan di Masjid Agung

Aksi kerja bakti dan penanaman pohon.

Sekadau, Wartacyber.com - Dalam rangka memperingati 25 tahun Partai Demokrat dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri melalui aksi kerja bakti dan penanaman pohon di lingkungan Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, KM 7 Jalan Sekadau–Sintang, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (14/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Partai Demokrat dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat dan berbagai elemen di Kabupaten Sekadau.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, Aron, S.H., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama sejumlah organisasi dan instansi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.

“Hari ini kami bersama pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, bersama Ormas Lawas Kabupaten Sekadau, Pengurus Masjid Sultan Anum Sekadau, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan bakti sosial di lingkungan masjid dan penanaman pohon,” ujar Aron.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan 25 tahun Partai Demokrat dan HUT RI ke-81, tetapi juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Sementara itu, Pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Abang Irwandi, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau yang telah memilih lingkungan Masjid Agung Sultan Anum sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi lingkungan masjid serta menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus Partai Demokrat Kabupaten Sekadau yang telah memilih Masjid Agung Sultan Anum sebagai tempat bakti sosial dalam Gerakan Langit Biru Indonesia Asri,” ungkap Abang Irwandi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Srikandi Demokrat Kabupaten Sekadau, Pengurus Ranting Partai Demokrat dari tujuh kecamatan se-Kabupaten Sekadau, anggota Ormas Lawas Kabupaten Sekadau, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Pengurus Masjid Sultan Anum Sekadau, serta simpatisan Partai Demokrat Kabupaten Sekadau.

Melalui kegiatan kerja bakti dan penanaman pohon ini, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama demi terciptanya lingkungan yang bersih, hijau, dan asri di Kabupaten Sekadau. (Tim).

Rabu, 12 Agustus 2026

Sah! Kepengurusan PWI Ketapang Terbentuk, Supriadi jadi Ketua Terpilih

Konferensi PWI Kabupaten Ketapang di salah satu hotel di Pontianak.

Pontianak - Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi dalam rapat pembentukan dan Konferensi PWI Kabupaten Ketapang di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (12/8/2026).

Dalam proses tersebut, Supriadi ditetapkan sebagai ketua melalui Konferensi Kabupaten dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, dengan Muhammmad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.

Adapun tim formatur yang ditetapkan terdiri atas Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansah. Tim ini selanjutnya bertugas menyusun kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang periode 2026-2029.

Supriadi mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan bersama dengan jajaran pengurus.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban,” ujar Supriadi.

Ia berharap PWI Provinsi Kalimantan Barat dapat terus mendampingi dan memberikan arahan kepada kepengurusan PWI Ketapang. 

"Kita juga membuka ruang untuk seluruh wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung di dalam rumah besar PWI Kabupaten," tegasnya. 

Setelah kepengurusan terbentuk, pihaknya akan menyusun sejumlah program kerja untuk menguatkan kembali keberadaan PWI di Kabupaten Ketapang.

“Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang. 

Ia mengatakan proses pembentukan tersebut telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan sesuai AD/ART organisasi.

Menurut Kundori, terbentuknya PWI Kabupaten Ketapang menjadi bagian dari sejarah baru organisasi PWI di Kalimantan Barat. Saat ini, PWI telah memiliki kepengurusan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sekadau.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Ia berharap keberadaan PWI di Ketapang dapat berkembang sekaligus menjadi wadah untuk mendorong praktik jurnalistik yang profesional dan berpegang pada kode etik.

Kundori mengingatkan wartawan untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak memenuhi prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota menjaga marwah organisasi dan menjalankan profesi wartawan secara profesional. (Rilis).

Selasa, 11 Agustus 2026

Diduga Status HGU Belum Jelas, Ketua Komisi II DPRD Sekadau Desak Usut Tuntas PT CDS

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan.

SEKADAU, WARTACYBER.COM – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan, meminta status perizinan lahan yang dikelola PT Cakradaya Sukses (CDS) di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, segera diperjelas.


Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan bahwa perusahaan belum dapat menunjukkan dokumen Hak Guna Usaha (HGU) yang menjadi dasar hukum pengelolaan lahan tersebut.


Yodi menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, maka pihak perusahaan harus bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Jika benar perusahaan tidak memiliki dokumen resmi, maka langkah yang harus diambil adalah mengembalikan lahan kepada masyarakat yang sebelumnya menyerahkan tanah tersebut," ujar Yodi, Selasa (11/8/2026).


Ia menilai, setiap kegiatan pengelolaan lahan harus memiliki dasar hukum dan perizinan yang jelas. Menurutnya, kepastian status HGU menjadi salah satu hal penting untuk memastikan kegiatan perusahaan tidak mengabaikan hak-hak masyarakat atas tanah.


"Kami menjaga hak konstituen kami. Jangan sampai masyarakat kehilangan lahannya sementara perusahaan tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengelolanya. Keadilan bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegasnya.


Yodi juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi terkait segera melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap seluruh dokumen perizinan PT CDS.


Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan agar status lahan dan legalitas kegiatan perusahaan dapat diketahui secara terang serta tidak menimbulkan persoalan yang lebih luas di tengah masyarakat Kecamatan Belitang Hulu.


Soroti Surat Edaran Bupati Sekadau

Dalam persoalan tersebut, terdapat pula Surat Edaran Bupati Sekadau Nomor 522/545/Hutbun tertanggal 6 Mei 2015 yang menindaklanjuti surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.170/Menhut-II/KUM/2025 tertanggal 31 Maret 2015 mengenai tumpang tindih Areal Penggunaan Lain (APL) dengan areal Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Finantara Intiga.


Dalam surat tersebut, antara lain disebutkan bahwa masyarakat maupun perusahaan yang telah mengajukan perizinan pada lokasi APL yang tumpang tindih dengan PT Finantara Intiga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pembebasan lahan, land clearing maupun kegiatan fisik lainnya sebelum dilakukan adendum terhadap SK Menteri Kehutanan Nomor 750/Kpts-II/1996.


Surat tersebut juga menyebutkan akan dilaksanakan sosialisasi mengenai proses pengembalian APL yang tumpang tindih dengan PT Finantara Intiga oleh Tim Pembina Proyek Perkebunan dan Pertambangan (TP4K) Kabupaten Sekadau kepada masyarakat setempat sesuai ketentuan dan kewenangan pemerintah daerah.


Yodi menilai, dokumen dan riwayat status lahan tersebut perlu menjadi bagian dari pemeriksaan menyeluruh oleh instansi berwenang untuk memastikan tidak ada persoalan hukum maupun administrasi dalam pengelolaan lahan.


Sementara itu, pihak Humas PT CDS, Agus, ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, menyampaikan bahwa menurut informasi yang diketahuinya, persoalan dengan PT Finantara Intiga sudah tidak ada lagi.


"Setahu saya sudah gak ada masalah lagi dengan Finantaranya. Rencananya minggu depan dari tim kami bisa ketemulah dulu biar gak simpang siur," ujar Agus.


Namun, ketika diminta menunjukkan dokumen atau surat resmi dari PT Finantara Intiga maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai dasar untuk memperkuat pernyataan tersebut, hingga berita ini diterbitkan pihak Humas PT CDS belum menunjukkan dokumen dimaksud kepada tim.


Dengan demikian, status dan dasar hukum pengelolaan lahan PT CDS masih perlu diklarifikasi melalui dokumen resmi serta verifikasi dari instansi pemerintah yang berwenang.


Persoalan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar memberikan kepastian hukum bagi perusahaan sekaligus menjamin perlindungan terhadap hak masyarakat yang berkaitan dengan lahan tersebut.

(Tim).

Kamis, 30 Juli 2026

Polres Sekadau Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat Pria di Dusun Senuruk

Penemuan Mayat.

SEKADAU, Polda Kalbar - Polres Sekadau melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas penemuan mayat seorang pria di Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (30/7/2026).

Korban diketahui bernama Abdul Awal (54), warga Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak mengeluarkan sepeda motor dari dalam rumahnya sekitar pukul 04.30 WIB.


Saat membuka pintu rumah, saksi mendapati korban tergeletak di depan rumah dalam kondisi tidak bergerak. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Senuruk, yang selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin dan pihak kepolisian.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan membenarkan adanya laporan tersebut. Menindaklanjuti informasi yang diterima, personel Polsek Sekadau Hilir bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.

Di lokasi kejadian, petugas memasang garis polisi (police line) guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), kemudian melakukan olah TKP, mendokumentasikan kondisi di lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, ditemukan obat di saku depan celana korban yang turut didokumentasikan sebagai bagian dari proses pemeriksaan," kata IPDA Iwan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Abdul Awal diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Sekitar dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menghubungi keluarganya melalui telepon dan mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Menurut keterangan anak korban, sekitar dua hari sebelumnya korban sempat menelepon keluarga, mengeluhkan sedang sakit dan berencana pulang ke rumah," tuturnya.

Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Sekadau untuk menjalani pemeriksaan medis. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga guna melengkapi proses penyelidikan. (Humas).

Jumat, 17 Juli 2026

Gerakan Langit Biru Dimulai, Aron Ajak Warga Sekadau Budayakan Buang Sampah pada Tempatnya

Baksos Partai Demokrat.

SEKADAU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau menggelar bakti sosial melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Gereja Agung Sekadau, Jum'at (17)7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Partai Demokrat yang diperingati pada September mendatang.

Bupati Sekadau yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, Aron, mengatakan Gerakan Langit Biru akan dilaksanakan di tiga lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat membangun budaya hidup bersih.

"Hari ini kegiatan dimulai di Gereja Agung Sekadau. Selanjutnya pada 14 Agustus akan dilaksanakan di Masjid Agung dan pada 21 Agustus di Gereja Tiberias. Ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun Partai Demokrat yang akan kami laksanakan pada bulan September," ujar Aron.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

"Kebersihan merupakan investasi yang sangat besar bagi kita semua. Dengan menjaga lingkungan tetap bersih, maka masyarakat juga akan hidup lebih sehat. Ini menjadi salah satu komitmen Partai Demokrat," katanya.

Aron menekankan bahwa gerakan sosial tersebut tidak hanya berupa aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi momentum mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, dimulai dari lingkungan keluarga.

"Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih sejak dari rumah, termasuk membudayakan membuang sampah pada tempatnya," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Aron juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi yang turut berpartisipasi serta jajaran pengurus Partai Demokrat Kabupaten Sekadau yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Sekadau yang bersih, sehat, dan asri. (Tim).

Rabu, 15 Juli 2026

PGD Sekadau Siap Digelar 21-25 Juli, Sub Suku Benawas Jadi Tuan Rumah

Konferensi Pers.

Sekadau, Wartacyber.com - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, bertempat di Lupung Coffee, Rabu (15/7/2026).


Pada Kesempatan tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengatakan Pekan Gawai Dayak XV akan digelar pada 21–25 Juli 2026. 


"Kami mengajak seluruh masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Sekadau dan Provinsi Kalimantan Barat, untuk bersama-sama meramaikan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak XV, Bernadus Mohtar, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah berjalan dengan baik dan panitia siap melaksanakan Pekan Gawai Dayak.


Pada 20 Juli 2026 akan dilaksanakan seminar Gawai Dayak, rapat koordinasi panitia, serta peninjauan kesiapan pelaksanaan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


"Pada tanggal 21 Juli nanti, pembukaan akan diawali dengan penampilan display budaya sebagai bagian dari rangkaian seremoni pembukaan," kata Bernadus.


Ia menjelaskan, di Kabupaten Sekadau, terdapat 13 kampung Sub Suku Dayak Benawas yang tersebar di Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Sekadau Hilir, tahun ini, Sub Suku Dayak Benawas mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Gawai.


"Berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya akan digelar untuk memeriahkan Pekan Gawai Dayak XV. Di antaranya lomba pop singer, tari kreasi, fashion show anak, pemilihan Bujang Dara, lomba melukis perisai, lomba ketapel, lomba menyumpit, serta lomba pangkak gasing," kata Mohtar 


"Peserta kegiatan merupakan utusan Dewan Adat Dayak dari setiap kecamatan serta perwakilan paguyuban yang ada di Kabupaten Sekadau," tambahnya.


Adapun tema Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 adalah "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan".


"Melalui tema ini  kami berharap Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan keberlanjutan," tutupnya.(Nv).

Kamis, 02 Juli 2026

BEM ITKK Dukung MBG dan KDKMP, Minta Evaluasi Berkala dan Pengawasan Diperketat

Risky Septyan Kuswara.

SEKADAU - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau, Risky Septyan Kuswara, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah yang memiliki tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memperkuat perekonomian masyarakat. Menurutnya kedua program tersebut memiliki visi yang baik apabila dijalankan secara tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. 

"Menurut saya, kedua program tersebut memiliki tujuan yang baik dan berorientasi jangka panjang. Program Makan Bergizi Gratis dapat membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak sehingga mereka bisa belajar dengan lebih baik. Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa jika dikelola secara profesional," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan kedua program tersebut sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan di lapangan. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan implementasinya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai, manfaat Program Makan Bergizi Gratis mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama di wilayah yang pelaksanaannya telah berjalan dengan baik.

"Program MBG dapat membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan makan anak di sekolah. Namun, karena program ini masih terus berjalan, tentu masih membutuhkan waktu dan evaluasi agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menjalankan kedua program tersebut. Salah satunya adalah pemerataan pelaksanaan di berbagai daerah yang memiliki kondisi dan karakteristik berbeda.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur, SDM serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Selain itu, transparansi, pengawasan dan pendataan penerima manfaat juga harus diperkuat agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

"Transparansi, pengawasan dan pendataan penerima manfaat sangat penting agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan," jelasnya.

Risky juga mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus terus dievaluasi agar semakin efektif.

"Saya mendukung selama program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut saya, setiap program yang berdampak positif sebaiknya dilanjutkan, tetapi tetap harus disertai evaluasi secara berkala. Dengan begitu, jika ada kekurangan dapat segera diperbaiki sehingga program menjadi lebih efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Risky berharap pemerintah terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi kebijakan. Menurutnya, komunikasi yang baik mengenai tujuan dan mekanisme program juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Saran saya, pemerintah perlu terus melakukan evaluasi, memperkuat pengawasan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Selain itu, komunikasi mengenai tujuan dan mekanisme program juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan pelaksanaan yang transparan dan melibatkan berbagai pihak, saya yakin program-program tersebut dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tukasnya. (Tim).

Kamis, 25 Juni 2026

Bertahun-tahun Terabaikan, Warga Keluhkan Jalan Penghubung Sekadau–Sintang yang Rusak

Jalan Rusak.

Sekadau, Wartacyber.com – Masyarakat di desa Nanga Biaban dan Desa Sunsong kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mendesak pemerintah daerah kabupaten Sekadau untuk segera membenahi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan.

Akses jalan yang menghubungkan desa Nanga Biaban dan desa Sunsong kecamatan Sekadau Hulu kabupaten Sekadau. Akses jalan tersebut juga menghubungkan ke desa Pekayau kabupaten Sintang.

Di kawasan tersebut dinilai sudah lama terabaikan dan sangat menghambat aktivitas urat nadi perekonomian warga.

Keluhan ini mencuat seiring dengan sulitnya mobilitas yang menghubungkan Desa Sunsong menuju desa Nanga Biaban hingga Desa Pekayau kecamatan Sepauk kabupaten Sintang dan desa-desa lainnya di kabupaten Sintang. 

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, yang enggan namanya dipublikasikan menegaskan bahwa pembangunan jalan di wilayah desa Nanga Biaban menuju desa Sunsong kecamatan Sekadau Hulu sudah masuk dalam taraf kebutuhan mendesak.

Sebagai wilayah yang kaya akan adat, budaya, serta memiliki populasi penduduk yang besar, ketertinggalan infrastruktur ini dinilai sangat ironis.

"Kami berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat tidak menutup mata. Daerah kami ini luas, masyarakatnya banyak, dan potensi pertaniannya besar. Infrastruktur yang baik adalah kunci agar masyarakat kami bisa sejahtera," ujarnya kepada media, Kamis (25/6/2026).

Hal senada juga dilontarkan warga lainnya berinisial PS, beliau membeberkan realita pahit yang harus dihadapi warga sehari-hari. Akses jalan yang hancur menuju pusat Kecamatan Sekadau Hulu maupun ke ibu kota Kabupaten Sekadau, tidak hanya memukul sektor ekonomi, tetapi juga mengancam masa depan pendidikan anak-anak di pedalaman.

"Kondisi jalan yang belum memadai ini menyulitkan anak-anak pergi ke sekolah. Jangankan warga, para guru dan petugas pelayanan publik saja kesulitan untuk masuk ke desa-desa. Kami ingin ada pemerataan pembangunan," keluhnya. 

"Akses jalan tersebut, sampai saat ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, kendaraan roda dua aja susah mau terobos apalagi di musim penghujan. Harga barang mahal sedangkan hasil pertanian dan perkebunan murah. Bagaimana masyarakat bisa makmur," tambahya. 

Kecamatan Sekadau Hulu merupakan salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten Sintang. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah daerah kabupaten Sekadau bisa benar-benar memperhatikan akses jalan tersebut dan bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat, bukan sekadar janji manis. (Sy)


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda