BEM ITKK Dukung MBG dan KDKMP, Minta Evaluasi Berkala dan Pengawasan Diperketat - WARTA CYBER -->

Kamis, 02 Juli 2026

BEM ITKK Dukung MBG dan KDKMP, Minta Evaluasi Berkala dan Pengawasan Diperketat

Risky Septyan Kuswara.

SEKADAU - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau, Risky Septyan Kuswara, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah yang memiliki tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memperkuat perekonomian masyarakat. Menurutnya kedua program tersebut memiliki visi yang baik apabila dijalankan secara tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. 

"Menurut saya, kedua program tersebut memiliki tujuan yang baik dan berorientasi jangka panjang. Program Makan Bergizi Gratis dapat membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak sehingga mereka bisa belajar dengan lebih baik. Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa jika dikelola secara profesional," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan kedua program tersebut sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan di lapangan. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan implementasinya benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai, manfaat Program Makan Bergizi Gratis mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama di wilayah yang pelaksanaannya telah berjalan dengan baik.

"Program MBG dapat membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan makan anak di sekolah. Namun, karena program ini masih terus berjalan, tentu masih membutuhkan waktu dan evaluasi agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menjalankan kedua program tersebut. Salah satunya adalah pemerataan pelaksanaan di berbagai daerah yang memiliki kondisi dan karakteristik berbeda.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur, SDM serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Selain itu, transparansi, pengawasan dan pendataan penerima manfaat juga harus diperkuat agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

"Transparansi, pengawasan dan pendataan penerima manfaat sangat penting agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan," jelasnya.

Risky juga mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus terus dievaluasi agar semakin efektif.

"Saya mendukung selama program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut saya, setiap program yang berdampak positif sebaiknya dilanjutkan, tetapi tetap harus disertai evaluasi secara berkala. Dengan begitu, jika ada kekurangan dapat segera diperbaiki sehingga program menjadi lebih efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Risky berharap pemerintah terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi kebijakan. Menurutnya, komunikasi yang baik mengenai tujuan dan mekanisme program juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Saran saya, pemerintah perlu terus melakukan evaluasi, memperkuat pengawasan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Selain itu, komunikasi mengenai tujuan dan mekanisme program juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan pelaksanaan yang transparan dan melibatkan berbagai pihak, saya yakin program-program tersebut dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tukasnya. (Tim).

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar