Dinkes Sekadau Perkuat Strategi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi - WARTA CYBER -->

Kamis, 02 Juli 2026

Dinkes Sekadau Perkuat Strategi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Rapat Advokasi dan strategi Penurunan AKI dan AKB.

Sekadau Kalbar, Wartacyber.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau menggelar rapat advokasi dan strategi percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sekadau. Bertempat di Aula Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Sekadau, Kamis (2/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi sebagai generasi penerus bangsa.


"Indikator keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan ekonomi, tetapi juga keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai generasi penerus bangsa," ujar Henry Alpius.


Menurutnya, angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan melalui berbagai strategi, salah satunya dengan memperkuat pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi hingga ke pelosok desa.


Henry Alpius menegaskan, kebijakan yang dibangun ke depan harus berbasis data, didukung pembiayaan yang memadai, memiliki indikator yang terukur, serta dievaluasi secara berkelanjutan agar setiap program benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


"Kedepan kebijakan yang kita bangun harus berbasis data, didukung pembiayaan yang memadai, memiliki indikator yang terukur serta evaluasi secara berkelanjutan agar setiap program memiliki dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.


Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan keselamatan ibu dan bayi sebagai prioritas pembangunan daerah melalui komitmen yang kuat, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta kolaborasi lintas sektor.


"Kita optimistis dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, keberhasilan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah.


Menurut Subandrio, berdasarkan data yang ada, permasalahan kematian ibu masih menjadi perhatian bersama karena setiap kasus kematian ibu merupakan kehilangan yang sangat besar bagi keluarga, masyarakat, maupun daerah.


Di sisi lain, kondisi angka kematian bayi masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Data menunjukkan angka kematian bayi pada tahun 2021 tercatat 9 per 1.000 kelahiran hidup, turun menjadi 6 per 1.000 kelahiran hidup pada 2022, kembali meningkat menjadi 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2023, naik menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2024, dan sedikit menurun menjadi 13 per 1.000 kelahiran hidup pada 2025.


"Hal ini harus menjadi perhatian serius karena keselamatan ibu dan bayi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bayi yang sehat berawal dari ibu yang sehat dan memperoleh pelayanan yang berkualitas sejak masa kehamilan hingga persalinan," ujarnya.


Subandrio mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi profesi, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sekadau.


"Dengan komitmen yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Sekadau mampu terus menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi capaian statistik, tetapi merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi hak setiap ibu untuk menjalani kehamilan dan persalinan yang aman, serta hak setiap bayi untuk lahir sehat dan tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas," pungkasnya. (Nv).

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar