WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Senin, 07 September 2026

Hadapi Kabut Asap, Forkopimcam Belitang Hilir Bagikan Masker kepada Masyarakat

Pembagian Masker. (Foto:ist).

Sekadau, Wartacyber.com — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Belitang Hilir melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga kesehatan warga di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kabupaten Sekadau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya perusahaan, TNI-Polri serta pihak terkait lainnya. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah.

Camat Belitang Hilir, Evodius, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah kecamatan bersama seluruh pihak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, terutama dalam menyikapi kondisi kabut asap yang semakin meningkat di Kabupaten Sekadau,” kata Evodius.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Bagi masyarakat yang harus keluar rumah, kami mengimbau agar selalu menggunakan masker, banyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Terutama ibu hamil, bayi, balita dan lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.

Menurut Evodius, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.

Selain menjaga kesehatan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat saat ini musim kemarau panjang, kita khawatir api dapat meluas dan menyebabkan kebakaran,” tegasnya.

Evodius berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan apabila melihat adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sejak dini,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Belitang Hilir. (Tim).

Cegah Karhutla, Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi Bersama Masyarakat Sekadau

Sosialisasi Karhutla. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com — Tim Penyuluhan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI terus memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sekadau, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus, mengapresiasi kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu.

Menurut Fransisco, penyuluhan tersebut sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang dilakukan Mabes TNI. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami dampak Karhutla dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Fransisco.

Ia menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah kecamatan bersama desa, aparat keamanan dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita menjaga lingkungan bersama dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di wilayah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat TNI-Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.

Tim penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai strategi penanganan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk pemadaman melalui jalur darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penyuluhan Karhutla tersebut akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat.

Dengan meningkatnya pemahaman serta partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau dapat terlindungi dari ancaman kebakaran hutan, lahan dan kabut asap. (Tim).

Kwarcab Pramuka Sekadau Gelar KMD, 62 Calon Pembina Siaga Ikuti Pelatihan

Kursus Mahir Dasa. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com
— Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sekadau menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi calon pembina golongan Siaga. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 62 peserta dan dipusatkan di SDN 04 Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (7/9/2026).

Kegiatan KMD dilaksanakan selama enam hari, mulai 7 hingga 12 September 2026. Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan menjalani pembelajaran dengan total 70 Jam Pelajaran (JP).

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sekadau, Hermansyah, mengatakan pelaksanaan KMD merupakan salah satu tahapan penting bagi peserta yang ingin memperoleh ijazah pembina golongan Siaga.

"Kegiatan KMD ini diselenggarakan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh ijazah pembina golongan Siaga," kata Hermansyah.

Menurutnya, pelaksanaan KMD tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administrasi. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar dan metode kepramukaan yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembinaan anggota Pramuka Siaga.

Hermansyah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Sekadau Bidang Hukum dan Politik berharap, melalui kegiatan tersebut akan lahir pembina-pembina yang memiliki kompetensi, kreativitas dan integritas dalam menjalankan tugas pembinaan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lahir pembina-pembina Pramuka Siaga yang kompeten, kreatif, berintegritas, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan pembina memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menggali potensi generasi muda. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas pembina perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kegiatan kepramukaan dapat berlangsung menarik, edukatif dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Gunawan, mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan KMD dengan serius dan penuh tanggung jawab.

"Ikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Kami berharap para peserta nantinya dapat memberikan kontribusi dalam menggerakkan generasi muda Kabupaten Sekadau agar menjadi generasi yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Gunawan juga berharap hasil dari pelaksanaan KMD dapat memperkuat kemampuan para calon pembina dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda.

"Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan para calon pembina dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda, sekaligus menghadirkan kegiatan kepramukaan yang positif, kreatif dan mampu membangun karakter," pungkasnya. (Tim).

1.805 Kasus ISPA Tercatat di Sekadau

Kasus ISPA di Kabupaten Sekadau. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau mencatat sebanyak 1.805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-33 tahun 2026.

Data kumulatif tersebut dihimpun dari 12 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sekadau. Dari seluruh Puskesmas tersebut, Puskesmas Sekadau menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi.

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan Puskesmas Sekadau mencatat sebanyak 487 kasus atau sekitar 26,98 persen dari total kasus ISPA.

“Puskesmas Sekadau menjadi Puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi. Dari total 1.805 kasus, sebanyak 487 kasus tercatat di Puskesmas Sekadau,” ujar Henry, Senin (7/9/2026).

Setelah Puskesmas Sekadau, jumlah kasus terbanyak tercatat di Puskesmas SP3 Trans sebanyak 266 kasus atau 14,74 persen.

Selanjutnya, Puskesmas Nanga Taman mencatat 150 kasus, Simpang Empat Kayu Lapis 149 kasus, Selalong 142 kasus, dan Rawak sebanyak 140 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Sebetung mencatat 130 kasus, Nanga Mahap 119 kasus, Nanga Belitang 102 kasus, Tapang Perodah 69 kasus, dan Balai Sepuak sebanyak 41 kasus.

Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Puskesmas Sungai Ayak, yakni sebanyak 10 kasus atau sekitar 0,55 persen dari total kasus.

Henry mengatakan, data tersebut menjadi perhatian pihaknya, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Selain berdasarkan wilayah, data Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau juga menunjukkan kasus ISPA mengalami fluktuasi setiap pekan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-5 dengan 78 kasus, sedangkan jumlah terendah tercatat pada minggu ke-23 dengan 27 kasus.

“Data ini menjadi salah satu perhatian kami, terutama ketika kondisi kualitas udara kurang baik. Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.

Henry mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

“Kalau mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada atau kondisi kesehatan semakin terganggu, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” pungkasnya. (Tim).

Musim Kemarau, DPKP Sekadau Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Kepala DPKP, Eko Sulistyo. (Foto:nv). 

SEKADAU, Wartacyber.com — Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebagai bentuk sinergitas lintas sektor, Posko Penanggulangan Karhutla disiagakan di Kantor DPKP Kabupaten Sekadau untuk mendukung koordinasi serta penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sekadau, Senin (7/9/2026).

Kepala DPKP Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, menjelaskan bahwa Posko Penanggulangan Karhutla tersebut dibentuk setelah pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang digelar di Mapolres Sekadau pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, kesiapsiagaan, serta penanganan darurat Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.

"Awalnya posko yang berada di Kantor DPKP Sekadau ini merupakan posko kecamatan, sedangkan untuk posko Karhutla tingkat kabupaten berada di Polres Sekadau. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan Polres Sekadau, kegiatan penanggulangan Karhutla kemudian berfokus di Kantor DPKP Sekadau, termasuk pembagian masker kepada masyarakat kemarin," ungkap Eko.

Dalam pelaksanaannya, DPKP Kabupaten Sekadau juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya BPBD, Damkar, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta TNI-Polri.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi Karhutla di lapangan.

"Jika terjadi masalah Karhutla, kami tanggap untuk itu dan bersama-sama menanggulangi bencana yang terjadi di lapangan. Kami juga melibatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan Karhutla ini," ujarnya.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Eko menyebutkan DPKP Kabupaten Sekadau saat ini memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran serta empat unit alat semprot portable yang dilengkapi selang dan didukung personel.

Namun, dari dua unit mobil Damkar tersebut, hanya satu unit yang dapat dikerahkan untuk penanganan Karhutla. Sementara satu unit lainnya harus tetap disiagakan di posko untuk mengantisipasi kejadian kebakaran lainnya, termasuk kebakaran hunian masyarakat.

"Jumlah armada di Damkar ini ada dua mobil Damkar serta alat semprot portable ada empat lengkap dengan selang dan personel. Namun, dari dua mobil Damkar hanya satu yang bisa kami kerahkan karena satu lagi harus tetap standby di posko untuk digunakan jika ada kebakaran lainnya seperti hunian masyarakat," pungkasnya.

DPKP Kabupaten Sekadau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Wn).

Pelepasan Peserta PLP-2 Universitas PGRI Pontianak

penyerahan peserta PLP 2 Universitas PGRI Pontianak. (Foto:Tim).

SEKADAU, Wartacyber.com – Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menghadiri kegiatan penyerahan peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)-2 Universitas PGRI Pontianak, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati Sekadau, Senin (7/9/2026).


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menyampaikan bahwa kegiatan PLP-2 tidak hanya memberikan pengalaman akademik kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai kondisi dan dinamika yang terjadi dalam dunia pendidikan.


"Para mahasiswa yang mengikuti PLP-2 tidak hanya mendapat pengalaman akademik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung kondisi dan dinamika dunia pendidikan di lapangan," Kata Subandrio.


Kepada para mahasiswa peserta PLP-2, Subandrio berpesan agar selama melaksanakan kegiatan di sekolah dapat menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika dan disiplin, serta menghormati guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan seluruh masyarakat di lingkungan tempat pelaksanaan kegiatan.


Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PLP-2 dapat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik yang profesional dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan.


"Jadikan pengalaman selama PLP-2 sebagai bekal untuk meningkatkan kompetensi dan memahami tugas serta tanggung jawab sebagai calon tenaga pendidik," pesannya.


Subandrio juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.


Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, mahasiswa, peserta didik, serta masyarakat.


"Kegiatan penyerahan peserta PLP-2 Universitas PGRI Pontianak tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman profesional, serta menumbuhkan semangat dan kepedulian dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sekadau," tutupnya.(Tim)

Minggu, 06 September 2026

Disdikbud Sekadau Kembali Terapkan BDR

Kepala Dinas Pendidikan, Frans Dawal. (Foto:nv).

SEKADAU, Wartacyber.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sekadau kembali menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang terjadi akibat musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/1221/Dikbud.02 tentang Pelaksanaan Belajar dari Rumah bagi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Sekadau.

Dalam surat edaran tersebut, pelaksanaan BDR dijadwalkan berlangsung mulai 7 hingga 12 September 2026 bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Sekadau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk kewaspadaan pemerintah daerah untuk melindungi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari potensi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan.

“Kebijakan ini diambil sebagai langkah kewaspadaan untuk melindungi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dari dampak kabut asap akibat musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan,” kata Fran Dawal, Minggu (6/9/2026).

Meski BDR telah ditetapkan dalam surat edaran, Fran menegaskan penerapannya tidak secara otomatis diberlakukan kepada seluruh sekolah. Setiap satuan pendidikan diminta menyesuaikan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi lingkungan masing-masing.

Sekolah yang mengalami kabut asap dengan kondisi jarak pandang terganggu dan berpotensi membahayakan kesehatan warga sekolah dapat mengalihkan kegiatan pembelajaran tatap muka menjadi BDR.

“Penyesuaian pembelajaran ini tidak berlaku otomatis untuk seluruh sekolah. Kepala satuan pendidikan harus melihat kondisi nyata di lingkungan sekolah masing-masing, terutama terkait jarak pandang dan kesehatan warga sekolah,” ujarnya.

Sebaliknya, sekolah yang memiliki kondisi udara relatif aman serta tidak mengalami gangguan jarak pandang maupun masalah kesehatan dapat tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Fran Dawal menegaskan, kepala sekolah memiliki peran penting dalam memantau kondisi lingkungan dan kesehatan warga sekolah selama kabut asap masih berlangsung.

Menurutnya, faktor kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan harus menjadi pertimbangan utama. Terlebih apabila mulai ditemukan keluhan gangguan pernapasan atau masalah kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap.

“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Karena itu, keputusan untuk melaksanakan BDR harus proporsional dan berdasarkan kondisi lingkungan sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Selain menyesuaikan sistem pembelajaran, peserta didik juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan paparan asap secara langsung.

Bagi sekolah yang melaksanakan BDR, pihak satuan pendidikan tetap diminta memastikan keamanan lingkungan sekolah. Kepala sekolah juga diharapkan melakukan pengawasan terhadap kondisi sarana dan prasarana selama pembelajaran dilaksanakan dari rumah.

Disdikbud Kabupaten Sekadau juga meminta setiap perkembangan kondisi kabut asap di sekitar sekolah dilaporkan secara berkala melalui Koordinator Wilayah Pendidikan dan Pengawas Pembina masing-masing.

Apabila kondisi kabut asap membaik serta tidak lagi mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga sekolah, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan mulai Senin, 14 September 2026.

Namun, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut tetap menyesuaikan kondisi lingkungan masing-masing sekolah dan arahan lebih lanjut dari Disdikbud Kabupaten Sekadau.

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, sekaligus mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi kabut asap. (Tim).

Sabtu, 05 September 2026

Pemkab Malinau Kejar Cakupan Penimbangan Balita di Atas 85 Persen

Sekretaris Daerah Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., 

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui optimalisasi kunjungan balita ke Posyandu.

Sekretaris Daerah Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menegaskan bahwa penimbangan bayi dan balita menjadi langkah penting untuk memantau tumbuh kembang anak serta mendeteksi secara dini berbagai risiko kesehatan, termasuk stunting.

Hal tersebut disampaikan Sekda usai menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Penggerakan dan Peningkatan Capaian Kunjungan Balita ke Posyandu di Ruang Intulun, Kamis (3/9/2026).

Sekda Ernes mengungkapkan, berdasarkan laporan dari sejumlah kecamatan, capaian penimbangan bayi masih perlu ditingkatkan. Salah satunya di Kecamatan Malinau Utara, di mana dari 1.247 bayi, baru sekitar 40 persen yang tercatat mengikuti penimbangan.

“Ini yang harus kita kejar. Kita perlu mengetahui berapa yang sudah tertimbang, berapa yang belum, di mana mereka, dan apa penyebabnya sehingga tidak datang ke Posyandu,” ujarnya.

Pemkab Malinau pun menargetkan peningkatan cakupan penimbangan bayi dan balita melalui gerakan bersama sepanjang September hingga Oktober. Targetnya, capaian penimbangan di Kabupaten Malinau dapat mencapai lebih dari 85 persen, sesuai target nasional.

Menurut Sekda, upaya tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, RT, keluarga hingga masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengajak para orang tua membawa anaknya ke Posyandu.

“Tenaga kesehatan memiliki keterbatasan, baik jumlah maupun waktu. Karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Karhutla Kaltara Terendah di Kalimantan, Kewaspadaan Tetap Diperketat

Karhutla.

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terendah di Pulau Kalimantan hingga Juli 2026. Data Opsroom Sipongi yang dihimpun Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mencatat luas indikasi kebakaran di Kaltara mencapai 400,62 hektare atau sekitar 0,70 persen dari total karhutla regional Kalimantan. 

Angka tersebut juga hanya sekitar 0,20 persen dari total indikasi kebakaran nasional yang mencapai 202.004,32 hektare. Di regional Kalimantan, luas karhutla tercatat 38.310,86 hektare di Kalimantan Barat, 8.019,63 hektare di Kalimantan Selatan, 7.634,46 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715,76 hektare di Kalimantan Timur, dan 400,62 hektare di Kaltara. 

Di Kaltara, luas indikasi karhutla secara kumulatif meningkat dari 41,61 hektare pada Januari menjadi 66,59 hektare pada Februari, 69,25 hektare pada Maret, 124,17 hektare pada April, 196,59 hektare pada Mei, 315,12 hektare pada Juni, hingga 400,62 hektare pada Juli. 

Meski menjadi daerah dengan luasan karhutla terendah di Kalimantan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tidak mengurangi kewaspadaan. Terlebih, berdasarkan pemantauan satelit NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP per 5 September 2026, terdeteksi 14 titik panas _(hotspot)_ dengan tingkat kepercayaan sedang _(medium)_ di Kabupaten Bulungan. 

Hotspot tersebut tersebar di Kecamatan Tanjung Selor sebanyak tujuh titik di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Palas Tengah tiga titik di Desa Tanjung Buka, serta Kecamatan Tanjung Palas Timur empat titik yang terdiri dari dua titik di Desa Binai, satu titik di Desa Sajau Hilir, dan satu titik di Desa Mangkupadi. 

Kepala Dishut Kaltara, Nur laila, S.Hut., M. Si., langsung menginstruksikan tim pengawas pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan pengecekan lapangan (groundcheck)_ guna memastikan kondisi di lokasi tetap terkendali. 

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama. Tetapi kita tidak boleh lengah. Memasuki September, kesiapsiagaan personel patroli dan tim respons cepat terus ditingkatkan,” kata Nurlaila. 

Ia mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga masyarakat, pelaku usaha, hingga aparat desa. 

“Karhutla bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Kaltara tetap hijau, aman dan terhindar dari bencana asap,” tegasnya. 

Dishut Kaltara terus memperkuat patroli pencegahan, pengawasan wilayah rawan, pemantauan titik panas, serta sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (dkisp).

Gubernur Turun Langsung Padamkan Karhutla di Selimau

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum saat memadamkan Api.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., turun langsung memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan Selimau, Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (4/9). 

Dengan mengenakan masker, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lapangan, Gubernur Zainal ikut memegang nozzle selang pemadam dan mengarahkan semprotan air ke titik api serta lahan yang masih mengeluarkan asap pekat. 

Penanganan Karhutla tersebut dilakukan bersama personel gabungan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan dan masyarakat setempat. 

Di sela penanganan, Gubernur Zainal meminta seluruh petugas dan relawan mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Kondisi asap yang pekat dan medan yang berat dinilai membutuhkan kewaspadaan tinggi. 

“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan. Jangan lupa, ada keluarga yang menunggu kita di rumah,” kata Zainal. 

Zainal juga menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat seluruh pihak. Ia mengapresiasi personel gabungan yang terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan kebakaran. 

“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang terus bekerja memadamkan api,” ujarnya. 

Berdasarkan data rekapitulasi, total luas wilayah yang terdampak Karhutla mencapai 2.639,99 hektare. Luasan tersebut terdiri atas Area Penggunaan Lain (APL) 1.900 hektare, Hutan Produksi 737,49 hektare, dan Hutan Lindung 2,50 hektare. 

Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni 2.597,38 hektare, disusul Kota Tarakan 31,86 hektare, Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare, dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare. 

Untuk mempercepat penanganan, tim terlebih dahulu melakukan briefing guna membagi tugas, memeriksa arah angin, mencari sumber air, serta menentukan titik kumpul aman atau _assembly point._ 

Teknik pemadaman kemudian disesuaikan dengan karakteristik lahan. Pada lahan mineral, pemadaman dilakukan dengan penyiraman langsung dengan memperhatikan arah angin dan pergerakan api. 

Sementara pada lahan gambut, petugas menggunakan teknik khusus dengan nozzle gambut yang ditancapkan ke dalam tanah agar air dapat meresap ke lapisan bawah. Teknik ini dilakukan karena api di dalam gambut dapat tetap menyala meskipun permukaan terlihat sudah padam. 

Pembasahan dilakukan sedikitnya satu menit pada setiap titik hingga tidak lagi ditemukan asap. Setelah itu, proses pendinginan atau _cooling down_ terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. 

Ratusan personel Brigdal Karhutla juga disiagakan di sejumlah dinas dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kaltara untuk memperkuat penanganan karhutla. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keselamatan dan lingkungan. (dkisp).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda