WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Minggu, 23 Agustus 2026

SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi

Uji Kompetensi Wartawan Siber.

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital menuntut dunia jurnalistik beradaptasi lebih cepat. Jurnalis tidak lagi cukup hanya menguasai satu keterampilan, tetapi dituntut mampu mengolah informasi dalam berbagai format, melakukan verifikasi secara ketat, hingga memahami perilaku audiens di ruang digital.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada 21 Agustus 2026.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) dan ekosistem media siber nasional untuk menghadapi tantangan disinformasi sekaligus menjaga ruang publik yang sehat.

Menurut Firdaus, konvergensi antara media penyiaran publik dan media siber menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga kedaulatan informasi di Indonesia.

Jurnalis Dituntut Kuasai Banyak Keterampilan

Era digital membuat pekerjaan jurnalistik semakin kompleks. Jurnalis RRI maupun wartawan media siber dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi audio, video, fotografi, pengolahan data, serta teknologi peliputan bergerak.

Firdaus menyebut terdapat sejumlah kompetensi penting yang harus diperkuat.

Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan memiliki kemampuan profesional, menjaga independensi, integritas, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu menguasai teknologi peliputan menggunakan perangkat bergerak, mulai dari pengambilan foto, perekaman audio berkualitas hingga produksi video berita menggunakan smartphone.

Ketiga, fact-checking atau kemampuan verifikasi. Jurnalis dituntut mampu memeriksa data, menggunakan perangkat investigasi digital dan memastikan informasi yang disebarkan kepada publik terbebas dari hoaks maupun manipulasi.

Keempat, digital analytics dan GEO. Kemampuan membaca perilaku audiens serta mengoptimalkan distribusi berita di ekosistem digital menjadi bagian penting dari kompetensi jurnalistik modern.

Namun, Firdaus mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik.

"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional," kata Firdaus.

RRI dan SMSI Dinilai Memiliki Peran Strategis

RRI memiliki posisi sebagai lembaga penyiaran publik berbasis audio dan multiplatform dengan jangkauan hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah perbatasan.

Sementara SMSI merupakan konstituen Dewan Pers yang menaungi ribuan perusahaan media siber terbesar yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Keduanya dinilai memiliki kekuatan yang saling melengkapi. RRI memiliki jaringan penyiaran publik, sedangkan SMSI memiliki jaringan media siber yang kuat di tingkat daerah.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Dorong UKW dan Kolaborasi Newsroom

Dalam pemaparannya, Firdaus menyampaikan sejumlah bentuk kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan RRI bersama SMSI.

Di antaranya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan bagi wartawan media anggota SMSI, mencetak penguji UKW melalui Training of Trainer (ToT), serta menyusun dan memperbarui materi UKW sesuai perkembangan kebutuhan jurnalistik.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan newsroom RRI dan SMSI.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi wartawan, tetapi juga memperkuat distribusi informasi pembangunan dan mengangkat potensi serta aspirasi masyarakat daerah ke panggung penyiaran publik nasional.

Media Siber dan Penyiaran Publik Harus Bersinergi

Firdaus menilai tantangan media ke depan bukan sekadar persaingan mendapatkan perhatian audiens, tetapi bagaimana memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terverifikasi dan berkualitas di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Karena itu, kolaborasi antara media penyiaran publik dan media siber dianggap penting untuk membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.

"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Firdaus.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. (Rilis).

Kontingen Jamnas XII Sekadau Tiba di Pontianak, 37 Peserta Kembali dengan Selamat

Kontingen Jambore Nasional.

PONTIANAK
– Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Sekadau tiba dengan selamat di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Minggu (23/8/2026).

Kontingen yang berjumlah 37 orang tersebut terdiri dari 32 Pramuka Penggalang dan lima orang pembina pendamping. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Inspektur Daerah bersama Ketua Kwarcab Sekadau, Hermansyah, di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, kontingen Jamnas XII asal Kwarcab Sekadau akhirnya kembali ke Kalimantan Barat menggunakan kapal laut KM Kelimutu dari Tanjung Priok, Jakarta.

Sebelumnya, kontingen dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau pada 10 Agustus 2026 di halaman Kantor Bupati Sekadau. Dari Sekadau, rombongan menuju Pontianak dan selanjutnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia menuju Jakarta.

Setibanya di Jakarta pada 11 Agustus 2026, kontingen mulai mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas XII, termasuk mendirikan tenda dan mempersiapkan berbagai perlengkapan.

Kegiatan Jamnas XII secara resmi dibuka pada 13 Agustus 2026 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 20 Agustus 2026 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso.

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, kontingen Kwarcab Sekadau bertolak dari Tanjung Priok menuju Pontianak pada 21 Agustus 2026 menggunakan KM Kelimutu.

Setelah tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak, seluruh anggota kontingen dilaporkan dalam kondisi sehat. Selanjutnya, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sekadau menggunakan bus DAMRI untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

Ketua Kwarcab Sekadau, Hermansyah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kontingen yang telah mengikuti Jamnas XII dengan baik.

“Selamat kepada seluruh kontingen. Semoga pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Jambore Nasional dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memberikan kontribusi bagi perkembangan gerakan kepramukaan di Kabupaten Sekadau,” ujar Hermansyah.

Ia mengatakan, para peserta yang dikirim mengikuti Jamnas XII merupakan putra-putri terbaik Pramuka Penggalang dari Kabupaten Sekadau.

Hermansyah juga mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh anggota kontingen dapat kembali dalam keadaan sehat setelah menjalani perjalanan dan kegiatan selama kurang lebih 13 hari.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh kontingen dalam keadaan sehat. Tentu perjalanan selama 13 hari cukup melelahkan, terlebih anak-anak Pramuka harus berpisah dengan orang tua. Hari ini mereka akan melanjutkan perjalanan pulang ke Sekadau untuk kembali bertemu dengan orang tua masing-masing,” katanya.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti Jamnas XII dapat menumbuhkan semangat, kemandirian, persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi para Pramuka Penggalang bagi kemajuan gerakan Pramuka di Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Inspektur Daerah, Awan Yuda Setiawan, berpesan kepada para alumni Jamnas XII Cibubur Tahun 2026 agar dapat menjadi panutan bagi teman-temannya di sekolah.

Ia berharap para peserta mampu membawa semangat kepramukaan yang diperoleh selama mengikuti Jamnas untuk diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

“Alumni Jamnas XII Cibubur Tahun 2026 harus bisa menjadi panutan bagi teman-temannya di sekolah dan mampu menggerakkan jiwa Pramuka di sekolah masing-masing,” pesan Awan Yuda Setiawan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya para peserta memiliki karakter yang baik, disiplin, berjiwa empati, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Jamnas XII, para peserta diharapkan dapat menjadi generasi muda yang mampu memberikan teladan positif serta turut mengembangkan gerakan Pramuka di Kabupaten Sekadau. (Tim).

Sabtu, 22 Agustus 2026

SMSI Kalbar Dorong Penataan Legalitas, Evaluasi Kepengurusan dan Penguatan Program Jaga Desa

Video conference.

Pontianak,Sabtu 22/08/2026 - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Barat terus mendorong penguatan kelembagaan dan penataan administrasi organisasi, khususnya kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.

Pembahasan organisasi tersebut digelar melalui video conference (vicon) dan dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Barat, Muhamad Khusyairi. Turut hadir Sekretaris SMSI Kalimantan Barat, Ahmad Dani, bersama jajaran pengurus,di ikuti juga Ketua SMSI Kabupaten / Kota .

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh kepengurusan SMSI di kabupaten/kota terdata dan terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masing-masing daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperjelas legalitas organisasi sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dan komunikasi SMSI dengan pemerintah daerah.

Kepengurusan SMSI kabupaten/kota yang belum terdaftar di Kesbangpol diminta segera menindaklanjuti kelengkapan administrasi. Pengurus diharapkan mempersiapkan dokumen organisasi, termasuk surat keputusan (SK) kepengurusan dan persyaratan administrasi lainnya.

“Ke depan kita ingin SMSI di kabupaten/kota dapat terdaftar di Kesbangpol. Dengan demikian, legalitas organisasi lebih jelas dan komunikasi dengan pemerintah daerah juga semakin baik,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pembahasan tersebut.

Selain penataan legalitas, SMSI Kalimantan Barat akan melakukan evaluasi terhadap kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. Evaluasi mencakup jumlah anggota, kesiapan struktur kepengurusan, serta pelaksanaan dan perkembangan program kerja organisasi. Evaluasi tersebut direncanakan pada Oktober atau November mendatang.

Dalam vicon tersebut, Program Jaga Desa juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari peran SMSI dalam mendorong keterlibatan media terhadap perkembangan desa, termasuk ikut mengawal pembangunan dan berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Sekretariat SMSI diminta melakukan monitoring terhadap perkembangan dan pelaksanaan Program Jaga Desa agar berjalan sesuai dengan arah dan tujuan organisasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.

Selain itu, SMSI pusat nantinya akan memberikan petunjuk dan arahan kepada jajaran pengurus daerah terkait langkah serta kinerja organisasi ke depan. Arahan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas pelantikan maupun kegiatan seremonial, tetapi juga menyangkut penguatan peran SMSI dalam berbagai persoalan sosial serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Penataan organisasi di tingkat kabupaten/kota diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Dengan kepengurusan yang tertata, legalitas yang jelas, anggota yang aktif, serta program kerja yang terukur, SMSI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai organisasi perusahaan media siber secara profesional dan berkelanjutan. 

Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Bersama Forkopimda Pastikan Sinergi di Lapangan

Peninjauan Karhutla oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kubu Raya – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan komitmen langsung pemerintah dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.

Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB. Setibanya di Kalimantan Barat, Presiden langsung menuju Lanud Supadio untuk menerima laporan terkini mengenai kondisi Karhutla sekaligus memantau upaya penanganan yang dilaksanakan oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur terkait.


Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito turut hadir bersama jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan soliditas dan kesiapan seluruh komponen daerah dalam mendukung arahan Presiden untuk mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

Presiden mendapatkan laporan mengenai perkembangan situasi Karhutla, termasuk hasil pemantauan titik panas dan kondisi di sejumlah wilayah yang terdampak. Berdasarkan laporan BNPB yang disampaikan kepada Presiden, pemantauan selama 24 jam menunjukkan adanya titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terindikasi sebagai titik api dan asap, dengan konsentrasi di antaranya berada di wilayah Ketapang, Kubu Raya dan Kayong Utara.

Presiden juga meninjau secara langsung operasi penanganan Karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Langkah tersebut merupakan bagian dari operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, masyarakat serta unsur terkait lainnya.

Selain penanganan di darat, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kementerian Kehutanan menyampaikan bahwa operasi terpadu pengendalian Karhutla di Kalimantan melibatkan berbagai kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan dan masyarakat. Di Kalimantan Barat, OMC sebelumnya telah dilaksanakan pada 13–17 Agustus 2026 dan peluang pelaksanaan kembali terbuka pada 23–27 Agustus 2026 sesuai kondisi atmosfer.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan Barat menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sumber daya negara bergerak secara terpadu dalam menangani Karhutla. Presiden sebelumnya telah memberikan instruksi kepada jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung ke daerah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan penanganan berlangsung cepat dan efektif. Untuk Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin upaya penanganan bersama pemerintah daerah.

Pangdam XII/Tpr bersama seluruh jajaran TNI di wilayah Kalimantan Barat siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanganan Karhutla. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga mengedepankan pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel serta perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi Karhutla. Kehadiran langsung Presiden di Kalimantan Barat diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan sehingga dampak Karhutla terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi dapat diminimalkan. (Pendam XII/Tpr).

Turnamen Menembak Bupati Cup 2026 Diikuti 100 Lebih Peserta

Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026.

SEKADAU – Bupati Sekadau, Aron, membuka kegiatan Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup Tahun 2026, bertempat di Penanjung Island Sekadau, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Panitia Pelaksana, Sukaran, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 RI, tetapi juga bertujuan mempersiapkan atlet menembak yang akan berlaga pada Porprov 2026.

“Tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov mendatang, sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” ujar Sukaran.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan didukung oleh para donatur. Turnamen dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Namun, apabila seluruh pertandingan dapat diselesaikan dalam satu hari, maka kegiatan akan diselesaikan pada hari ini.

Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Kabupaten Sekadau, Fransisco Wardianus alias Mejeng, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan olahraga menembak di Kabupaten Sekadau.

“Perbakin sudah menyelenggarakan tiga event di tahun 2026,” katanya.

Menurutnya, Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026 diikuti lebih dari 100 peserta. Para peserta bertanding dalam dua kelas, yakni PCP dan Uklik.

“Peserta lebih dari 100 orang. Ada dua kelas, yaitu PCP dan Uklik. Kegiatan ini juga untuk mempersiapkan diri mengikuti Porprov 2026,” jelasnya.

Ia menargetkan atlet menembak Sekadau mampu meraih medali emas pada Porprov 2026. Para atlet yang menunjukkan prestasi terbaik dalam turnamen ini akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Porprov.

Ketua KONI Kabupaten Sekadau, Sunardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan olahraga di Kabupaten Sekadau.

Ia mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet dan peserta yang mengikuti turnamen.

“Selamat bertanding kepada para atlet. Bagi yang menang, selamat. Bagi yang kalah jangan berkecil hati. Yang terpenting junjung tinggi sportivitas,” pesannya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Sekadau, Aron, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Sekadau terhadap pelaksanaan Open Turnamen Menembak Bupati Sekadau Cup 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sekadau, kami mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Aron.

Aron juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun dalam kondisi efisiensi, kegiatan olahraga dan pembinaan atlet tetap dapat dilaksanakan dengan baik melalui dukungan berbagai pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang ada di Kabupaten Sekadau. Meskipun dalam kondisi efisiensi, kegiatan ini dapat kita laksanakan dengan baik,” katanya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga konsentrasi selama pertandingan. Menurutnya, olahraga menembak membutuhkan persiapan dan konsentrasi yang tinggi.

“Saya berharap kepada peserta, menembak membutuhkan konsentrasi. Kunci sukses dalam lomba adalah persiapan yang baik,” ungkapnya.

Selain itu, Aron meminta seluruh peserta dan panitia mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh senjata dalam kondisi aman sebelum pertandingan dimulai.

“Saya berharap sportivitas dijunjung tinggi dan senjata harus aman. Sebelum mulai, semua senjata harus dicek dengan baik,” tegasnya. (Nv).

Jumat, 21 Agustus 2026

Partai Demokrat Sekadau Gelar Bakti Sosial dan Tanam Pohon di GKII Tiberias

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Sekadau, Wartacyber.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat dan HUT ke-81 Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau melaksanakan kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di lingkungan rumah ibadah GKII Tiberias Sekadau, Jalan Keling Kumang, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (21/08/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan rumah ibadah, penanaman pohon, serta penyerahan tong sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau, Aron, S.H., mengatakan, rangkaian kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam rangka memperingati HUT Partai Demokrat ke-25 dan HUT RI ke-81, kami pengurus Partai Demokrat melaksanakan beberapa kegiatan bakti sosial di lingkungan rumah ibadah yang ada di Kota Sekadau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pada hari ini dilaksanakan di GKII Tiberias Sekadau dengan melibatkan pengurus dan kader Partai Demokrat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan rumah ibadah.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan bakti sosial di GKII Tiberias Sekadau, dengan membersihkan lingkungan rumah ibadah, melakukan penanaman pohon, serta menyerahkan tong sampah,” lanjutnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari besar, tetapi juga dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Partai Demokrat Kabupaten Sekadau untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan lingkungan, sekaligus membangun semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (ST).

Polres Sekadau Olah TKP Kebakaran 18 Ruko di Kompleks Terminal Lawang Kuari

TKP Kebakaran di Terminal Lawang Kuari Sekadau.

SEKADAU, Polda Kalbar - Polres Sekadau melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran yang menghanguskan 18 pintu ruko di kawasan Kompleks Terminal Lawang Kuari Sekadau, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (21/8/2026).

Olah TKP dilakukan personel Satreskrim Polres Sekadau mulai pukul 07.30 WIB untuk mengidentifikasi titik awal api serta mengumpulkan bahan keterangan terkait peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.50 WIB.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi, titik awal api diketahui berada di salah satu ruko rumah makan yang terletak di bagian tengah deretan ruko.

"Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, titik awal api diketahui berasal dari ruangan lantai dua ruko rumah makan yang berada di bagian tengah deretan ruko. Namun, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ujar IPTU Zainal.

Kebakaran kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan ruko di sisi kanan dan kiri. Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau serta Polres Sekadau sekitar pukul 00.53 WIB.

Proses pemadaman melibatkan petugas DPKP Kabupaten Sekadau, unsur Srikandi, Yayasan Bakti Luhur, serta bantuan petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Sanggau. Petugas sempat menghadapi kendala suplai air, namun dapat diatasi dengan memanfaatkan hydrant yang masih aktif di sekitar kawasan terminal.

"Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar tiga jam. Sejumlah barang milik warga yang masih dapat diselamatkan juga telah dikeluarkan dari bangunan," jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 18 pintu ruko mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan lantai atas. Tiga di antaranya diketahui tidak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan pendataan kerugian materiil masih dilakukan.

Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Satreskrim Polres Sekadau juga akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalbar untuk mendukung pemeriksaan dalam memastikan penyebab kebakaran.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Kalbar untuk memastikan penyebab kebakaran. Untuk penyebab pastinya, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," pungkas IPTU Zainal.


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda