WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Jumat, 11 September 2026

Maulid Nabi 1448 Hijriah, Gubernur Ajak ASN Teladani Akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Pesan itu disampaikan saat membuka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di lingkungan Pemprov Kaltara yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (10/9). 

Gubernur Zainal mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan atau seremoni, tetapi menjadi momentum untuk menerapkan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. 

“Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita untuk menerapkan sifat Rasulullah, yaitu jujur, amanah, menyampaikan kebenaran, dan cerdas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” kata Zainal. 

Ia menyebutkan, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang jujur, profesional dan akuntabel. Karena itu, para pejabat dan ASN diminta mampu menjadi contoh bagi masyarakat, baik dalam ketaatan beragama maupun kepatuhan terhadap aturan. 

“Jadikan integritas dan kesederhanaan yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ujarnya. 

Selain integritas, Zainal menekankan pentingnya kepedulian sosial. Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

Ia meminta program keagamaan dan kemasyarakatan di Kaltara terus diarahkan untuk membantu pengentasan kemiskinan, memperkuat pendidikan keagamaan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat yang membutuhkan. 

“Semangat kepedulian sosial harus diwujudkan dalam langkah nyata agar pembangunan benar-benar memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” tegasnya. 

Zainal berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi titik tolak bagi seluruh ASN Kaltara untuk meningkatkan integritas, kepedulian, dan kualitas pengabdian kepada masyarakat. 

“Mari menjadi aparatur yang lebih berintegritas, lebih peduli, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Zainal memberikan bonus apresiasi kepada para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz Ambo Intan, S.Pd.I. (dkisp).

Rizal Arafat Apresiasi Langkah Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla

Sosialisasi Karhutla. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com – Kepala Desa Gonis Tekam, Rizal Arafat, menghadiri kegiatan Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilaksanakan Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), bertempat di Desa Gonis Tekam. Jumat (11/9/2026).


Sosialisasi tersebut dihadiri Kolonel Khoirul Anam (AL), Letkol Haerudin (AU), Mayor Agus Suryana (AD), Babinsa 1204-15/Sekadau Hilir, Kepala Desa Gonis Tekam beserta perangkat desa, Ketua BPD, kepala dusun, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Desa Gonis Tekam.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Gonis Tekam, Rizal Arafat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Mabes TNI yang telah melaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan Karhutla.


Menurut Rizal, kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Mabes TNI atas sosialisasi Karhutla yang dilaksanakan. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat guna mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Rizal.


Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.


“Kami mengapresiasi kegiatan sosialisasi Karhutla dari Tim Mabes TNI. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mencegah Karhutla,” pungkasnya. (Tim).

Kades Merapi Apresiasi Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI

 

Sosialisasi Karhutla di Desa Merapi. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com – Kepala Desa Merapi, Saleh, menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilaksanakan Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di depan Masjid Muttaqin, Dusun Lisuk Raya, Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (11/9/2026).


Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Khoirul Anam (AL), Letkol Haerudin (AU), Mayor Agus Suryana (AD), Babinsa Koramil 1204-15/Sekadau Hilir Desa Merapi, Kepala Desa Merapi, Sekretaris Desa, Ketua BPD, kepala dusun, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Desa Merapi.


Kepala Desa Merapi, Saleh, mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Mabes TNI tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya serta dampak Karhutla.


“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi Karhutla dari Tim Mabes TNI. Kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Saleh.


Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau.


Saleh juga mengajak seluruh masyarakat Desa Merapi untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.


“Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran,” pungkasnya. (Tim).

Cegah Karhutla, Pemkab Sekadau Dorong Perusahaan Sawit Perbanyak Embung

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Sekadau, Sandae. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com – Pemerintah Kabupaten Sekadau mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit memperbanyak embung di dalam area perkebunan sebagai salah satu langkah menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) saat musim kemarau panjang.

Kepada Media ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Sekadau, Sandae, mengatakan ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla.

Menurut Sandae, sumber air alami seperti sungai dan parit berpotensi mengalami penyusutan bahkan mengering ketika musim kemarau panjang. Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pemadaman apabila terjadi kebakaran.

“Pada musim kemarau, sumber air alami seperti sungai dan parit bisa menyusut bahkan mengering. Kondisi ini membuat upaya pemadaman karhutla menjadi lebih sulit,” Kata Sandae, Jum'at (11/9/2026).

"Kami minta Perusahaan menyiapkan lebih banyak embung di dalam area perkebunan sehingga ketersediaan air untuk pemadaman dapat lebih mudah diakses," tambahnya.

Selain ketersediaan embung, Sandae juga meminta perusahaan meningkatkan sarana dan prasarana pemadam api secara mandiri. Menurutnya, kesiapan fasilitas pemadaman sangat diperlukan agar api dapat ditangani sejak awal.

 "Pemerintah akan terus berkolaborasi dengan perusahaan dan Pihak Lainnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla," ucapnya.

“Upaya ini kita lakukan untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi saat musim kemarau panjang di wilayah Kabupaten Sekadau,” pungkasnya. (Tim).

Sekda Imbau ASN Gunakan Masker di Tengah Kabut Asap

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Mohammad Isa. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau, Mohammad Isa, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau agar menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Hal tersebut disampaikan Sekda, Mohammad Isa saat diwawancarai Awak Media, Jum'at (11/9/2026).

Menurutnya Mohammad Isa, kabut asap yang cukup pekat dalam beberapa hari terakhir berpotensi mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.

“Kabut asap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk itu kami minta seluruh ASN di Sekadau untuk menjaga kondisi kesehatan dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas,” ujarnya.

Ia meminta penggunaan masker dilakukan tidak hanya saat berada di kantor, tetapi juga ketika berangkat dan pulang kerja.

“Kami minta seluruh ASN menggunakan masker saat beraktivitas, termasuk saat pergi dan pulang kantor. Ini sebagai upaya menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih cukup pekat,” jelasnya.

Mohammad Isa juga mengatakan Pemkab Sekadau sedang mempertimbangkan pemberian dispensasi bagi ASN yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Ini sebagai bentuk perlindungan kepada ASN yang bertugas di lapangan maupun di kantor,” katanya.

"Pemkab Sekadau terus memantau kondisi kabut asap dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat," pungkasnya. (Tim).

Kamis, 10 September 2026

Pimpin Apel Siaga Karhutla, Ini Kata Camat Sekadau Hilir

Apel Siaga Karhutla. (Foto:ist).
 

SEKADAU, Wartacyber.com – Camat Sekadau Hilir, Gustar Indarto menghadiri Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (10/9/2026).


Pada kesempatan tersebut, Camat Sekadau Hilir, Gustar Indarto mengatakan bahwa curah hujan di wilayah Kabupaten Sekadau hingga saat ini masih belum merata.


Menurutnya, kondisi tersebut membuat apel kesiapsiagaan Karhutla menjadi penting sebagai langkah antisipasi, terlebih masih terdapat beberapa titik hotspot di wilayah Kabupaten Sekadau.


“Apel siaga Karhutla ini menjadi sangat penting untuk kesiapsiagaan, mengingat di wilayah Kabupaten Sekadau masih ada beberapa titik hotspot yang penanganannya melibatkan semua unsur, termasuk pihak perusahaan,” kata Gustar.


Ia mengatakan, apel tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan PT MPE, PT APL dan PT PHS dalam melakukan pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah kerja masing-masing.


“Hari ini kita memastikan kesiapsiagaan dari PT MPE, PT APL dan PT PHS untuk menanggulangi Karhutla di wilayah kerjanya masing-masing,” ucapnya.


Camat Sekadau Hilir juga mengapresiasi kesiapan perusahaan yang telah mempersiapkan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi potensi Karhutla.


“Hal ini patut kita apresiasi kepada PT MPE, PT APL dan PT PHS yang telah mempersiapkan diri untuk menangani Karhutla. Langkah yang dilakukan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan maupun mengurangi polusi udara,” katanya.


Ia juga berpesan kepada seluruh tim yang telah dibentuk agar selalu siap melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla.


 "Kami mengapresiasi kepada TNI-Polri yang selalu siap menghadapi bencana Karhutla. Mudah-mudahan cuaca segera berubah. Setelah selama ini kita dilanda kemarau, mudah-mudahan segera turun hujan dan kabut asap bisa hilang,” pungkasnya. (Tim).



Hadir Pada Kegiatan tersebut, TNI-Polri, KPH Unit Sekadau, Camat Sekadau Hilir, Danramil Sekadau Hilir, Polsek Sekadau Hilir, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Manggala Agni, serta kepala desa di wilayah kerja masing-masing perusahaan MPE Group. (Tim).

Efisiensi Anggaran, Dinas PUPR Optimalkan DBH Sawit hingga DAK untuk Pembangunan

Kadis PUPR, Heri Handoko.

SEKADAU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau menyiapkan strategi untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan pembangunan infrastruktur di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, mengatakan sejumlah sumber dana akan dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan, mulai dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami akan maksimalkan DBH Sawit, DAK, dan PAD serta bersinergi dengan Pemprov Kalbar dan pihak swasta seperti arahan Bapak Wagub,” ungkap Heri, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, optimalisasi sumber pendanaan menjadi penting agar pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan dengan baik dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.

Selain mengoptimalkan sumber dana, PUPR Sekadau juga akan melakukan efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan. Salah satunya melalui penguatan perencanaan sejak awal sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

“Kami perketat perencanaan, lelang dini, dan pengawasan agar tidak ada pemborosan,” ujarnya.

Heri mengatakan, efisiensi tersebut bukan berarti mengurangi perhatian terhadap kualitas pembangunan. Sebaliknya, setiap pekerjaan yang dilaksanakan harus memiliki standar kualitas yang baik dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Fokus ke kualitas, bukan kuantitas paket,” katanya.

Ia menegaskan, PUPR Sekadau akan mengarahkan pembangunan pada pekerjaan yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan strategi tersebut, anggaran yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di Kabupaten Sekadau. (Tim).

Aron Minta Sekolah di Sekadau Kelola Sampah Secara Mandiri

Bupati Sekadau, Aron. (Foto:ist).

SEKADAU - Pemerintah Kabupaten Sekadau mendorong satuan pendidikan untuk menjadi pelopor dalam mengurangi timbulan sampah melalui pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari lingkungan sekolah.

Bupati Sekadau, Aron, telah menginstruksikan seluruh sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK/sederajat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih teratur dan bertanggung jawab.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat Bupati Sekadau tertanggal 31 Agustus 2026 tentang Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Sekadau.

Dalam surat tersebut, pihak sekolah diminta melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari dewan guru, siswa hingga pengelola kantin, dalam pengelolaan sampah.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, nonorganik, residu dan bahan berbahaya serta beracun atau B3.

“Melakukan pemilahan sampah dari sekolah dengan memisahkan jenis sampah organik, nonorganik, residu dan sampah B3 pada wadah terpisah,” ujar Bupati Sekadau, Aron.

Selain melakukan pemilahan, sekolah juga diminta mengolah sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat penampungan.

Sampah organik seperti sisa makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan diharapkan dapat dikelola secara mandiri dan dimanfaatkan kembali.

“Sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayur-sayuran dan sisa buah-buahan supaya dikelola secara mandiri baik sebagai pakan ternak maupun kompos,” ucapnya.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng dan kardus didorong untuk dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah maupun pihak pengepul.

Sekolah juga diwajibkan menyediakan dan mengelola Tempat Penampungan Sementara (TPS). Namun, sampah yang dapat dibuang ke TPS hanya jenis sampah residu.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sekadau berharap lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran siswa tentang pentingnya mengurangi dan mengelola sampah sejak dini.

Penerapan pengelolaan sampah di sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif bagi para siswa untuk memilah, memanfaatkan kembali serta mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. (Tim).

Gubernur Tinjau Penanganan Karhutla di KM 12 Desa Gunung Sari

Peninjauan Karhutla.

TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.H., didampingi Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di KM 12 Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (9/9). 


Peninjauan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menerima laporan adanya titik api di lahan milik masyarakat. Gubernur Zainal bersama jajaran Dishut Kaltara memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan kebakaran tidak meluas. 


Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dengan cepat berkat kesigapan petugas gabungan dari Dishut Kaltara, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, serta dukungan Masyarakat Peduli Api (MPA). 


Dalam peninjauan itu, Gubernur Zainal mengapresiasi seluruh personel dan masyarakat yang bergerak cepat menangani kebakaran sehingga api tidak meluas. 


“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Setiap laporan mengenai titik api harus segera direspons agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas. Saya juga mengapresiasi seluruh personel serta masyarakat yang telah bekerja sama dalam upaya pemadaman di lapangan,” kata Zainal. 


Ia menegaskan, kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah rawan menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. 


Pemprov Kaltara juga terus mendorong sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla. 


Zainal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin. (dkisp).

Kaltara Tergolong Aman, Mendagri Terbitkan Surat Edaran

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., .

 TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) tidak termasuk dalam tujuh provinsi yang menjadi sasaran bantuan khusus pemerintah pusat untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 300.2.8/6460/SJ tentang penggunaan bantuan pemerintah pusat dan bantuan keuangan dari pemerintah daerah lainnya dalam rangka penanganan Karhutla. 

Sebelum surat edaran tersebut diterbitkan, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Pertemuan Hotel Tarakan Plaza, Senin (7/9). 

Rakor yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI tersebut membahas penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi peningkatan Karhutla. 

Gubernur Zainal mengikuti kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., serta diikuti unsur Forkopimda Kaltara secara daring. 

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago. Dalam arahannya, pemerintah meminta seluruh pihak meningkatkan pencegahan dan penanganan Karhutla, termasuk melibatkan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan izin pemanfaatan kawasan hutan. 

Sedikitnya 358 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan izin pemanfaatan kawasan hutan turut diundang untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah konsesinya. Pemerintah juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pembakaran yang disengaja maupun kelalaian dalam mencegah Karhutla. 

Djamari mengingatkan bahwa Indonesia belum memasuki puncak El Niño sehingga risiko kebakaran masih dapat meningkat. 

“Karena puncak El Niño belum terjadi, kondisi ini masih bisa meningkat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan dengan tepat sejak sekarang,” ujarnya. 

Sebagai tindak lanjut penguatan penanganan Karhutla, Mendagri, Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.8/6460/SJ yang ditetapkan di Jakarta pada 9 September 2026. Surat tersebut ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota di wilayah yang menjadi sasaran penanganan khusus. 

Dalam Surat Edaran itu, bantuan pemerintah pusat dan bantuan keuangan dari pemerintah daerah lainnya diarahkan kepada wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Kaltara tidak tercantum dalam daftar tersebut. 

Bantuan ini dapat digunakan untuk operasi pemadaman darat dan metode suntik gambut, penyediaan bahan bakar dan logistik, posko pengungsian, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap, pengadaan alat pemadam, dukungan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan, hingga pemulihan ekosistem lahan gambut bekas terbakar. 

Meski tidak masuk dalam sasaran bantuan khusus tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tetap memperkuat kesiapsiagaan dan pencegahan Karhutla. Dishut Kaltara juga terus meningkatkan pemantauan wilayah rawan serta koordinasi dengan Manggala Agni, BPBD, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan masyarakat. 

Langkah ini penting untuk memastikan kondisi Kaltara tetap terkendali sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan kering serta ancaman El Niño. (dkisp).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda