WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Selasa, 20 Oktober 2026

Wagub Buka Symphony de Benuanta, Rayakan HUT TVRI dan Kaltara

Symphony de Benuanta_ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 TVRI


TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengapresiasi peran Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara dalam menyampaikan informasi yang objektif, mendidik dan memperkuat persatuan masyarakat. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka _Symphony de Benuanta_ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 TVRI Stasiun Kaltara dan Hari Jadi ke-14 Provinsi Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (19/10) malam. 

Wagub Ingkong mengatakan, perjalanan TVRI Kaltara menjadi bagian dari perkembangan daerah yang terbentuk pada 2012 sebagai provinsi ke-34 di Indonesia. Selama lima tahun hadir di Kaltara, TVRI diharapkan terus menjalankan perannya sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang menghubungkan masyarakat melalui informasi dan tayangan berkualitas. 

“Selamat ulang tahun ke-5 kepada keluarga besar TVRI Stasiun Kaltara dan selamat Hari Jadi ke-14 bagi Provinsi Kaltara,” kata Ingkong. 

Menurutnya, TVRI tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang mendidik dan membangun pemahaman masyarakat. 

Ia menilai tema “Satu Harmoni, Ragam Kreasi, Kaltara di Hati” sangat relevan dengan kondisi Kaltara yang memiliki keberagaman suku, budaya dan latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu dirawat melalui semangat persatuan dan kebersamaan. 

Ingkong berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan TVRI Stasiun Kaltara terus diperkuat, terutama dalam mempublikasikan potensi daerah, program pembangunan, serta berbagai kegiatan masyarakat agar semakin dikenal luas. 

“Kepada seluruh jajaran TVRI Kaltara, teruslah berkarya secara profesional, jaga independensi, dan tingkatkan kualitas siaran,” pesannya. 

Pembukaan _Symphony de Benuanta_ turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Plt. Kepala Stasiun TVRI Kaltara, Ari Jaya Wijaya, S.E., Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara. (dkisp).

Malinau Matangkan Persiapan Irau ke-12 dan HUT ke-27

Persiapan Irau Ke-12.

MALINAU - Persiapan pelaksanaan Irau ke-12 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau tahun 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., bertempat di Lapangan Pro Sehat Padan Liu' Burung (PLB), Senin (19/10/2026) pagi.


Persiapan difokuskan pada penyelesaian berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kebersihan hingga kesiapan operasional. Pelaksanaan Irau dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026.


Untuk mendukung kegiatan tersebut, sebanyak 190 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sementara ini telah disepakati untuk berpartisipasi. Stan UMKM akan ditempatkan di sepanjang area kegiatan dengan penataan yang disesuaikan agar tidak meluas hingga ke jalan.


Sebagian besar rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kawasan Lapangan Pro Sehat Padan Liu Burung (PLB), sedangkan lomba ketinting akan dilaksanakan di lokasi tersendiri.


Panitia juga telah mengajak pimpinan daerah, lembaga adat, dan paguyuban untuk turut hadir memeriahkan rangkaian kegiatan, termasuk karnaval budaya.


Melalui perayaan Irau ke-12 dan HUT ke-27 Kabupaten Malinau, masyarakat diharapkan dapat hadir bersama-sama dan berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan budaya daerah tersebut.

Minggu, 18 Oktober 2026

Jelang HUT ke-14, Symphony de Benuanta Siap Meriahkan Kaltara

 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menerima audiensi TVRI Kaltara.

TANJUNG SELOR - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), TVRI Kaltara menggagas kegiatan Symphony de Benuanta yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.


Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk menampilkan potensi daerah, memperkenalkan budaya lokal, serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menerima audiensi TVRI Kaltara, Jumat (25/9).


Ia mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan kreatif yang dinilai dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam membangun daerah, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran.


“Hal-hal seperti ini sebetulnya yang ingin kita lihat di Kalimantan Utara, muncul ide-ide yang betul-betul bisa membangkitkan semangat kembali, walaupun di tengah-tengah efisiensi APBD,” ujarnya.


Menurut Denny, semangat membangun Kaltara perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, silaturahmi dan kerja sama antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat.


“Ke depan, kita perlu memperkuat silaturahmi, memperkuat kolaborasi. Semuanya harus mencintai Kaltara,” tegasnya.


Symphony de Benuanta dirancang menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, kreativitas masyarakat, serta promosi produk UMKM lokal. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Kaltara kepada masyarakat yang lebih luas.


Selain menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan komunitas, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang pemasaran bagi UMKM serta mendukung pergerakan ekonomi daerah.


Pemprov Kaltara berharap Symphony de Benuanta dapat menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Bumi Benuanta dalam rangka peringatan HUT ke-14 Kaltara. (dkisp).

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

 

Kunjungan Gubernur Kaltara ke Polda Sulsel


MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi gerak cepat jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar dalam menangani kasus penyekapan mahasiswa asal Kaltara di Makassar. 


Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat mengunjungi Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, Kamis (15/10). Kunjungan itu juga menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terhadap keselamatan warganya yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. 


“Atas nama Pemprov dan masyarakat Kalimantan Utara, khususnya keluarga korban, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar atas respons cepat dan penanganan profesional dalam kasus ini,” kata Zainal. 


Zainal menyebutkan, langkah cepat kepolisian dalam menyelamatkan korban dan mengamankan pelaku memberikan rasa aman bagi masyarakat Kaltara, terutama mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perantauan. 


Sebagai Purnawirawan Polri, Zainal memahami pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penanganan kasus di lapangan. Karena itu, kunjungannya juga dimanfaatkan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis mahasiswa tersebut mendapat perhatian dan penanganan yang baik setelah kejadian. 


Selain itu, ia berkoordinasi dengan jajaran kepolisian terkait upaya perlindungan bagi mahasiswa asal Kaltara yang sedang menempuh pendidikan di Sulsel. 


Zainal juga mengimbau para pelajar dan mahasiswa asal Kaltara di luar daerah agar tetap fokus belajar, menjaga keselamatan diri, serta menjalin komunikasi yang baik dengan sesama mahasiswa, organisasi daerah dan pihak berwajib setempat. 


Kapolda Sulsel, Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menyambut baik kunjungan Gubernur Kaltara. Ia menilai koordinasi antardaerah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan kepada warga yang sedang berada di perantauan. 


Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah Kaltara. (dkisp).

Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

Gelar Griya _(Open House)_ SMA Unggul Garuda Bulungan.

TANJUNG SELOR – Sebanyak 12 siswa SMP asal Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil lolos seleksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Baru. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memperluas kesempatan pendidikan berkualitas bagi generasi muda daerah. 


Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., saat mewakili Gubernur Kaltara dalam kegiatan Gelar Griya _(Open House)_ SMA Unggul Garuda Bulungan di kompleks sekolah tersebut, Jalan Poros Nasional, Sabtu (17/10). 


Kegiatan ini digelar serentak di 51 lokasi di Indonesia untuk memperingati satu tahun SMA Unggul Garuda. Mengusung tema “Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto. 


Hasanuddin menyampaikan optimisme bahwa jumlah siswa Kaltara yang lolos seleksi akan terus meningkat pada tahun mendatang. 


“Saya optimistis tahun depan semakin banyak siswa Kaltara yang lolos seleksi,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur Kaltara. 


Di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), kehadiran SMA Unggul Garuda di Kaltara menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan berkualitas. Sekolah ini diharapkan memberikan kesempatan yang setara bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan potensi mereka. 


Dalam sambutannya, Gubernur Zainal juga menilai SMA Unggul Garuda telah menunjukkan peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. 


Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung keberlanjutan pendidikan di SMA Unggul Garuda Bulungan melalui kolaborasi dengan orang tua, guru dan masyarakat. Dukungan bersama tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong prestasi sekaligus membentuk karakter siswa. 


Gubernur Zainal berpesan kepada 12 siswa yang berhasil lolos seleksi agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah perbatasan. 


“Jangan berkecil hati karena kalian berasal dari daerah perbatasan. Anak-anak Kaltara memiliki potensi yang sama besarnya dengan anak-anak di ibu kota,” pesannya. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Adi Nuryanto, Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Riyanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat Kabupaten Bulungan. (dkisp).

Jumat, 16 Oktober 2026

BKD Siapkan PANDU TALENTA, Perkuat Akurasi Data dan Pemetaan Karier ASN

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara, Sriwati, S.T., 


TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan program PANDU TALENTA (Pendampingan dan Pemenuhan Data untuk Implementasi Manajemen Talenta) untuk mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama melalui pelengkapan dan verifikasi data kepegawaian sebagai dasar pemetaan potensi, kompetensi, dan kinerja pegawai.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di Kantor BKD Provinsi Kaltara. 

Melalui kegiatan ini, ASN dan perangkat daerah akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan data kepegawaian yang dibutuhkan dalam penerapan manajemen talenta telah lengkap dan sesuai.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara, Sriwati, S.T., menjelaskan bahwa PANDU TALENTA merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan perangkat daerah dalam menerapkan manajemen talenta secara terarah dan berbasis data yang akurat.

Menurutnya, kelengkapan data portofolio pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemetaan talenta. Karena itu, pendampingan diperlukan agar ASN dan perangkat daerah memahami jenis data yang harus dilengkapi serta proses pemutakhirannya melalui sistem kepegawaian yang tersedia.

“Melalui PANDU TALENTA, kami ingin membantu ASN dan perangkat daerah memastikan data kepegawaiannya lengkap dan sesuai. Data yang akurat sangat penting untuk mendukung pemetaan talenta secara tepat,” katanya.

Sriwati menambahkan, ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara saat ini sudah dapat melihat posisi talent box masing-masing melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) yang dapat diakses melalui aplikasi MyASN.

“Keterbukaan informasi ini diharapkan membantu pegawai memahami hasil pemetaan serta mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan dalam pengembangan karir,” ujarnya.

Sebelum menyiapkan program tersebut, BKD Kaltara telah melaksanakan coaching clinic bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta sosialisasi manajemen talenta yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara selaku Ketua Komite Talenta Provinsi Kaltara. Kegiatan tersebut melibatkan ASN Pemerintah Provinsi Kaltara dan jajaran pemerintah kabupaten/kota.

Sriwati mengungkapkan, antusiasme ASN untuk berkonsultasi mengenai posisi dan kriteria pemetaan talenta mulai terlihat. Sejumlah pegawai bahkan telah mendatangi BKD Kaltara untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil pemetaan dan pemenuhan data yang diperlukan.

Dalam pelaksanaan PANDU TALENTA pada 21–22 Oktober 2026, BKD Kaltara akan memberikan pendampingan kepada perangkat daerah sesuai jadwal yang telah disusun. Pengaturan jadwal tersebut diharapkan membuat proses konsultasi dan pemenuhan data berjalan lebih tertib dan efektif.

Program ini merupakan bagian dari Rencana Aksi Perubahan yang digagas Sriwati dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX Tahun 2026, dengan dukungan Kepala BKD Kaltara, Dr. Andi Amriampa, S.Sos., M.Si.

Andi Amriampa menegaskan bahwa percepatan pemenuhan data dan penerapan manajemen talenta merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang unggul dan berdaya saing, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kaltara.

Melalui PANDU TALENTA, BKD Kaltara berharap penerapan manajemen talenta semakin optimal dan sistem merit dalam pengelolaan ASN semakin kuat. Pengelolaan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan karier pegawai yang lebih terarah serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kaltara. (dkisp)

Gubernur Zainal Tekankan Pentingnya Transparansi PAD

Penguji eksternal dalam Sidang Promosi Doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas)

MAKASSAR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi digital. 

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi penguji eksternal dalam Sidang Promosi Doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (15/10).

Sidang terbuka yang berlangsung di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas tersebut membahas disertasi berjudul “Digital Governance dalam Tata Kelola Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar”.

Dalam proses pengujian, Zainal mendalami metodologi, temuan penelitian, serta kebaruan kajian mengenai penerapan tata kelola pemerintahan digital dalam pengelolaan PAD.

Menurutnya, transformasi digital di sektor pemerintahan tidak cukup hanya mengubah layanan administrasi menjadi berbasis elektronik. Pemanfaatan teknologi juga harus memberikan dampak nyata terhadap transparansi, efisiensi pemungutan pajak dan retribusi, serta pencegahan kebocoran pendapatan daerah.

“Pengawasan dan tata kelola pendapatan berbasis digital adalah kebutuhan mutlak era sekarang. Gagasan ilmiah seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat transparansi serta efisiensi pendapatan daerah. Kunci utamanya terletak pada integrasi data, keamanan sistem, serta kesiapan regulasi yang adaptif,” ujar Zainal.

Ia juga menekankan bahwa sistem digital perlu dirancang agar mudah diakses masyarakat sebagai wajib pajak. Dengan sistem yang terintegrasi dan mudah digunakan, pelayanan diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus mendukung pengelolaan pendapatan daerah yang transparan dan akuntabel.

Keterlibatan Zainal sebagai penguji eksternal menjadi bagian dari kontribusi pemerintah daerah dalam forum akademik, khususnya dalam menghubungkan kajian ilmiah dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memandang penelitian ilmiah sebagai salah satu landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik. 

Kajian yang relevan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.

Melalui keterlibatan dalam forum akademik tersebut, hubungan antara Pemprov Kaltara dan Unhas diharapkan semakin terbuka untuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan perumusan kebijakan publik. (dkisp).

Kamis, 15 Oktober 2026

Pemprov Perkuat Perlindungan Hutan melalui Program REDD+

 

peluncuran proyek _Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2_ serta Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Strategis Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kaltara.


TANJUNG SELOR – Pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui peluncuran proyek _Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2_ serta Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Strategis Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kaltara, Rabu (14/10). 


Kegiatan tersebut diluncurkan dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara, di Aula Kantor Gubernur Kaltara. 


Sekprov Denny menyampaikan bahwa Kaltara memiliki kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama. Kekayaan alam tersebut bukan hanya menjadi aset daerah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. 


Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kesejahteraan masyarakat juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. 


“Pembangunan hari ini harus tetap menjaga lingkungan dan sumber daya alam agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya,” kata Denny. 


Denny menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, termasuk melalui Nationally Determined Contribution (NDC) dan target Indonesia FOLU Net Sink 2030. Sektor kehutanan dan penggunaan lahan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target tersebut. 


Ia menilai, proyek RBP REDD+ GCF Output 2 menjadi kesempatan bagi Kaltara untuk memperkuat upaya penurunan emisi sekaligus meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola hutan. 


Skema pembayaran berbasis hasil ini tidak hanya berkaitan dengan dukungan pendanaan atas capaian pengurangan emisi, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kemampuan daerah dan memperbaiki tata kelola hutan. 


“Program ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kemampuan daerah, dan memastikan hutan dikelola dengan lebih baik,” ujarnya. 


Melalui konsultasi publik, Pemprov Kaltara berharap dapat menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk menyusun dokumen strategis dan Rencana Aksi REDD+ yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan daerah. 


Denny menegaskan, perlindungan hutan dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga mitra, dunia usaha, hingga masyarakat. 


“Mari kita perkuat kerja sama untuk menjaga hutan, mengurangi emisi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Kalimantan Utara yang Maju, Sejahtera, serta Berkelanjutan,” pungkasnya. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, S.Hut.; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltara, Dr. Obed Daniel LT, S.Hut., M.M.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar, S.Hut., M.A.P.; serta Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Ruslandi, Ph.D. (dkisp).

Gubernur Minta Perusahaan Migas Serap Tenaga Kerja Lokal Kaltara

 

kunjungan kehormatan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., meminta perusahaan yang beroperasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) membuka peluang kerja lebih luas bagi putra-putri asli Kaltara. Ia menilai lulusan perguruan tinggi di daerah memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri migas. 

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri kunjungan kehormatan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Kaltara di Hotel Tarakan Plaza, Rabu (14/10). 

Gubernur Zainal menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS dalam mengembangkan sektor migas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong perkembangan usaha lokal. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan ketentuan yang berlaku. 

Secara khusus, Zainal berharap perusahaan migas memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal untuk berkarier di industri hulu migas. Ia meyakini perguruan tinggi di Kaltara telah memiliki kualitas pendidikan dan fasilitas yang memadai untuk menghasilkan lulusan yang dapat mendukung kebutuhan industri. 

“Kami berharap putra-putri asli Kaltara mendapat kesempatan yang lebih luas untuk bekerja di perusahaan migas. Lulusan perguruan tinggi di daerah juga memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri,” kata Zainal. 

Selain penyerapan tenaga kerja, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mendorong agar pengembangan sektor migas turut meningkatkan keterlibatan pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membuka peluang bagi perusahaan lokal, serta memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan atau _Corporate Social Responsibility (CSR).

Pemprov Kaltara juga mendorong kajian peluang participating interest sebesar 10 persen bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik. 

Zainal menegaskan, pengembangan sektor migas perlu didukung komunikasi dan koordinasi yang intensif agar kegiatan operasional perusahaan sejalan dengan kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah. 

Ia menyatakan Pemprov Kaltara siap memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai kewenangannya untuk mendukung pengembangan potensi migas secara terukur dan berkelanjutan. 

“Kemitraan ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya sebatas pertemuan dan koordinasi. Kami berharap ada tindak lanjut yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya. 

Melalui penguatan kerja sama tersebut, Pemprov Kaltara berharap sektor hulu migas dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dksip).

Festival Sungai Kayan 2026, Sekprov Ajak Daerah Bersama Lestarikan Budaya Kaltara

 

Festival Sungai Kayan. 

TANJUNG SELOR – Festival Sungai Kayan 2026 melibatkan 3.500 pendayung dan sekitar 1.300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66. Kegiatan ini menjadi upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menghadiri pembukaan festival di Dermaga Pelabuhan VIP Kayan I, Tanjung Selor, Rabu (14/10) pagi. 

Festival yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini diawali dengan Lomba Perahu Dayung yang dibuka langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Sebanyak 122 perahu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bulungan hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 

Sekprov Denny mengapresiasi besarnya partisipasi masyarakat dalam festival yang tidak hanya menghadirkan atraksi budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. 

“Dari 122 perahu yang ikut lomba, ada sekitar 3.500 pendayung yang berpartisipasi. Selain itu, sekitar 1.300 UMKM juga dilibatkan di sepanjang tepian Sungai Kayan,” kata Denny. 

Menurutnya, pelestarian budaya daerah tidak bisa hanya mengandalkan satu pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi seluruh kabupaten dan kota agar tradisi serta kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. 

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Bulungan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Setiap kabupaten dan kota di Kaltara perlu ikut menjaga dan melestarikan budaya daerahnya,” ujarnya. 

Pembukaan festival juga dimeriahkan penampilan musisi lokal Uyau Moris yang membawakan lagu dengan iringan alat musik tradisional Sape’, khas masyarakat Dayak. Sementara itu, pemukulan gong oleh Senator DPD RI daerah pemilihan Kaltara, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., menjadi tanda resmi dimulainya Festival Sungai Kayan 2026. 

Denny berharap festival ini semakin memperkuat identitas budaya Kaltara sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung. 

“Kaltara memiliki potensi budaya dan sumber daya alam yang luar biasa. Jika terus kita lestarikan dan kembangkan bersama, potensi ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh Indonesia hingga mancanegara,” pungkasnya. (dkisp)


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda