PGD Sekadau Siap Digelar 21-25 Juli, Sub Suku Benawas Jadi Tuan Rumah

Konferensi Pers.
Sekadau, Wartacyber.com - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, bertempat di Lupung Coffee, Rabu (15/7/2026).
Pada Kesempatan tersebut, Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengatakan Pekan Gawai Dayak XV akan digelar pada 21–25 Juli 2026.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Sekadau dan Provinsi Kalimantan Barat, untuk bersama-sama meramaikan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak XV, Bernadus Mohtar, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah berjalan dengan baik dan panitia siap melaksanakan Pekan Gawai Dayak.
Pada 20 Juli 2026 akan dilaksanakan seminar Gawai Dayak, rapat koordinasi panitia, serta peninjauan kesiapan pelaksanaan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"Pada tanggal 21 Juli nanti, pembukaan akan diawali dengan penampilan display budaya sebagai bagian dari rangkaian seremoni pembukaan," kata Bernadus.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Sekadau, terdapat 13 kampung Sub Suku Dayak Benawas yang tersebar di Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Sekadau Hilir, tahun ini, Sub Suku Dayak Benawas mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Gawai.
"Berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya akan digelar untuk memeriahkan Pekan Gawai Dayak XV. Di antaranya lomba pop singer, tari kreasi, fashion show anak, pemilihan Bujang Dara, lomba melukis perisai, lomba ketapel, lomba menyumpit, serta lomba pangkak gasing," kata Mohtar
"Peserta kegiatan merupakan utusan Dewan Adat Dayak dari setiap kecamatan serta perwakilan paguyuban yang ada di Kabupaten Sekadau," tambahnya.
Adapun tema Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 adalah "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak sebagai Jati Diri dalam Membangun Sekadau yang Berbudaya dan Berkelanjutan".
"Melalui tema ini kami berharap Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan keberlanjutan," tutupnya.(Nv).





