WARTA CYBER @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

PEMDA

Ad Placement

PEMDA

Selasa, 12 Mei 2026

Yodi Sebut Ketidakjelasan Plasma Sawit di Sekadau Bisa Jadi Bom Waktu

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Fraksi Gerindra, Yodi Setiawan.

Sekadau - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan menyoroti persoalan pola kemitraan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sekadau yang dinilai belum memberikan kejelasan bagi petani plasma.


 Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang menerapkan pola manajemen satu atap maupun pola bagi hasil, termasuk pola bagi fisik, namun pembagian hasil kepada petani belum transparan.


Yodi Setiawan mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena saat ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tengah mengalami kenaikan dan produksi juga meningkat. Namun, pendapatan yang diterima petani plasma disebut masih sama seperti saat harga TBS berada di kisaran tahun 2000-an.


“Sekarang harga TBS naik, produksi meningkat, tetapi pendapatan yang dibagikan kepada petani masih sama seperti saat harga sawit masih rendah dulu,” Kata Yodi Setiawan. Selasa (12/5/2026).


Ia juga mengaku menerima laporan dari sejumlah petani terkait belum adanya konversi plasma, bahkan ada petani yang tidak mengetahui lokasi kebun plasma mereka berada. Padahal, perusahaan perkebunan tersebut telah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih.


“Masih ada petani yang belum konversi, ada juga yang tidak tahu posisi plasmanya di mana. Sementara perusahaan sudah beroperasi hampir 10 tahun bahkan lebih. Ini adalah bom waktu,” tegasnya.


Karena itu, Yodi meminta perusahaan-perusahaan perkebunan sawit yang masih menghadapi persoalan tersebut segera melakukan pembenahan dan membuka komunikasi secara transparan dengan masyarakat maupun petani yang telah menyerahkan lahannya untuk program kemitraan plasma.(Nv).

Senin, 11 Mei 2026

Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Siskeudes

Pembukaan Bimtek.

Sekadau Kalbar, kalbaraktual.com - Bupati Sekadau, Aron, Menghadiri sekaligus Membuka Kegiatan Bimbingan Teknis  “Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Aplikasi Siskeudes Online 2.0.8 Tahun Anggaran 2026". Bertempat di Aula Kampus Institut Teknologi Keling Kumang. Senin, (11/5/2026).


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sekadau, Sabas mengatakan, Kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas Desa ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh dan mendalam serta pemantapan penggunaan aplikasi Siskeudes Versi 2.0.8 kepada aparatur pemerintah Desa dalam pengelolaan keuangan Desa.


"Diterapkannya keuangan Desa berbasis Siskeudes Online 2.0.8 ini, bertujuan mengoptimalkan kita dalam penginputan, perencanaan, penganggaran penatausahaan keuangan Desa, pajak dan arsip digital, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan Desa oleh pemerintah Desa dalam penyampaian laporan keuangan yang berupa laporan realisasi APBDES untuk semester pertama dan laporan pertanggungjawaban APBDES untuk semester kedua tahun berjalan," ungkapnya. 


"Dengan terlaksananya kegiatan bimbingan teknis ini, diharapkan kepada pemerintah Desa dalam penyampaian laporan realiasi dan pertanggungjawaban keuangan Desa ini bisa diimplementasikan secara transparan, partisipatif, akuntabel, dan disiplin dalam penggunaan dana Desa (DD) maupun alokasi dana Desa (ADD) dalam laporan pertanggungjawaban APBDES, serta diharapkan juga kepada Pemerintah Desa agar tidak terlambat dalam menyampaikan hasil laporan pertanggungjawabannya," sambungnya. 


Dikesempatan ini juga, Bupati Kabupaten Sekadau, Aron mengungkapkan, Dengan diberlakukannya undang undang Desa, Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan berupa transfer dana Desa (DD) yang diharapkan agar Desa ini mempunyai hak untuk mengetahui penggunaan dana yang diterima oleh Pemerintah Desa nya untuk melakukan pembangunan dan kewajiban melakukan pengawasan terhadap keuangan Desa yang ada.


"Kemampuan aparat Desa untuk membangun dan mengelola Desa nya sendiri tentu harus diiringi dengan kemampuan dalam mengelola Desa dan masyarakatnya, yang harus di dukung juga dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi sehingga kegiatan bimbingan teknis pengelolaan keuangan Desa ini dapat menjadi tambahan pengetahuan untuk para aparat Pemerintah Desa dalam melakukan pengelolaan keuangan di Desa nya," katanya.


"Peningkatan kapasitas aparatur Pemerintah Desa ini juga harus dilakukan secara terus-menerus yang mana ini juga merupakan bagian Dari pembinaan yang dilakukan Pemerintah Daerah kepada aparat Pemerintahan Desa. Harapannya yaitu, jika aparat Pemerintah Desa mempunyai kemampuan mengelola Desanya dengan baik maka pelayanan dan komitmen “melayani” masyarakat Desa dapat kita tingkatkan guna mendukung terwujudnya visi - misi Kabupaten Sekadau yakni, Kabupaten Sekadau yang unggul, sejahtera dan bermartabat," pungkasnya. (vr)

Sabtu, 09 Mei 2026

Pemkab Malinau Optimalkan Lahan Tidur Lewat Program Tanam Jagung

Tanam Jagung.

Malinau - Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan kegiatan Tanam Jagung bersama Bupati Malinau, Wempi W. Mawa dan Satgas Pesat bertempat di kawasan Jalan Pengadilan Negeri Malinau, Jumat, (08/05/2026) pagi.


Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Malinau.


Di sampaikan oleh Bupati Wempi, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau mulai mengoptimalkan lahan tidur milik pemerintah dengan program penanaman jagung dan berbagai komoditas pertanian lainnya.


"Bibit Jagung yang digunakan merupakan varietas unggulan hasil kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Bibit tersebut sebelumnya diserahkan langsung oleh pihak akademisi saat kunjungan pemerintah daerah ke Unhas beberapa waktu lalu", ungkap Bupati Wempi.


Pemerintah berharap program ini dapat menjadi bagian dari pengembangan inovasi daerah melalui sektor pertanian. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, memperkuat ketahanan pangan hingga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).


Bupati Wempi juga menambahkan bahwa lahan sebanyak apa pun kalau tidak digarap dengan baik tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Karena itu kami ingin lahan ini menjadi produktif dan bermanfaat bagi masyarakat, ucapnya.


Selain jagung, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti kelapa, kopi, pisang hingga tanaman perkebunan yang memiliki potensi pasar ekspor. (Sa).

Komisi II DPRD Kaltara Perkuat Sinergi Pengawasan Karantina di Wilayah Perbatasan

Kunker Komisi II.

TANJUNG SELOR - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Utara guna memperkuat koordinasi dan sinergi pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di wilayah perbatasan, Kamis (07/05/26).

Kunjungan tersebut dipimpin Anggota Komisi II DPRD Kaltara, H. Rakhmat Sewa, SE, bersama Anggota Komisi, Maslan, dan Agus Salim. Rombongan ini disambut langsung oleh jajaran Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Utara.

Dalam pertemuan itu, Komisi II menegaskan pentingnya peran Balai Karantina dalam menjaga keamanan hayati daerah, mencegah penyebaran hama dan penyakit, serta memastikan kualitas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan yang keluar masuk Kalimantan Utara.

"Sebagai daerah perbatasan, pengawasan karantina harus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan dan keamanan hayati daerah," ujar H. Rakhmat Sewa.

Selain membahas pengawasan komoditas, pertemuan juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Balai Karantina, seperti keterbatasan sarana prasarana, pengawasan di pintu perbatasan, hingga peningkatan sumber daya manusia.

Dengan kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pengawasan dan perlindungan sumber daya hayati, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui komoditas unggulan Kalimantan Utara. (Sa).

Satgas TMMD 128 Plester Rumah Malenius Kajra

Progress Pembangunan Rumah.

Sanggau – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1204/Sanggau terus menunjukkan progres yang signifikan. Salah satu sasaran fisik berupa pembangunan rumah milik Bapak Malenius Kajra yang berada di Dusun Ongkok kini telah memasuki tahap plester dinding rumah, Sabtu (9/5/2026).

Pengerjaan plester dinding tersebut dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau bersama masyarakat setempat. Tahapan ini menjadi bukti bahwa proses pembangunan berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

Di sela kegiatan, anggota Satgas TMMD Pelda Ikran menyampaikan bahwa pembangunan rumah warga menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.

“Melalui program TMMD ini, kami berharap rumah yang dibangun dapat memberikan kenyamanan dan manfaat bagi keluarga penerima bantuan,” ujarnya.

Semangat kebersamaan antara Satgas TMMD dan warga juga tampak dalam setiap proses pengerjaan. Kehadiran program TMMD tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan pembangunan rumah milik Bapak Malenius Kajra dapat segera selesai dan digunakan dengan layak oleh keluarga. Pendim 1204/Sanggau

Jumat, 08 Mei 2026

Gubernur Zainal Terima Kunjungan Wadubes Australia, Perkuat Kerja Sama Layanan Publik

Kunjungan Wadubes Australia.

TANJUNG SELOR, Wartacyber.com – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang menerima kunjungan resmi Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath bersama rombongan di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Rabu (6/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Australia, khususnya di bidang peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan inklusif, serta tata kelola fiskal daerah.

Sebelumnya, rombongan Wadubes Australia juga melakukan peninjauan langsung terhadap implementasi program kerja sama di SD Negeri 015 Tanjung Selor dan Kantor Bersama Samsat Bulungan.

Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).

“Dampaknya terasa, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

Menurut Bertius, sejumlah inovasi lahir dari program tersebut, di antaranya layanan pajak ramah disabilitas melalui SADAR BENUANTA serta pengembangan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA).

Selain itu, terdapat pula Forum Mentari atau Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusi sebagai ruang dialog inklusif, serta penguatan sektor pendidikan melalui Program INOVASI.

Ia menilai berbagai langkah tersebut menunjukkan arah pembangunan Kalimantan Utara yang semakin terbuka dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Wadubes Australia Gita Kamath mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam meningkatkan layanan publik yang inklusif dan responsif.

“Kami ingin memastikan pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.
Di sela kunjungan, delegasi Australia juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Australia yang menjadi pengingat hubungan historis Indonesia dan Australia sejak masa Perang Dunia II.

Menurut Gita, hubungan sejarah yang kuat antara kedua negara menjadi fondasi penting dalam mempererat kerja sama di masa mendatang.

“Kami terkesan dengan layanan publik di Kaltara yang semakin inklusif dan responsif,” pungkasnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Gubernur Zainal turut menyerahkan cendera mata khas daerah berupa Sesingal, Batik Kaltara, dan manik-manik kepada Wadubes Australia.
(dkisp)

Fraksi Gerindra Sidak ke Dua SPPG, Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Standar

Sidak ke Dua SPPG.

SEKADAU – Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Sekadau melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sekadau, sebagai tindak lanjut instruksi dari DPP Partai Gerindra.


Sidak dilakukan di SPPG Polres Sekadau dan SPPG Bokak Sebumbun guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar pemerintah pusat.



Ketua Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Sekadau, Handi mengatakan, kegiatan monitoring tersebut dilakukan berdasarkan surat instruksi dari DPP Partai Gerindra


“Monitoring yang kami lakukan meliputi pengelolaan limbah, menu SPPG apakah sudah sesuai standar pemerintah, serta jumlah penerima manfaat mulai dari siswa, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui,” ujarnya.


Dari hasil sidak yang dilakukan, fraksi Gerindra menilai kedua SPPG tersebut sudah layak dan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.


“Hasil monitoring kami, kedua SPPG tersebut sudah layak dan sesuai standar. Pengaturan menu juga sudah standar,” katanya.


Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat dari dua SPPG tersebut mencapai kurang lebih 5.000 orang yang terdiri dari siswa dari 14 sekolah.


“Kualitas bahan pangan juga sudah kita cek dan sesuai standar dan untuk menu yang disajikan pada hari ini terdiri dari tempe, tahu, ayam, sayuran labu air, jagung, kol serta buah semangka," jelasnya.


Menurutnya, program SPPG dari pemerintah pusat berjalan dengan baik di Kabupaten Sekadau tanpa kendala.


“Kami melihat program SPPG pemerintah pusat itu clear and clean, tidak ada persoalan,” tegasnya.


Fraksi Gerindra Kabupaten Sekadau juga mengapresiasi program pemerintah pusat yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang kebutuhan gizi dan vitamin anak-anak sekolah.


“Kami dari Partai Gerindra mengapresiasi program pemerintah pusat yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sekadau, terutama bagi siswa untuk menunjang gizi anak,” ucapnya.


Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, program SPPG juga dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.


“Terkait relawan, di dua SPPG ini ada sekitar 100 orang relawan. Sedangkan total SPPG di Sekadau ada 12 unit. Artinya program ini menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.


Ia juga menepis berbagai isu negatif terkait program MBG yang disebut rawan korupsi maupun kasus keracunan makanan.


“Kami menepis isu-isu yang mengatakan MBG rentan korupsi dan banyak keracunan. Saya counter hal itu, karena di Kabupaten Sekadau sejak pertama berdirinya SPPG sampai hari ini belum ada kasus keracunan. Terkait korupsi juga tidak ada, semua memenuhi standar,” tegasnya lagi.


Fraksi Gerindra Sekadau turut mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar program MBG dapat diperluas hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).


“Kami juga mendorong BGN untuk membangun MBG di wilayah 3T yang saat ini sedang kami usulkan dan masih dalam proses,” katanya.


“Kami mengapresiasi program Presiden Prabowo. Nawacita Presiden Prabowo sukses di Kabupaten Sekadau dan sejauh ini tidak ada kendala,” pungkasnya. (Nv).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda