WARTA CYBER: Tanjung Selor -->
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Selor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Selor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2026

Kaltara Jadi Rujukan Penerapan PKAA, Penerimaan Daerah Bertambah Rp176 Juta

Kunjungan rombongan Pemprov NTT.

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi rujukan penerapan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA) bagi pemerintah daerah lain. Salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan studi tiru untuk mempelajari mekanisme penerapan pajak tersebut.


Kunjungan rombongan Pemprov NTT yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, S.I.K., M.Hum., diterima Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (22/10).


Dalam pertemuan tersebut, Sekprov Denny memaparkan mekanisme penerapan PKAA, mulai dari dasar regulasi hingga integrasinya dengan persyaratan operasional kendaraan di atas air.


Ia menjelaskan, PKAA diintegrasikan dengan sistem Standar Pelayanan Minimum (SPM) tahunan yang menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta persyaratan teknis laik operasi yang ditetapkan Dinas Perhubungan.


“Speedboat yang akan beroperasi harus memenuhi SPM dan lulus uji laik operasi. Pelunasan PKAA menjadi salah satu syarat untuk memperoleh SPM,” jelas Denny.


Penerapan PKAA juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Sepanjang 2025, penerimaan dari pajak tersebut menambah kas daerah sebesar Rp176.893.250.


Denny menyebutkan, sebanyak 70 unit kendaraan di atas air telah terdata sebagai objek pajak PKAA. Dari jumlah tersebut, 62 unit atau sekitar 89 persen telah melunasi kewajiban pajaknya.


“Dari 70 unit yang terdata, sebanyak 62 unit sudah melunasi pajaknya. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengoptimalkan pendapatan daerah,” katanya.


Denny berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal kerja sama yang saling menguntungkan antara Kaltara dan NTT, terutama dalam pertukaran pengalaman dan penguatan pengelolaan pendapatan daerah.


Ia juga berharap pertemuan tersebut ditindaklanjuti melalui rencana kerja bersama yang terukur dan berkelanjutan.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat dan cinderamata khas masing-masing daerah, berupa singal atau ikat kepala khas Kaltara dan kain tenun khas NTT, serta makan siang bersama. (dkisp).


Gubernur Hadiri WCCE 2026, Cermati Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif

 

The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

JAKARTA - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). 


Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif global dan peluang pengembangannya sesuai potensi daerah.


WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dan mempertemukan pemerintah serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.


WCCE 2026 dihadiri sejumlah pejabat, yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.


Bagi Kaltara, forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan produk unggulan daerah dapat menjadi modal untuk menciptakan nilai tambah serta memperluas pasar bagi pelaku usaha kreatif.


Sejumlah potensi ekonomi kreatif Kaltara terdapat pada subsektor kuliner, kriya, dan fashion. Di antaranya produk olahan rumput laut dari Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, kerajinan rotan dan bambu yang mengangkat kekhasan budaya lokal, serta batik bercorak etnik kontemporer.


Pengembangan potensi tersebut memerlukan dukungan inovasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jejaring pemasaran. Langkah ini penting agar produk kreatif lokal memiliki daya saing dan peluang menjangkau pasar yang lebih luas.


Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


“Dari awal, WCCE telah memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kolaborasi internasional dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui partisipasi dalam WCCE 2026, Pemprov Kaltara dapat mencermati berbagai gagasan dan praktik pengembangan ekonomi kreatif untuk menjadi referensi dalam penguatan potensi lokal. Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha kreatif serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan Kaltara. (dkisp).

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2026.


TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya mendukung pengembangan pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis keagamaan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan santri agar mampu menghadapi perkembangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan akhlak mulia. 


Komitmen itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltara, H. Muh. Rosyit, S.IP., M.M., saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Lapangan Pesantren Al-Hayat, Kamis (22/10). 


Dalam kegiatan tersebut, Rosyit membacakan amanat tertulis Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. 


Amanat Menag RI mengingatkan kembali peran penting santri dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Semangat tersebut menjadi salah satu penggerak perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 


"Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, tetapi menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk menghargai perjuangan para ulama dan santri serta menjaga persatuan bangsa," ujarnya. 


Pesantren, lanjutnya, memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai lembaga pendidikan, pusat dakwah yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi seluruh alam, serta wadah pemberdayaan masyarakat. 


Komitmen pemerintah terhadap pengembangan pesantren juga diperkuat melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada era Presiden Prabowo Subianto. 


Sementara itu, Rosyit menegaskan Pemprov Kaltara akan terus mendukung program-program pengembangan pesantren melalui koordinasi dengan Biro Kesra dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. 


“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat mendukung program-program pondok pesantren, terutama yang ada di Kaltara. Dukungan tersebut terus kami koordinasikan bersama pihak terkait,” kata Rosyit. 


Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dapat terus diperkuat agar berbagai program pesantren berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 


Rosyit juga mengapresiasi kreativitas para santri yang turut memeriahkan peringatan Hari Santri melalui atraksi bernuansa kearifan lokal. Menurutnya, semangat dan keceriaan para santri menjadi gambaran positif dalam memperingati momentum bersejarah tersebut. 


Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Kaltara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan, ulama, dan santri yang telah gugur dalam perjuangan bangsa, serta seruan semangat “Hari Santri 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!”. (dkisp).

Selasa, 20 Oktober 2026

Wagub Buka Symphony de Benuanta, Rayakan HUT TVRI dan Kaltara

Symphony de Benuanta_ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 TVRI


TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., mengapresiasi peran Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara dalam menyampaikan informasi yang objektif, mendidik dan memperkuat persatuan masyarakat. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka _Symphony de Benuanta_ dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 TVRI Stasiun Kaltara dan Hari Jadi ke-14 Provinsi Kaltara di Lapangan Agatis, Senin (19/10) malam. 

Wagub Ingkong mengatakan, perjalanan TVRI Kaltara menjadi bagian dari perkembangan daerah yang terbentuk pada 2012 sebagai provinsi ke-34 di Indonesia. Selama lima tahun hadir di Kaltara, TVRI diharapkan terus menjalankan perannya sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang menghubungkan masyarakat melalui informasi dan tayangan berkualitas. 

“Selamat ulang tahun ke-5 kepada keluarga besar TVRI Stasiun Kaltara dan selamat Hari Jadi ke-14 bagi Provinsi Kaltara,” kata Ingkong. 

Menurutnya, TVRI tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang mendidik dan membangun pemahaman masyarakat. 

Ia menilai tema “Satu Harmoni, Ragam Kreasi, Kaltara di Hati” sangat relevan dengan kondisi Kaltara yang memiliki keberagaman suku, budaya dan latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang perlu dirawat melalui semangat persatuan dan kebersamaan. 

Ingkong berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan TVRI Stasiun Kaltara terus diperkuat, terutama dalam mempublikasikan potensi daerah, program pembangunan, serta berbagai kegiatan masyarakat agar semakin dikenal luas. 

“Kepada seluruh jajaran TVRI Kaltara, teruslah berkarya secara profesional, jaga independensi, dan tingkatkan kualitas siaran,” pesannya. 

Pembukaan _Symphony de Benuanta_ turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Plt. Kepala Stasiun TVRI Kaltara, Ari Jaya Wijaya, S.E., Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara. (dkisp).

Malinau Matangkan Persiapan Irau ke-12 dan HUT ke-27

Persiapan Irau Ke-12.

MALINAU - Persiapan pelaksanaan Irau ke-12 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau tahun 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., bertempat di Lapangan Pro Sehat Padan Liu' Burung (PLB), Senin (19/10/2026) pagi.


Persiapan difokuskan pada penyelesaian berbagai kebutuhan teknis, mulai dari kebersihan hingga kesiapan operasional. Pelaksanaan Irau dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026.


Untuk mendukung kegiatan tersebut, sebanyak 190 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sementara ini telah disepakati untuk berpartisipasi. Stan UMKM akan ditempatkan di sepanjang area kegiatan dengan penataan yang disesuaikan agar tidak meluas hingga ke jalan.


Sebagian besar rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kawasan Lapangan Pro Sehat Padan Liu Burung (PLB), sedangkan lomba ketinting akan dilaksanakan di lokasi tersendiri.


Panitia juga telah mengajak pimpinan daerah, lembaga adat, dan paguyuban untuk turut hadir memeriahkan rangkaian kegiatan, termasuk karnaval budaya.


Melalui perayaan Irau ke-12 dan HUT ke-27 Kabupaten Malinau, masyarakat diharapkan dapat hadir bersama-sama dan berpartisipasi dalam menyukseskan perayaan budaya daerah tersebut.

Minggu, 18 Oktober 2026

Jelang HUT ke-14, Symphony de Benuanta Siap Meriahkan Kaltara

 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menerima audiensi TVRI Kaltara.

TANJUNG SELOR - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), TVRI Kaltara menggagas kegiatan Symphony de Benuanta yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.


Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk menampilkan potensi daerah, memperkenalkan budaya lokal, serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat menerima audiensi TVRI Kaltara, Jumat (25/9).


Ia mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan kreatif yang dinilai dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam membangun daerah, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran.


“Hal-hal seperti ini sebetulnya yang ingin kita lihat di Kalimantan Utara, muncul ide-ide yang betul-betul bisa membangkitkan semangat kembali, walaupun di tengah-tengah efisiensi APBD,” ujarnya.


Menurut Denny, semangat membangun Kaltara perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, silaturahmi dan kerja sama antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat.


“Ke depan, kita perlu memperkuat silaturahmi, memperkuat kolaborasi. Semuanya harus mencintai Kaltara,” tegasnya.


Symphony de Benuanta dirancang menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, kreativitas masyarakat, serta promosi produk UMKM lokal. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Kaltara kepada masyarakat yang lebih luas.


Selain menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan komunitas, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang pemasaran bagi UMKM serta mendukung pergerakan ekonomi daerah.


Pemprov Kaltara berharap Symphony de Benuanta dapat menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Bumi Benuanta dalam rangka peringatan HUT ke-14 Kaltara. (dkisp).

Pemprov Apresiasi 12 Siswa Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda

Gelar Griya _(Open House)_ SMA Unggul Garuda Bulungan.

TANJUNG SELOR – Sebanyak 12 siswa SMP asal Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil lolos seleksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Baru. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memperluas kesempatan pendidikan berkualitas bagi generasi muda daerah. 


Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., saat mewakili Gubernur Kaltara dalam kegiatan Gelar Griya _(Open House)_ SMA Unggul Garuda Bulungan di kompleks sekolah tersebut, Jalan Poros Nasional, Sabtu (17/10). 


Kegiatan ini digelar serentak di 51 lokasi di Indonesia untuk memperingati satu tahun SMA Unggul Garuda. Mengusung tema “Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia”, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto. 


Hasanuddin menyampaikan optimisme bahwa jumlah siswa Kaltara yang lolos seleksi akan terus meningkat pada tahun mendatang. 


“Saya optimistis tahun depan semakin banyak siswa Kaltara yang lolos seleksi,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur Kaltara. 


Di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), kehadiran SMA Unggul Garuda di Kaltara menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan berkualitas. Sekolah ini diharapkan memberikan kesempatan yang setara bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan potensi mereka. 


Dalam sambutannya, Gubernur Zainal juga menilai SMA Unggul Garuda telah menunjukkan peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing. 


Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung keberlanjutan pendidikan di SMA Unggul Garuda Bulungan melalui kolaborasi dengan orang tua, guru dan masyarakat. Dukungan bersama tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendorong prestasi sekaligus membentuk karakter siswa. 


Gubernur Zainal berpesan kepada 12 siswa yang berhasil lolos seleksi agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah perbatasan. 


“Jangan berkecil hati karena kalian berasal dari daerah perbatasan. Anak-anak Kaltara memiliki potensi yang sama besarnya dengan anak-anak di ibu kota,” pesannya. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Adi Nuryanto, Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Riyanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat Kabupaten Bulungan. (dkisp).

Jumat, 16 Oktober 2026

BKD Siapkan PANDU TALENTA, Perkuat Akurasi Data dan Pemetaan Karier ASN

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara, Sriwati, S.T., 


TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan program PANDU TALENTA (Pendampingan dan Pemenuhan Data untuk Implementasi Manajemen Talenta) untuk mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama melalui pelengkapan dan verifikasi data kepegawaian sebagai dasar pemetaan potensi, kompetensi, dan kinerja pegawai.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di Kantor BKD Provinsi Kaltara. 

Melalui kegiatan ini, ASN dan perangkat daerah akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan data kepegawaian yang dibutuhkan dalam penerapan manajemen talenta telah lengkap dan sesuai.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara, Sriwati, S.T., menjelaskan bahwa PANDU TALENTA merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan perangkat daerah dalam menerapkan manajemen talenta secara terarah dan berbasis data yang akurat.

Menurutnya, kelengkapan data portofolio pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemetaan talenta. Karena itu, pendampingan diperlukan agar ASN dan perangkat daerah memahami jenis data yang harus dilengkapi serta proses pemutakhirannya melalui sistem kepegawaian yang tersedia.

“Melalui PANDU TALENTA, kami ingin membantu ASN dan perangkat daerah memastikan data kepegawaiannya lengkap dan sesuai. Data yang akurat sangat penting untuk mendukung pemetaan talenta secara tepat,” katanya.

Sriwati menambahkan, ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara saat ini sudah dapat melihat posisi talent box masing-masing melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) yang dapat diakses melalui aplikasi MyASN.

“Keterbukaan informasi ini diharapkan membantu pegawai memahami hasil pemetaan serta mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan dalam pengembangan karir,” ujarnya.

Sebelum menyiapkan program tersebut, BKD Kaltara telah melaksanakan coaching clinic bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta sosialisasi manajemen talenta yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara selaku Ketua Komite Talenta Provinsi Kaltara. Kegiatan tersebut melibatkan ASN Pemerintah Provinsi Kaltara dan jajaran pemerintah kabupaten/kota.

Sriwati mengungkapkan, antusiasme ASN untuk berkonsultasi mengenai posisi dan kriteria pemetaan talenta mulai terlihat. Sejumlah pegawai bahkan telah mendatangi BKD Kaltara untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil pemetaan dan pemenuhan data yang diperlukan.

Dalam pelaksanaan PANDU TALENTA pada 21–22 Oktober 2026, BKD Kaltara akan memberikan pendampingan kepada perangkat daerah sesuai jadwal yang telah disusun. Pengaturan jadwal tersebut diharapkan membuat proses konsultasi dan pemenuhan data berjalan lebih tertib dan efektif.

Program ini merupakan bagian dari Rencana Aksi Perubahan yang digagas Sriwati dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX Tahun 2026, dengan dukungan Kepala BKD Kaltara, Dr. Andi Amriampa, S.Sos., M.Si.

Andi Amriampa menegaskan bahwa percepatan pemenuhan data dan penerapan manajemen talenta merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang unggul dan berdaya saing, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kaltara.

Melalui PANDU TALENTA, BKD Kaltara berharap penerapan manajemen talenta semakin optimal dan sistem merit dalam pengelolaan ASN semakin kuat. Pengelolaan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan karier pegawai yang lebih terarah serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kaltara. (dkisp)

Kamis, 15 Oktober 2026

Pemprov Perkuat Perlindungan Hutan melalui Program REDD+

 

peluncuran proyek _Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2_ serta Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Strategis Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kaltara.


TANJUNG SELOR – Pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui peluncuran proyek _Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2_ serta Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Strategis Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kaltara, Rabu (14/10). 


Kegiatan tersebut diluncurkan dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara, di Aula Kantor Gubernur Kaltara. 


Sekprov Denny menyampaikan bahwa Kaltara memiliki kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama. Kekayaan alam tersebut bukan hanya menjadi aset daerah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. 


Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kesejahteraan masyarakat juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. 


“Pembangunan hari ini harus tetap menjaga lingkungan dan sumber daya alam agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya,” kata Denny. 


Denny menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, termasuk melalui Nationally Determined Contribution (NDC) dan target Indonesia FOLU Net Sink 2030. Sektor kehutanan dan penggunaan lahan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target tersebut. 


Ia menilai, proyek RBP REDD+ GCF Output 2 menjadi kesempatan bagi Kaltara untuk memperkuat upaya penurunan emisi sekaligus meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola hutan. 


Skema pembayaran berbasis hasil ini tidak hanya berkaitan dengan dukungan pendanaan atas capaian pengurangan emisi, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kemampuan daerah dan memperbaiki tata kelola hutan. 


“Program ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kemampuan daerah, dan memastikan hutan dikelola dengan lebih baik,” ujarnya. 


Melalui konsultasi publik, Pemprov Kaltara berharap dapat menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk menyusun dokumen strategis dan Rencana Aksi REDD+ yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan daerah. 


Denny menegaskan, perlindungan hutan dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga mitra, dunia usaha, hingga masyarakat. 


“Mari kita perkuat kerja sama untuk menjaga hutan, mengurangi emisi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Kalimantan Utara yang Maju, Sejahtera, serta Berkelanjutan,” pungkasnya. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, S.Hut.; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltara, Dr. Obed Daniel LT, S.Hut., M.M.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar, S.Hut., M.A.P.; serta Direktur Program Terestrial Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Ruslandi, Ph.D. (dkisp).

Festival Sungai Kayan 2026, Sekprov Ajak Daerah Bersama Lestarikan Budaya Kaltara

 

Festival Sungai Kayan. 

TANJUNG SELOR – Festival Sungai Kayan 2026 melibatkan 3.500 pendayung dan sekitar 1.300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66. Kegiatan ini menjadi upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menghadiri pembukaan festival di Dermaga Pelabuhan VIP Kayan I, Tanjung Selor, Rabu (14/10) pagi. 

Festival yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini diawali dengan Lomba Perahu Dayung yang dibuka langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Sebanyak 122 perahu dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bulungan hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 

Sekprov Denny mengapresiasi besarnya partisipasi masyarakat dalam festival yang tidak hanya menghadirkan atraksi budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. 

“Dari 122 perahu yang ikut lomba, ada sekitar 3.500 pendayung yang berpartisipasi. Selain itu, sekitar 1.300 UMKM juga dilibatkan di sepanjang tepian Sungai Kayan,” kata Denny. 

Menurutnya, pelestarian budaya daerah tidak bisa hanya mengandalkan satu pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi seluruh kabupaten dan kota agar tradisi serta kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. 

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Bulungan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Setiap kabupaten dan kota di Kaltara perlu ikut menjaga dan melestarikan budaya daerahnya,” ujarnya. 

Pembukaan festival juga dimeriahkan penampilan musisi lokal Uyau Moris yang membawakan lagu dengan iringan alat musik tradisional Sape’, khas masyarakat Dayak. Sementara itu, pemukulan gong oleh Senator DPD RI daerah pemilihan Kaltara, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., menjadi tanda resmi dimulainya Festival Sungai Kayan 2026. 

Denny berharap festival ini semakin memperkuat identitas budaya Kaltara sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung. 

“Kaltara memiliki potensi budaya dan sumber daya alam yang luar biasa. Jika terus kita lestarikan dan kembangkan bersama, potensi ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh Indonesia hingga mancanegara,” pungkasnya. (dkisp)

Senin, 12 Oktober 2026

BKD Tekankan Kesiapan ASN Hadapi Penerapan Manajemen Talenta

 

Apel gabungan Pemprov Kaltara.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempersiapkan penerapan Sistem Manajemen Talenta untuk memperkuat pengelolaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi. Untuk mendukung penerapannya, seluruh ASN diminta memastikan data kepegawaian masing-masing telah diperbarui dan sesuai ketentuan. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Dr. Andi Amriampa, S.Sos., M.Si., menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel gabungan Pemprov Kaltara di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Senin (12/10) pagi. 

Andi Amriampa menjelaskan, penerapan manajemen talenta merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Pelaksanaannya juga mendapat supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga perlu menjadi perhatian seluruh perangkat daerah. 

Pada 1 September lalu, Gubernur Kaltara bersama Sekretaris Provinsi (Sekprov) dan jajaran Pemprov Kaltara telah melakukan ekspose sistem manajemen talenta di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sosialisasi mengenai sistem tersebut juga telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya. 

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pembaruan data kepegawaian. Setiap ASN memiliki akses untuk melihat hasil pemetaan kompetensi masing-masing, termasuk posisi mereka dalam pemetaan manajemen talenta. 

“Setiap ASN harus memperhatikan dan memastikan data kepegawaiannya sudah benar. BKD juga akan menjadwalkan pendampingan melalui _coaching clinic_ bagi perangkat daerah untuk memastikan data yang masuk ke Sistem Informasi ASN (SIASN) sesuai ketentuan,” jelas Andi Amriampa. 

Ia menegaskan, penilaian dalam Sistem Manajemen Talenta dilakukan berdasarkan instrumen yang telah ditetapkan dan diproses secara sistem oleh BKN. Dengan demikian, penerapan sistem ini diharapkan dapat memperkuat prinsip meritokrasi dalam pengelolaan ASN. 

Selain penataan data, kinerja pegawai juga menjadi faktor penting dalam manajemen talenta. Kondisi tersebut mengharuskan BKD melakukan penyelesaian sesuai ketentuan, termasuk memberikan penilaian kinerja yang berdampak pada administrasi kepegawaian. 

“Pengisian SKP jangan dianggap sepele karena berkaitan dengan penilaian kinerja dan dapat berdampak pada proses kepegawaian, termasuk kenaikan gaji berkala,” tegasnya. 

Karena itu, Andi Amriampa meminta pembinaan kinerja dilakukan secara berjenjang. Atasan langsung memiliki tanggung jawab untuk memantau, mengevaluasi dan membina kinerja pegawai agar berjalan sesuai target organisasi. 

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, atasan langsung berkewajiban melakukan pembinaan dan penegakan disiplin terhadap bawahannya. Kelalaian dalam menjalankan kewajiban tersebut juga dapat berujung pada sanksi disiplin. 

Andi Amriampa mengingatkan seluruh ASN agar kembali memahami aturan kepegawaian, baik terkait kinerja maupun disiplin, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional. 

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam manajemen talenta adalah penilaian perilaku 360 derajat. Melalui mekanisme ini, penilaian tidak hanya berasal dari atasan, tetapi juga melibatkan rekan kerja dan bawahan. 

“Karena itu, kita harus menjaga hubungan kerja yang baik, saling menghormati, dan membangun kerja sama di setiap perangkat daerah. Perilaku kita dalam bekerja juga menjadi bagian dari penilaian,” pungkasnya. (dksip)

Minggu, 11 Oktober 2026

Ketua DPRD Kaltara Hadiri Paripurna Hari Jadi Tanjung Selor ke-236 dan Bulungan ke-66

Paripurna DPRD Kabupaten Bulungan.


TANJUNG SELOR, Wartacyber.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulungan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66, Kamis (8/10/2026).


Rapat paripurna berlangsung di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Kabupaten Bulungan dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, H. Riyanto, S.Sos.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Bulungan Kilat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan Risdianto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten Bulungan.


Kehadiran Achmad Djufrie dalam rapat paripurna tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap peringatan hari jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan.


Momentum peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarlembaga pemerintahan, khususnya antara DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, dan DPRD Kabupaten Bulungan.


Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Bulungan.


Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan.



Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda