![]() |
| Pengembangan dan promosi tenun Sidan. |
PONTIANAK, Wartacyber.com – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD XII/Tanjungpura terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Nusantara melalui program Persit BISA. Salah satu fokus utama program ini adalah pengembangan serta promosi tenun Sidan, kain tradisional khas suku Dayak Iban yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. Tenun Sidan dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki nilai budaya yang tinggi serta menjadi identitas masyarakat lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Melalui program Persit BISA, Persit KCK PD XII/Tanjungpura berupaya memperkenalkan tenun Sidan kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Salah satu anggota Persit yang aktif dalam pelestarian tenun Sidan adalah Ny. Malinda Dwi Hatdi. Ia merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 Yonif TP 882/Hulubalang Cabang LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura yang terus berkarya menghasilkan berbagai produk tenun dengan kualitas yang semakin meningkat.
Beragam karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa tenun Sidan tidak hanya memiliki nilai tradisional, tetapi juga berpotensi dikembangkan secara kreatif dan modern. Inovasi terus dilakukan, termasuk dalam padu padan warna benang untuk menghasilkan motif yang lebih variatif dan menarik.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, promosi tenun Sidan dilakukan melalui berbagai kesempatan, baik dalam acara resmi maupun nonformal. Selain itu, pembinaan serta arahan juga terus diberikan guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Melalui program Persit BISA, diharapkan semakin banyak anggota Persit yang terlibat dalam pelestarian budaya ini. Dengan demikian, tenun Sidan dapat semakin dikenal luas sekaligus memperkuat peran Persit dalam menjaga warisan budaya bangsa. (Rilis).
