![]() |
| Plastic Smart Islands |
Program yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature tersebut mendorong pengelolaan sampah terpadu berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R) sebagai solusi penanganan sampah plastik yang terus meningkat.
Dalam sambutannya, Gamalis menegaskan persoalan sampah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak melalui langkah nyata dan berkelanjutan.
“Permasalahan sampah tidak bisa ditangani sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten Berau mencapai sekitar 54 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67,67 persen sampah telah terkelola, sementara 32,33 persen lainnya masih belum tertangani.
Melalui kegiatan Plastic Smart Islands, diharapkan lahir berbagai inovasi dan strategi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di daerah pesisir, sekaligus memperkuat kerja sama antarnegara dalam mengurangi pencemaran plastik di kawasan Asia Tenggara. (Sa).
