Waisak 2570 BE Jadi Momentum Perkuat Kerukunan di Malinau - WARTA CYBER -->

Senin, 13 Juli 2026

Waisak 2570 BE Jadi Momentum Perkuat Kerukunan di Malinau

Bupati Malinau.

Malinau – Bupati Malinau, Wempi W.Mawa, S.E., M.H mengajak masyarakat bersama dengan seluruh umat Buddha di Kabupaten Malinau untuk terus menjaga toleransi, memperkuat kerukunan antarumat beragama serta membangun semangat kebersamaan saat menghadiri Perayaan Sannipata Tri Suci Waisak 2570 BE, bertempat di ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Sabtu, (11/07/2026) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha yang ada di seluruh Kabupaten Malinau sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh umat Buddha di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara serta para umat dan tokoh agama Buddha dari berbagai daerah yang terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Peringatan Waisak ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperdalam penghayatan terhadap ajaran Sang Buddha serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Hari Raya Tri Suci Waisak memiliki makna yang sangat penting bagi umat Buddha karena memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha yakni mengajarkan pentingnya menjalani kehidupan yang dilandasi kebijaksanaan, kasih sayang, kedamaian, pengendalian diri dan penghormatan terhadap sesama.

"Melalui semangat perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE, keberagaman suku, budaya, adat istiadat dan agama yang dimiliki Kabupaten Malinau adalah kekayaan daerah yang harus dijaga bersama sebagai inspirasi untuk terus menghadirkan kedamaian, memperkuat persatuan dan bersama-sama membangun Kabupaten Malinau yang maju, aman, damai dan sejahtera di bumi intimung," ungkap Bupati Wempi.

Bupati Wempi juga membagikan pengalaman menarik dari dialog antara umat dan seorang bhikkhu saat seorang umat bertanya mengenai rahasia hidup bahagia. 

Percakapan tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya materi yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan seseorang untuk hidup dengan bijaksana, sabar dan bersyukur. (Prokompim).

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar