WARTA CYBER -->

Selasa, 08 September 2026

Validasi Data Air Minum, Camat Belitang Hilir Perkuat Dasar Perencanaan Pembangunan

Kegiatan Validasi Data. (Foto:ist).

Sekadau, Wartacyber.com — Camat Belitang Hilir, Evodius, menghadiri kegiatan Validasi Data Cakupan Air Minum di Kecamatan Belitang Hilir, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Selasa (8/9/2026).


Pada kesempatan tersebut, Camat Belitang Hilir, Evodius, menyampaikan bahwa ketersediaan air minum yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama.


Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan agar program pembangunan dan pelayanan air minum dapat dilaksanakan secara tepat sasaran sesuai dengan kondisi di lapangan.


“Validasi data ini sangat penting untuk memastikan informasi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat. Dengan data yang akurat, perencanaan program air minum dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Evodius.


Ia menambahkan, pemenuhan akses air minum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kecamatan, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah desa, perangkat daerah terkait serta seluruh elemen masyarakat.


“Pemerintah desa diharapkan dapat membantu melakukan pendataan dan menyampaikan informasi secara terbuka. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dengan baik dan menjadi bahan dalam penyusunan program ke depan,” ungkapnya.



"Kita berharap Validasi data dapat menghasilkan data yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan serta prioritas pembangunan di bidang air minum. Melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap air minum yang layak, aman dan berkelanjutan," tutupnya. (Tim).




Lokakarya Mini Puskesmas Belitang Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan

Lokakarya Mini Puskesmas Nanga Belitang. (Foto:tim).

Sekadau, Wartacyber.com — Camat Belitang, Nazur Yardana, S.Pd., menghadiri kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Nanga Belitang, bertempat di Pendopo TP PKK Nanga Ansar, Desa Nanga Ansar, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, Selasa (8/9/2026).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau, Camat Belitang beserta staf, Babinsa Koramil 22/Belitang, Kapolsek Belitang, Kepala KUA Kecamatan Belitang, para Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Belitang.


Hadir pula Kepala Puskesmas Belitang, kader Posyandu se-Kecamatan Belitang, Kepala TK/PAUD serta PKB se-Kecamatan Belitang, Kepala SD dan SMP Desa Nanga Ansar dan Desa Menua Prama, serta Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Belitang.


Pada kesempatan tersebut, Camat Belitang, Nazur Yardana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lokakarya lintas sektor merupakan kegiatan penting untuk membangun komunikasi dan koordinasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya oleh Puskesmas maupun tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader Posyandu, PKK, lembaga pendidikan, TNI-Polri serta seluruh elemen masyarakat.


“Melalui lokakarya ini kita ingin memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Pemerintah kecamatan tentunya akan terus mendukung program-program kesehatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Belitang,” ujar Nazur.


Ia juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam membantu pemerintah dan tenaga kesehatan melakukan pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya terhadap bayi, balita, ibu hamil, lansia serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.


Nazur berharap seluruh pemerintah desa dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan kesehatan yang dilaksanakan di wilayah masing-masing. Menurutnya, dukungan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan partisipasi masyarakat, pemanfaatan Posyandu serta penguatan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.


“Peran pemerintah desa sangat penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mari kita bersama-sama mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan dan mengikuti kegiatan Posyandu secara rutin,” katanya.


Selain itu, ia mengajak para kader, tenaga pendidik dan masyarakat untuk ikut menyampaikan informasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat serta melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan sejak dini. Jangan sampai masyarakat baru datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami kondisi yang berat,” ungkapnya.


Nazur juga berharap hasil pembahasan dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor tidak berhenti pada kegiatan pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja nyata di lapangan.


Ia meminta seluruh pihak terus menjaga komunikasi dan berkoordinasi apabila ditemukan persoalan kesehatan di masyarakat sehingga dapat segera ditangani bersama.


"Melalui kegiatan ini diharapkan kita memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Belitang," pungkasnya. (Tim).

Gubernur Ikuti Rakor Nasional, Penanganan Karhutla Diperkuat

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.,.

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Penanganan Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Pertemuan Hotel Tarakan Plaza, Senin (7/9). 

Rakor yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia (RI) tersebut dipimpin Menko Polkam, Djamari Chaniago dari Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat. 

Gubernur Zainal mengikuti rakor didampingi Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si. Sementara itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, yakni Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila dan Kejaksaan Tinggi Kaltara, juga mengikuti rakor secara daring dari lokasi masing-masing. 

Dalam rakor tersebut, pemerintah membahas penguatan sinergi lintas sektor untuk menghadapi potensi peningkatan karhutla, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran. 

Djamari menyampaikan pemerintah mengundang sedikitnya 358 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan untuk meningkatkan pencegahan kebakaran di wilayah konsesi masing-masing. 

Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Indonesia belum mencapai puncak fenomena El Nino. Di sisi lain, kebakaran di sejumlah kawasan hutan dan lahan mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Karena kita belum sampai di puncak, kondisi ini bisa terus meningkat kalau penanganannya kurang tepat. Karena itu, kita harus tetap waspada,” kata Djamari. 

Ia menegaskan, kondisi karhutla yang masih relatif terkendali tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Pemerintah bersama perusahaan pemegang izin diminta terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan di lapangan. 

Selain pencegahan, pemerintah juga menekankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran, baik karena kesengajaan maupun kelalaian. 

“Kami akan menegakkan aturan sesuai peraturan yang berlaku. Jika ada kebakaran karena kesengajaan atau kelalaian, tentu akan ditangani sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

Sejumlah kementerian dan lembaga turut menyampaikan paparan dalam rakor. Kementerian Kehutanan memaparkan kondisi terkini dan sebaran titik panas _(hotspot)_ karhutla di Indonesia. 

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan ketentuan terkait HGU serta sanksi terhadap perusahaan yang terbukti lalai menjaga lahannya dari kebakaran.

Selain itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung juga memaparkan strategi penegakan hukum, baik pidana maupun perdata, terhadap pelaku pembakaran lahan maupun korporasi yang tidak menjalankan kewajiban mitigasi. 

Rakor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla, termasuk di wilayah Provinsi Kaltara. (dkisp).

FASI III Malinau Jadi Wadah Cetak Generasi Muda Islami dan Berprestasi

Plh. Sekretaris Daerah Drs. H. Kamran Daik, M.Si.

Malinau - FASI merupakan wadah yang sangat penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, serta memiliki kecintaan terhadap ajaran agama Islam.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian hadiah kejuaraan tingkat kabupaten malinau dengan perlombaan yang telah di laksanakan beberapa waktu yang lalu.

Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Drs. H. Kamran Daik, M.Si Mengatakan atas nama pemerintah kabupaten malinau, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BKPRMI kabupaten malinau, panitia pelaksana, para pembina, guru, orang tua, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan kegiatan FASI III ini.

Bertempat di Aula SLBN Malinau (5/9) pagi, Kegiatan ini menggelar berbagai cabang perlombaan, seperti lomba pidato, azan, mars bkprmi, video konten remaja, cerdas cermat agama, dan tartil.

"Kita dapat melihat potensi serta bakat luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak dan generasi muda kabupaten malinau. saya berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada masa-masa mendatang. anak-anak kita harus diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi mereka. karena merekalah yang kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa, daerah, dan kabupaten malinau yang kita cintai bersama."Ujarnya

Diusia 49 tahun BKPRMI merupakan perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda dan remaja masjid.

"Saya berharap BKPRMI kabupaten malinau dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama mempersiapkan generasi kabupaten malinau yang unggul."Ungkapnya (prokompim).

Komisi II DPRD Kaltara Kawal Penetapan Harga TBS Sawit Pekebun

Rapat penetapan harga TBS.

KALTARA, Wartacyber.com - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara menghadiri rapat penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun Provinsi Kalimantan Utara, yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Kaltara pada Rabu (1/9).

Rapat tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltara, Pdt. Robenson Tadem, bersama Maslan Abdul Latif, serta sejumlah perwakilan perusahaan sawit yang ada di Kalimantan Utara.

Dipimpin oleh Mohtari, S.P., M.M, agenda rapat membahas penetapan harga TBS kelapa sawit produksi pekebun di Provinsi Kalimantan Utara. Pembahasan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi harga TBS, termasuk perkembangan harga CPO, harga inti sawit, serta komponen lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Kehadiran Komisi II DPRD Kaltara dalam rapat tersebut merupakan bagian dari perhatian dan fungsi pengawasan DPRD terhadap sektor perkebunan, khususnya dalam memastikan kebijakan harga TBS dapat memberikan kepastian dan perlindungan bagi para pekebun.

Ketua Komisi II DPRD Kaltara, Pdt. Robenson Tadem, menegaskan pentingnya penetapan harga TBS yang transparan dan proporsional dengan tetap memperhatikan kepentingan pekebun. Menurutnya, harga yang ditetapkan diharapkan mampu memberikan nilai yang layak bagi hasil produksi pekebun sekaligus menjaga keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Utara.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, dan pekebun dinilai menjadi hal penting dalam menciptakan tata kelola perkebunan yang sehat dan berkeadilan.

Melalui rapat penetapan harga TBS tersebut, disepakati harga CPO periode 1-15 september 2026 sebesar Rp 15.199,66 dan harga PKO sebesar Rp 12.839,99.

Dari hasil tersebut diharapkan kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan kepastian harga bagi pekebun serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Utara. (Hms).

Senin, 07 September 2026

Hadapi Kabut Asap, Forkopimcam Belitang Hilir Bagikan Masker kepada Masyarakat

Pembagian Masker. (Foto:ist).

Sekadau, Wartacyber.com — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Belitang Hilir melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga kesehatan warga di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kabupaten Sekadau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya perusahaan, TNI-Polri serta pihak terkait lainnya. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah.

Camat Belitang Hilir, Evodius, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah kecamatan bersama seluruh pihak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada masyarakat, terutama dalam menyikapi kondisi kabut asap yang semakin meningkat di Kabupaten Sekadau,” kata Evodius.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Bagi masyarakat yang harus keluar rumah, kami mengimbau agar selalu menggunakan masker, banyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Terutama ibu hamil, bayi, balita dan lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.

Menurut Evodius, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.

Selain menjaga kesehatan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat saat ini musim kemarau panjang, kita khawatir api dapat meluas dan menyebabkan kebakaran,” tegasnya.

Evodius berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan apabila melihat adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sejak dini,” pungkasnya.

Kegiatan pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Belitang Hilir. (Tim).

Cegah Karhutla, Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi Bersama Masyarakat Sekadau

Sosialisasi Karhutla. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com — Tim Penyuluhan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI terus memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sekadau, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, Camat Sekadau Hulu, Fransisco Wardianus, mengapresiasi kehadiran Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu.

Menurut Fransisco, penyuluhan tersebut sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang dilakukan Mabes TNI. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami dampak Karhutla dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Fransisco.

Ia menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah kecamatan bersama desa, aparat keamanan dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita menjaga lingkungan bersama dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di wilayah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri W, mengatakan pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat TNI-Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, lingkungan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat melalui patroli, deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Kami berharap melalui penyuluhan ini masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila ditemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Brigjen TNI Hendri W.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai mitigasi dan pencegahan Karhutla, bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran, hingga pentingnya patroli terpadu lintas sektor.

Tim penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai strategi penanganan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk pemadaman melalui jalur darat oleh satgas gabungan serta dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penyuluhan Karhutla tersebut akan terus dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan dan masyarakat.

Dengan meningkatnya pemahaman serta partisipasi masyarakat, potensi Karhutla diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sekadau dapat terlindungi dari ancaman kebakaran hutan, lahan dan kabut asap. (Tim).

Kwarcab Pramuka Sekadau Gelar KMD, 62 Calon Pembina Siaga Ikuti Pelatihan

Kursus Mahir Dasa. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com
— Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sekadau menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi calon pembina golongan Siaga. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 62 peserta dan dipusatkan di SDN 04 Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (7/9/2026).

Kegiatan KMD dilaksanakan selama enam hari, mulai 7 hingga 12 September 2026. Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan menjalani pembelajaran dengan total 70 Jam Pelajaran (JP).

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sekadau, Hermansyah, mengatakan pelaksanaan KMD merupakan salah satu tahapan penting bagi peserta yang ingin memperoleh ijazah pembina golongan Siaga.

"Kegiatan KMD ini diselenggarakan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh ijazah pembina golongan Siaga," kata Hermansyah.

Menurutnya, pelaksanaan KMD tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administrasi. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar dan metode kepramukaan yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembinaan anggota Pramuka Siaga.

Hermansyah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Sekadau Bidang Hukum dan Politik berharap, melalui kegiatan tersebut akan lahir pembina-pembina yang memiliki kompetensi, kreativitas dan integritas dalam menjalankan tugas pembinaan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lahir pembina-pembina Pramuka Siaga yang kompeten, kreatif, berintegritas, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan pembina memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menggali potensi generasi muda. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas pembina perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kegiatan kepramukaan dapat berlangsung menarik, edukatif dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Gunawan, mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan KMD dengan serius dan penuh tanggung jawab.

"Ikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Kami berharap para peserta nantinya dapat memberikan kontribusi dalam menggerakkan generasi muda Kabupaten Sekadau agar menjadi generasi yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Gunawan juga berharap hasil dari pelaksanaan KMD dapat memperkuat kemampuan para calon pembina dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda.

"Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan para calon pembina dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda, sekaligus menghadirkan kegiatan kepramukaan yang positif, kreatif dan mampu membangun karakter," pungkasnya. (Tim).

1.805 Kasus ISPA Tercatat di Sekadau

Kasus ISPA di Kabupaten Sekadau. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau mencatat sebanyak 1.805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-33 tahun 2026.

Data kumulatif tersebut dihimpun dari 12 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sekadau. Dari seluruh Puskesmas tersebut, Puskesmas Sekadau menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi.

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan Puskesmas Sekadau mencatat sebanyak 487 kasus atau sekitar 26,98 persen dari total kasus ISPA.

“Puskesmas Sekadau menjadi Puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi. Dari total 1.805 kasus, sebanyak 487 kasus tercatat di Puskesmas Sekadau,” ujar Henry, Senin (7/9/2026).

Setelah Puskesmas Sekadau, jumlah kasus terbanyak tercatat di Puskesmas SP3 Trans sebanyak 266 kasus atau 14,74 persen.

Selanjutnya, Puskesmas Nanga Taman mencatat 150 kasus, Simpang Empat Kayu Lapis 149 kasus, Selalong 142 kasus, dan Rawak sebanyak 140 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Sebetung mencatat 130 kasus, Nanga Mahap 119 kasus, Nanga Belitang 102 kasus, Tapang Perodah 69 kasus, dan Balai Sepuak sebanyak 41 kasus.

Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Puskesmas Sungai Ayak, yakni sebanyak 10 kasus atau sekitar 0,55 persen dari total kasus.

Henry mengatakan, data tersebut menjadi perhatian pihaknya, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Selain berdasarkan wilayah, data Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau juga menunjukkan kasus ISPA mengalami fluktuasi setiap pekan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-5 dengan 78 kasus, sedangkan jumlah terendah tercatat pada minggu ke-23 dengan 27 kasus.

“Data ini menjadi salah satu perhatian kami, terutama ketika kondisi kualitas udara kurang baik. Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.

Henry mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

“Kalau mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada atau kondisi kesehatan semakin terganggu, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” pungkasnya. (Tim).

Musim Kemarau, DPKP Sekadau Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Kepala DPKP, Eko Sulistyo. (Foto:nv). 

SEKADAU, Wartacyber.com — Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebagai bentuk sinergitas lintas sektor, Posko Penanggulangan Karhutla disiagakan di Kantor DPKP Kabupaten Sekadau untuk mendukung koordinasi serta penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sekadau, Senin (7/9/2026).

Kepala DPKP Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, menjelaskan bahwa Posko Penanggulangan Karhutla tersebut dibentuk setelah pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang digelar di Mapolres Sekadau pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, kesiapsiagaan, serta penanganan darurat Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.

"Awalnya posko yang berada di Kantor DPKP Sekadau ini merupakan posko kecamatan, sedangkan untuk posko Karhutla tingkat kabupaten berada di Polres Sekadau. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan Polres Sekadau, kegiatan penanggulangan Karhutla kemudian berfokus di Kantor DPKP Sekadau, termasuk pembagian masker kepada masyarakat kemarin," ungkap Eko.

Dalam pelaksanaannya, DPKP Kabupaten Sekadau juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya BPBD, Damkar, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta TNI-Polri.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi Karhutla di lapangan.

"Jika terjadi masalah Karhutla, kami tanggap untuk itu dan bersama-sama menanggulangi bencana yang terjadi di lapangan. Kami juga melibatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan Karhutla ini," ujarnya.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Eko menyebutkan DPKP Kabupaten Sekadau saat ini memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran serta empat unit alat semprot portable yang dilengkapi selang dan didukung personel.

Namun, dari dua unit mobil Damkar tersebut, hanya satu unit yang dapat dikerahkan untuk penanganan Karhutla. Sementara satu unit lainnya harus tetap disiagakan di posko untuk mengantisipasi kejadian kebakaran lainnya, termasuk kebakaran hunian masyarakat.

"Jumlah armada di Damkar ini ada dua mobil Damkar serta alat semprot portable ada empat lengkap dengan selang dan personel. Namun, dari dua mobil Damkar hanya satu yang bisa kami kerahkan karena satu lagi harus tetap standby di posko untuk digunakan jika ada kebakaran lainnya seperti hunian masyarakat," pungkasnya.

DPKP Kabupaten Sekadau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Wn).


Pasang Iklan

PEMDA

PEMDA

Pemda