1.805 Kasus ISPA Tercatat di Sekadau - WARTA CYBER -->

Senin, 07 September 2026

1.805 Kasus ISPA Tercatat di Sekadau

Kasus ISPA di Kabupaten Sekadau. (Foto:ist).

SEKADAU, Wartacyber.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Sekadau mencatat sebanyak 1.805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang minggu pertama hingga minggu ke-33 tahun 2026.

Data kumulatif tersebut dihimpun dari 12 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sekadau. Dari seluruh Puskesmas tersebut, Puskesmas Sekadau menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi.

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, mengatakan Puskesmas Sekadau mencatat sebanyak 487 kasus atau sekitar 26,98 persen dari total kasus ISPA.

“Puskesmas Sekadau menjadi Puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi. Dari total 1.805 kasus, sebanyak 487 kasus tercatat di Puskesmas Sekadau,” ujar Henry, Senin (7/9/2026).

Setelah Puskesmas Sekadau, jumlah kasus terbanyak tercatat di Puskesmas SP3 Trans sebanyak 266 kasus atau 14,74 persen.

Selanjutnya, Puskesmas Nanga Taman mencatat 150 kasus, Simpang Empat Kayu Lapis 149 kasus, Selalong 142 kasus, dan Rawak sebanyak 140 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Sebetung mencatat 130 kasus, Nanga Mahap 119 kasus, Nanga Belitang 102 kasus, Tapang Perodah 69 kasus, dan Balai Sepuak sebanyak 41 kasus.

Sedangkan jumlah kasus terendah tercatat di Puskesmas Sungai Ayak, yakni sebanyak 10 kasus atau sekitar 0,55 persen dari total kasus.

Henry mengatakan, data tersebut menjadi perhatian pihaknya, terutama di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Selain berdasarkan wilayah, data Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau juga menunjukkan kasus ISPA mengalami fluktuasi setiap pekan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-5 dengan 78 kasus, sedangkan jumlah terendah tercatat pada minggu ke-23 dengan 27 kasus.

“Data ini menjadi salah satu perhatian kami, terutama ketika kondisi kualitas udara kurang baik. Masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.

Henry mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

“Kalau mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada atau kondisi kesehatan semakin terganggu, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan,” pungkasnya. (Tim).

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar