
Mudas Buang Pamali.
SEKADAU – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menghadiri kegiatan Upacara Adat Mudas Buang Pamali Kampong Dayak Taman yang digelar di Kampung Hulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan adat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tradisi masyarakat Dayak dalam menjaga keseimbangan, keselamatan, serta menjauhkan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa kesialan.
Upacara adat ini dilakukan pesca peristiwa duka yang terjadi sebelumnya, yakni insiden jatuhnya helikopter jenis Helly dengan kode registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air di wilayah Kecamatan Nanga Taman. Diketahui, helikopter tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) pagi, sebelum akhirnya dipastikan jatuh dan menyebabkan 8 orang meninggal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Jeffray Raja Tugam menyampaikan bahwa ritual mudas memiliki makna penting dalam tradisi adat Dayak, terutama dalam menyikapi peristiwa yang membawa duka.
“Kegiatan mudas ini merupakan tradisi adat masyarakat Dayak, dengan harapan kampung kita tetap aman dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita juga berdoa untuk arwah delapan orang yang meninggal dalam insiden tersebut,” Kata Jeffray Raja Tugam yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sekadau.
Legislator Partai Demokrat ini juga mengatakan selain sebagai bentuk penghormatan terhadap korban, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
"Kegiatan mudas ini mencerminkan kuatnya tradisi serta solidaritas masyarakat Dayak dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi di tanah masyarakat adat Dayak," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DAD Kabupaten Sekadau, para kepala OPD, Camat Nanga Taman, perwakilan Forkopimda, perwakilan manajemen PT Citra Mahkota, perwakilan Basarnas, Forkopimcam Nanga Taman, Kepala Desa Tapang Tingang, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (Tim).