![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Fraksi Gerindra, Yodi Setiawan. |
Sekadau Kalbar, Wartacyber.com - Belum berlaku kebijakan pemerintah terkait ekspor sawit satu pintu via PT Danantara Sumberdaya Indonesia, tapi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia langsung kompak membeli murah sawit petani.
Pemerintah memantau terdapat 139 PKS di berbagai wilayah Indonesia yang teridentifikasi menurunkan harga pembelian TBS, kondisi ini pun langsung membuat petani berteriak.
Di Kabupaten Sekadau, harga sawit di tingkat petani sudah menurun ke angka 2000an Dan ini terjadi tak lama setelah Presiden mengeluarkan pidato yang menyebut, bahwa semua perusahaan ekspor wajib atas sepengetahuan pemerintah.
Atas fenomena ini, Kementerian Pertanian RI
Wamentan Sudaryono mengatakan, dari hasil rapat tadi, teridentifikasi bahwa penyebab utama anjloknya harga TBS lebih banyak dipicu faktor psikologis dan ketidakpastian di tingkat pelaku usaha hilir.
“Padahal PT DSI sebagai pengelola dan pengawas kegiatan ekspor, tidak dipungut biaya atau mengambil keuntungan transaksi,” tegasnya dalam Pidatonya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan meminta pelaku usaha segera menyesuaikan harga pembelian seiring mulai jelasnya implementasi aturan baru tersebut.
"Kami minta kepada perusahaan sawit tetap memperhatikan posisi petani dan membeli TBS sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah," kata Yodi Setiawan. Rabu (27/5/2026).
"Adapun implementasi kebijakan ekspor satu pintu baru akan berlaku secara penuh pada 1 Januari 2027, setelah melewati masa transisi dan evaluasi berkala," tutupnya. (Tim).
