DPRD Sekadau Terima Aspirasi BEM ITKK, Soroti Harga Sawit dan Akses BBM di Pedalaman - WARTA CYBER -->

Rabu, 03 Juni 2026

DPRD Sekadau Terima Aspirasi BEM ITKK, Soroti Harga Sawit dan Akses BBM di Pedalaman

Audiensi terkait Harga Sawit dan Akses BBM

Sekadau Kalbar, Wartacyber.com - DPRD Kabupaten Sekadau menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK), yang menyampaikan sejumlah aspirasi terkait isu nasional maupun Daerah. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi DPRD Sekadau. 

Dalam penyampaian nya Ketua BEM ITKK Sekadau, Veronika Indol mengatakan tujuan kedatangan BEM di DPRD Kabupaten Sekadau hari ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya terkait persoalan harga sawit dan distribusi BBM yang dinilai sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

"Kami berharap DPRD Kabupaten Sekadau dapat mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan, karena tujuan kami bukan hanya menyampaikan keluhan tetapi juga ingin hadirnya solusi yang nyata bagi kita masyarakat terutama untuk para petani sawit dan masyarakat Daerah terpencil yang menghadapi kesulitan BBM," Tutur Veronika Indol.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, mengatakan bahwa pihaknya menerima berbagai masukan dari mahasiswa ITKK ini terutama mengenai isu-isu yang beredar sekarang dari Nasional maupun Daerah yaitu

kebijakan Pemerintah usat yang berkaitan dengan transportasi dan dampaknya terhadap harga komoditas sawit.

"Pada dasarnya mereka mendukung kebijakan dari Pemerintah Pusat, namun mereka juga meminta hal ini supaya dapat diawasi secara ketat untuk setiap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membeli buah sawit ini agar tidak semaunya saja dalam menentukan harga dan mematuhi aturan harga sawit," ungkap Jeffray. 

"Dan tentunya aspirasi dari para Mahasiswa ini nanti juga akan kami sampaikan kepada Pak Bupati agar hal ini bisa menjadi perhatian baik di Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Pusat," katanya.

Jeffray Raja Tugam juga mengatakan, Para Mahasiswa ini juga menyampaikan aspirasi terkait naiknya harga Bahan bakar minyak (BBM) yang sangat berdampak terrhadap masyarakat terutama yang berada di Wilayah terpencil. 

"Masyarakat di Daerah terpencil, apalagi yg belum memiliki SPBU itu harus membeli BBM dengan harga yang lumayan tinggi dibandingkan dengan Wilayah lainnya dan mereka berharap Pemerintah Daerah dapat menyusun tata kelola dan kebijakan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat di Daerah di Daerah terpencil," pungkasnya. (vn).

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar